Cinta Dan Persahabatan

Cinta Dan Persahabatan
Menemukan Keberadaan Amel


__ADS_3

***


Sekarang Hana sedang duduk di ruang keluarga di kelilingi oleh semua orang yang ada di rumah itu. Semua orang menanti jawaban darinya. Hana bagaikan terdakwa sekarang.


" Sekarang Hana jelaskan ya sayang di mana Kak Amel. Dan bagaimana kamu bisa tahu kondisinya." kata Jessi dengan lembut sambil mengelus punggung Hana karena ia melihat Hana sedang ketakutan.


Hana tidak sengaja bertatapan dengan David. Melihat tatapan David yang tajam, Hana menunduk ketakutan. Meisya lalu memberikan minum untuk Hana.


" Kamu buat dia jadi takut, Tuan." kata Meisya. Saat David akan mengatakan sesuatu, tiba tiba ponselnya berdering karena ada pesan masuk. Karena kaget setelah membaca pesan yang dia terima, ponselnya terlepas dan terjatuh. Mereka kaget melihat David yang pucat. Steve lalu mengambil ponsel David. Dia lalu tertawa terbahak bahak setelah membacanya.


📩 081*********


" JIKA KAMU BERANI MENAKUTI HANA, AKAN AKU KIRIMKAN SATU TRUK KODOK KE RUMAHMU!!!"


" Hahahaha... Lihat ini!!" Steve lalu memberikan ponsel David kepada mereka sambil memegang perutnya yang sakit.


" Pantesan wajahmu pucat Vid." kata Evan yang juga ikut tertawa.


" Ternyata ada juga hal yang di takuti oleh seorang David." tambah Rendi.


" Di mana orang itu menemukan kodok satu truk?" Riko geleng geleng memikirkannya.


" Mungkin udah PO dulu Kak." jawab Bella.


" Siapa yang mengirim pesan ini?" kata Jessi.


" Itu pasti kerjaan salah satu di antara lima cecurut itu." jawab David yang sudah mulai tenang. Mereka melihat ke arah David meminta penjelasan siapa cecurut yang dia maksud.


" Kalau bukan Nona Amel, itu pasti kerjaan empat pengawal gilanya itu." kata David.


" Hahahaha..." Gelak tawa terdengar dari seluruh penghuni rumah itu.


" Ya sudah. Hana, jelaskan sama nenek kenapa tadi kamu berteriak dan mengatakan kalau Kak Amel sudah siuman? Apa kamu tahu di mana keberadaan Kak Amel?" tanya Nenek Amel dengan lembut.


" Kak Amel berada di pulau pribadi miliknya. Aku baru mengetahuinya beberapa jam yang lalu setelah aku melacak signal khusus yang dikirim Kak Mike. Sepertinya mereka sengaja mengirim signal itu. Setelah aku berhasil melacak signalnitu, tak lama Kak Mike mengirim email mengatakan bahwa Kak Amel baru siuman setelah satu minggu tidak sadarkan diri." jelas Hana.


" Signal khusus?" Mereka sedikit bingung saat Hana menyebutkan signal khusus.

__ADS_1


" Signal khusus itu akan digunakan oleh Kak Amel dan orang orang kepercayaannya jika mereka ingin meminta bantuan atau di saat mereka dalam bahaya. Dan signal khusus tadi berasal dari pulau pribadi milik Kak Amel yang ada di daerah xxx. Tidak ada orang yang bisa mengakses lokasi pulau itu kecuali aku dan Kak Amel. Itulah sebabnya kalian semua tidak bisa mencari keberadaan Kak Mike dan Kak Niko selama ini."


" Apa kamu bisa menghubungi mereka di sana?" tanya Ibu Amel.


" Bisa Nyonya." jawab Hana.


" Mulai sekarang kamu panggil Mama sama Papa ya. Kamu kan adiknya Kak Amel, jadi kamu anak Mama sama Papa." kata Ibu Amel. Ayah Amel menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Hana.


" Baik Ma.." kata Hana lalu dia mengirim email kepada Mike untuk melakukan panggilan video melalui laptopnya. Tak lama Hana lalu menerima panggilan video dari Mike. Setelah panggilan video itu tersambung, Mike dan Niko lalu menceritakan semua yang mereka alami dari kejadian tersebut.


" Kalian berdua akan mendapat bonus bulan ini sebagai ungkapan terima kasih karena kalian sudah menyelamatkan cucu kesayanganku." kata Tuan Albert.


" Bonus untuk ku tidak ada Tuan, aku juga sudah merawat Nona dengan baik." kata Fabian tiba tiba.


" Hei cengeng, bonus yang aku berikan apa tidak cukup?" teriak Amel. Mendengar suara Amel membuat semua orang tersenyum bahagia.


" Nona, ubahlah panggilanmu untukku. Kepercayaan diriku akan runtuh jika didengar oleh pacar pacar ku." kata Fabian memelas.


" Memangnya kamu punya berapa pacar?" tanya Amel.


" Ada tiga Nona. Di Kota A satu, di Kota H satu dan di London juga ada satu." jelas Niko yang kemudian mendapat tatapan tajam dari Fabian.


Amel memandangi Fabian dengan penuh amarah.


" Sudah ku katakan, jika kalian bekerja denganku jangan pernah bermain wanita." tegas Amel.


Mereka yang ada di rumah Amel hanya tersenyum dan geleng geleng mendengar ocehan Amel. Walaupun mereka hanya mendengar suaranya saja, keluarga dan sahabat Amel sudah merasa bahagia.


" Hana, kamu tahu kan lokasi tempat Kak Amel?" tanya Jessi setelah mereka mengakhiri panggilan video nya.


" Iya, kenapa Kak?" tanya Hana.


" Besok ayo kita berlibur.." kata Jessi.


" Ayo.." jawab Mona, Sandra, Meisya dan Defa.


" Aku gak bisa meninggalkan pekerjaanku." kata Bella.

__ADS_1


" Tenang saja Bell.. Kita bisa membantu pekerjaanmu." kata Meisya sambil mengedipkan matanya.


" Baiklah, aku ikut." kata Bella.


" Kalian tidak mau ikut?" tanya Jessi kepada para Evan dkk. Mereka saling pandang kemudian menganggukkan kepala.


" Nanti kami nyusul. Kami lagi banyak pekerjaan." kata Steve.


" Kalian berangkat lah dulu bersama Tante Gladis. Kami harus membereskan para penghianat itu. Besok kalian perginya pakai pesawat pribadi milik Om saja." kata Ayah Amel.


" Iya, Tante juga mau melihat Amel." kata Ibu Amel.


" Aku juga mau ikut ya Dis. Sudah kangen sama calon menantuku." kata Ibu Evan.


" Kalian tidak mau ikut? Kita liburan sesama wanita, kita nikmati kebebasan tanpa suami suami kita." kata Ibu Amel kepada sahabat sahabatnya sambil tersenyum.


" Kamu jangan memprovakasi istri kami Dis," kata Ayah Rendi.


" Pokoknya istri kalian semua harus ikut. Kalau tidak, aku akan minta Amel dan Hana untuk memporak porandakan perusahaan kalian semua." ancam Ibu Amel. Para suami menelan saliva mendengar ancaman Ibu Amel.


" Baiklah.." kata mereka bersamaan.


" Hahahaha... Ternyata kalian takut juga dengan ancaman istriku." kata Ayah Amel sambil tertawa.


" Keluarga kalian memang menyeramkan Co." kata Ayah Meisya.


" Mama ikut juga kan?" tanya Ibu Amel yang kemudian mendapat tatapan tajam dari Ayahnya.


" Kamu tahu sendiri Nak, bagaimana Ayahmu. Dia tidak mungkin mengizinkan Mama pergi." jawab Nenek Amel sambil mengedipkan mata kepada anaknya.


" Mama tidak kangen sama Amel?" Ibu Amel memulai dramanya. Karena dia tahu Ayahnya akan luluh jika Ibunya bersedih.


" Jangan memprovokasi Ibumu." ancam Kakek Amel.


" Tentu saja aku sangat merindukan cucuku. Tadi aku hanya mendengar suaranya. Aku ingin melihatnya apa dia terluka dan bagaimana kondisinya." kata Nenek Amel pura pura bersedih. Mereka semua hanya diam menyaksikan perdebatan keluarga itu.


" Baiklah. Kalian berdua menang." Kakek Amel lalu pergi menuju kamar Amel. Istri dan anaknya tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


" Keluarga yang unik." kata Riko.


***


__ADS_2