
***
" Aku sangat membencinya saat dia membanggakan mendiang istrinya itu."
" Aku bersedia menikah hanya demi anaknya bukan ayahnya."
Kata kata itu terus terngiang di telinga Johan. Pembicaraan Amel dan Defa tadi terus menghantuinya. Dia terus melamun sampai seseorang menepuk bahunya.
" Apa yang kamu pikirkan?" tanya Rendi.
" Apa yang sudah dilakukan Dian sampai Amel begitu membencinya." kata Johan.
" Kita harus menanyakannya pada Amel. Hanya dia yang mengetahuinya." jawab Steve.
" Kalian berani bertanya dengan Amel." kata Rangga. Mereka saling lirik kemudian melihat ke arah Evan.
" Kenapa melihatku?" tanya Evan.
" Kamu kan calon suaminya. Jadi kamu Bro, yang harus menanyakan masalah ini pada Amel." kata Riko.
" Aku ragu..." kata Evan menggaruk kepalanya. Teman temannya tertawa.
" Ayolah Van bantu aku. Kalian juga mendengarnya kan alasan Defa mau menikah denganku. Aku tidak ingin dia membenciku." kata Johan.
" Tapi jika aku bertanya sama Amel dia tahu dong kalau tadi kita mendengar pembicaraan mereka." kata Evan lagi.
" Benar juga. Terus bagaimana?" tanya Johan.
" Nanti kita pikirkan solusinya." jawab Evan.
" Bro, apa kamu mencintai Defa?" tanya Willy.
" Aku juga tidak tahu bagaimana perasaanku padanya. Aku merasa nyaman bersamanya, apalagi Aira sangat menyayangi Defa." jawab Johan.
__ADS_1
" Lalu perasaanmu dengan Dian?" tanya Evan. Dian adalah ibunya Aira.
" Aku mulai mencintainya setelah kami menikah. Cinta itu akan tumbuh karena adanya kebersamaan." jawab Johan.
" Aku tidak bisa memberimu saran Bro. Karena aku sendiri tidak bisa menaklukkan gadis incaran ku." kata Evan yang membuat teman temannya tertawa.
" Bagaimana mungkin kamu bisa menaklukkan singa betina." kata Steve.
" Bukannya kalian juga takut dengannya?" ledek Evan. Teman temannya menganggukkan kepala tanda membenarkan perkataan Evan.
" Kenapa dari tadi kamu diam Bro." kata Riko sambil menepuk bahu Rangga. Rangga hanya menggelengkan kepalanya. Sebenarnya dia juga bingung setelah mendengar Vina akan kembali.
" Bagaimana jika nanti kamu bertemu dengan Vina kembali?" tanya Rendi.
" Aku tidak takut bertemu dengannya, karena aku sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi padanya. Aku hanya takut Mona meninggalkanku." kata Rangga. Teman temannya melihat ke arah Rangga. Mereka tahu bagaimana hancurnya Rangga saat dulu Vina meninggalkannya.
" Ternyata jalan cinta kita tidak semulus pekerjaan kita. Menaklukkan hati wanita itu lebih susah dari pada menaklukkan lawan bisnis." kata Evan.
" Ternyata laki laki suka bergosip juga ya." kata Amel yang baru datang membuat para cowok itu terkejut. Melihat Amel, ketujuh cowok tadi saling pandang.
" Sebelum aku bercerita, aku ingin bertanya pada kalian. Dan aku harap kalian berkata jujur. Aku ingin tahu penilaian kalian terhadap Dian. Di mulai dari Kak Johan. Bagaimana sifat Dian?" kata Amel lagi.
" Dian baik, penyayang dan juga lembut. Dia tidak egois dan mau mengerti diriku. Itulah yang membuat aku jatuh cinta padanya." jawab Johan
" Kalian.." kata Amel.
" Dian orangnya baik, lembut dan juga sangat imut." kata Riko.
" Dia sopan, dan menurutku Dian tipe perempuan apa adanya." tambah Rendi.
" Dia orangnya sederhana dan selama aku mengenalnya dia baik dan ramah kepada siapa pun." kata Rangga.
" Dian orang nya lembut dan baik." kata Steve.
__ADS_1
" Dia juga tidak sombong dan bahkan selalu membantu orang lain." tambah Willy.
" Dia baik, dan menurutku di gadis yang sempurna." kata Evan. Dia tidak sadar kalau Amel menatapnya.
" Kalau aku Kak?" tanya Amel dengan menatap tajam ke arah Evan. Evan menelan ludahnya karena dia baru sadar kalau baru saja dia memuji wanita lain di depan calon istrinya. Evan menepuk dahinya sedangkan teman temannya menahan tawa mereka.
" Gak usah dijawab. Aku sudah tahu jawabannya." kata Amel ketus. Amel lalu berbalik dan hendak meninggalkan mereka.
" Kamu belum menceritakan kebenarannnya Mel." kata Riko menghentikan Amel.
" Benar kata Defa, walaupun kami mengatakan suatu kebenaran kalian pasti tidak akan percaya. Karena kalian sudah bersamanya selama ini dan seperti yang aku dengar tadi kalian memberikan nilai plus untuknya. Jadi kalian pasti berpikir aku memfitnahnya karena tidak menyukai dirinya jika aku berkata buruk tentangnya. Iya kan? Kak Johan, jika kamu ingin menikahi Defa maka menangkanlah dulu hatinya. Walaupun kamu adalah cinta pertamanya dan sampai saat ini perasaan itu belum hilang, namun rasa sakit dan kecewa yang disebabkan oleh dirimu lima tahun yang lalu lebih besar dibandingkan rasa cintanya itu. Apalagi kamu selalu memuji Dian di depan Defa. Jadi jika kamu menikahinya disaat kamu belum bisa mencintainya, maka kalian berdua akan saling menyakiti." kata Amel kemudian dia pergi meninggalkan ketujuh cowok itu yang masih terdiam dengan pikiran mereka masing masing.
Amel kemudian menghentikan langkahnya dan berkata :
" Lima tahun yang lalu, orang yang selalu kamu kirim pesan dan membalas pesan mu yang berinisial D itu adalah Defa bukan Dian. Bukannya Ms. D mengatakan kepadamu kalau dia berusia tujuh belas tahun waktu itu. Tapi anehnya kamu malah menikah dengan gadis yang berusia dua puluh tahun. Dan yang lebih mirisnya lagi, kamu bukan lah laki laki pertama yang menyentuh istrimu itu." Kemudian Amel melanjutkan langkahnya lagi tanpa melihat ke belakang.
Johan menjatuhkan ponselnya mendengar perkataan Amel. Kenapa dia begitu bodoh percaya dengan semua perkataan Dian tanpa berpikir jernih. Perkataan Amel benar benar menusuk ke dalam hatinya.
" Mengapa aku begitu bodoh. Hanya karena mendengar Dian menyelamatkanku dari kecelakaan maut itu membuat aku melupakan hal yang penting." kata Johan begitu menyesal.
" Apa yang di katakan Amel tadi benar Bro?" tanya Riko. Johan hanya menganggukkan kepalanya.
" Berarti, Amel memang mengetahui misteri di balik kecelakaan yang terjadi pada mu lima tahun yang lalu." kata Evan.
" Bukannya kata Amel lima tahun yang lalu Defa juga mengalami kecelakaan yang membuat dia koma. Apa itu berarti yang menyelamatkan mu waktu itu Defa bukan Dian." kata Rendi yang membuat mereka semua terkejut.
" Sudah pasti itu Defa, karena dia sudah mengirim pesan agar aku berhati hati karena ada orang yang ingin mencelakaiku. Tapi setelah kecelakaan itu aku mengira Ms. D itu adalah Dian." jawab Johan.
" Kita akan membantu mu untuk mengetahui fakta yang sebenarnya. Jika Amel tidak mau bercerita dengan kita, tapi dia pasti mau bercerita dengan para sahabatnya." kata Rangga.
" Kamu benar, kita bisa mengorek informasi dari para gadis itu." tambah Steve.
" Tapi kalian juga harus membantu ku menghadapi Vina nanti." kata Rangga.
__ADS_1
" Van, apa kamu juga butuh bantuan untuk menaklukkan singa betinamu?" tanya Willy yang membuat mereka tertawa.
***