Cinta Dan Persahabatan

Cinta Dan Persahabatan
Kakek Dan Cucu Sama Saja


__ADS_3

***


" Malam Nek.." Sapa Amel kepada Neneknya yang sedang menonton di ruang keluarga.


" Malam sayang.."


" Kakek mana Nek?"


" Ada di ruang kerjanya. Kamu sudah makan belum?"


" Sudah Nek. Amel mandi dulu ya Nek." Amel lalu naik ke lantai ke atas. Kamar Amel ada di lantai dua.


Setelah mandi, Amel bergabung dengan Neneknya di ruang keluarga. Amel lalu menyandarkan kepalanya ke bahu neneknya.


" Ada apa?" Nenek Amel sudah tahu pasti cucunya lagi ada masalah. Dari kecil hanya neneknya lah yang menjadi tempat curhatannya.


" Nek.. Aku ingin menghindar dari seseorang. Bagaimana caranya."


" Kenapa kamu ingin menghindarinya?"


" Masalah hati Nek.." Nenek nya tersenyum.


" Ada masalah?"


" Sebenarnya aku ingin menghindar dari dua orang Nek. Ribet amat kan hidup ku Nek. Ternyata menghadapi saingan cinta itu lebih berat dibandingkan saingan bisnis."


Neneknya langsung tertawa mendengar ocehan Amel.


" Kamu ini ada ada saja. Coba cerita sama Nenek kenapa kamu galau begini."


" Ada seseorang yang menyukai ku Nek, tapi aku sebenarnya menyukai sahabatnya. Tapi orang yang aku sukai itu justru menyukai sahabat ku sendiri. Nenek gak usah tertawa ya.."


" Hahahaha..." Bukan Neneknya yang tertawa melainkan Kakek Amel yang tertawa. Saat keluar dari ruang kerjanya, tak sengaja dia mendengar curhatan cucu kesayangannya itu.


" Kakeeek..."


" Kasihan amat cucuku. Udah wajahnya gak usah di tekuk. Tambah jelek.." kata Kakek sambil melanjutkan tawanya.


" Dengarkan Nenek sayang. Kadang kala kita tidak boleh egois dalam masalah urusan hati. Kita tidak bisa memilih kemana hati kita akan berlabuh. Namun jika kamu berani mencintai, maka kamu harus berani menerima rasa sakit juga. Maka dari itu lebih baik dicintai daripada mencintai. Jika seseorang mencintaimu dengan tulus, maka dia pasti akan selalu melindungi mu dan membuat mu bahagia." kata Nenek.

__ADS_1


" Jika publik mengetahui tentang ini, pasti akan menjadi trending topik dengan judul SEORANG PEBISNIS MUDA YANG HANDAL DALAM MENAKLUKKAN PARA PESAING BISNISNYA NAMUN TAK MAMPU MENAKLUKKAN SANG PUJAAN HATI." Kakek Amel sampai memegang perutnya karena kebanyakan tertawa.


" Kakek bahagia banget melihat cucunya patah hati." Amel kesal melihat kakek nya yang terus menertawainya.


" Kakek bukan ingin menertawai mu, tapi Kakek tidak ingin kamu terlalu bersedih. Jangan sampai gara gara masalah percintaan justru akan merusak persahabatan kalian."


" Kakek tenang aja.. Itu tidak akan terjadi. Aku sanggup melakukan apapun demi sahabat dan keluargaku." Kakek dan Nenek nya tersenyum bangga dengan pemikiran dan karakter Amel. Karena itu lah Amel menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Bimantara dan Mahandika.


" Sekarang sudah malam, sebaiknya kamu istirahat. Besok kamu kan harus ke kantor." kata Nenek.


" Baiklah Nek." Amel lalu menuju ke kamarnya setelah pamit kepada Kakek dan Neneknya.


Amel sedang berada di dalam kamarnya. Dia sedang menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk. Apalagi besok dia sudah harus membantu di perusahaan kakeknya. Untunglah ada Bella yang bisa menghandle semua pekerjaannya di CBM Company.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Amel melihat foto foto yang tadi sore beredar di media sosial. Dia lalu memikirkan kata kata Neneknya. Cukup lama dia termenung melihat foto foto itu. Karena merasa lelah akhirnya Amel memutuskan untuk istirahat. Tak lama ia pun terlelap masuk ke alam mimpinya.


***


Pagi harinya Amel pergi ke perusahaan Bimantara Group bersama Kakeknya. Di perusahaan para karyawan sudah menunggu kehadiran Tuan Albert Bimantara yang akan datang hari ini bersama pewaris tunggalnya. Mereka sudah mendapat pesan dari asisten Tuan Albert yaitu Tuan David tentang kedatangan cucu atasannya itu yaitu Nona Camella. Yang kabarnya dialah yang akan menggantikan posisi kakeknya sebagai Ceo di perusahaan itu.


Saat Amel dan kakeknya tiba di loby perusahaan, mereka sudah disambut oleh David asisten Tuan Albert.


" Kakek dan cucu sama sama dingin. Huff." batin David.


" Kumpulkan seluruh karyawan di aula sekarang." perintah Tuan Albert. Lalu Tuan Albert dan Amel langsung menuju ruangan CEO di lantai 30.


" Baik Tuan." jawab David. David lalu menghubungi seluruh kepala divisi dan memberitahukan bahwa semua karyawan diminta untuk berkumpul di aula.


Tok! Tok! Tok!


" Masuk! "


" Tuan, semua karyawan sudah menunggu di aula."


" Hmm.." Tuan Albert langsung beranjak menuju aula di ikuti David dan Amel.


" Selamat pagi semua.. Hari ini saya mengumpulkan kalian semua di sini untuk memperkenalkan pewaris saya yang akan menggantikan posisi saya selanjutnya sebagai CEO di perusahaan ini. Saya mengharapkan kalian bisa menghormatinya seperti kalian menghormati saya. Walaupun dia lebih muda dari kalian, tapi posisi dia jauh di atas kalian." kata Tuan Albert mengintimidasi para karyawannya. Tuan Albert lalu menganggukkan kepalanya kepada Amel.


" Perkenalkan nama saya Camella Bimantara Mahandika atau Amel. Mulai hari ini saya yang akan mengawasi siapa saja di antara kalian yang serius dalam bekerja dan siapa saja yang hanya bermain main di perusahaan ini. Tentunya semuanya akan mendapatkan konsekuensinya." kata Amel sambil melihat semua karyawan dengan tatapan tajam dan menyunggingkan sedikit senyumannya. Namun mereka merinding melihat senyuman nya itu. Setelah itu Amel dan Kakeknya meninggalkan aula.

__ADS_1


" Kalian semua boleh kembali bekerja." kata David. Mereka kemudian membubarkan diri kembali ke divisi masing masing.


" Aku merinding lho melihat senyuman Nona Amel tadi." kata Nita salah satu staff divisi keuangan.


" Iya, dia lebih seram dari kakeknya." tambah Leni.


" Tapi dia tetap paling cantik." kata Doni teman mereka.


" Huss.. Nanti kalau Nona tahu kalian mau di pecat? Lebih baik kita giat bekerja agar tidak mendapat masalah." kata Vio salah satu staff divisi humas.


Mereka kemudian menutup mulutnya dengan tangan. Wajah mereka terlihat ketakutan karena sudah membicarakan atasannya.


Amel memasuki ruangannya yang sudah di siapkan Kakeknya untuk dia. Ruangannya tepat berada di samping ruang Ceo. Pekerjaan pertama yang dia lakukan adalah memeriksa seluruh data karyawannya. Dia memang sudah menyuruh David meminta data karyawannya kepada pihak HRD. Biasanya seorang atasan tidak mau repot mengenal karyawannya. Tapi tidak untuk Amel, baginya itu sangatlah penting. Dia harus mengetahui data karyawannya sedetail mungkin. Karena suatu saat data data itu pasti dia butuhkan. Dan untuk mendapatkan informasi tersebut, Amel tidak membutuhkan bantuan orang lain. Dengan kemampuan yang dia miliki, informasi itu bisa dia dapatkan dalam waktu singkat.


" Ternyata ada seorang penyusup di perusahaan ini." kata Amel sambil mengetuk mejanya. Dia lalu menekan interkom yang terhubung dengan asisten kakeknya.


" Halo Nona.."


" Kak David, ke ruangan ku sekarang."


Tok! Tok! Tok!


" Masuk! "


" Ada yang bisa saya bantu Nona?"


" Ayolah Kak.. Jangan terlalu formal begitu."


" Ini di kantor Nona, maaf saya harus profesional."


" Kamu kirim orang untuk mengawasinya." kata Amel sambil menunjukkan data salah satu karyawan."


" Baik Nona, kalau begitu saya permisi." David memang tidak bertanya alasan nya, karena tugas dari atasannya adalah yang utama.


" Kak David..." Panggil Amel ketika David hendak membuka pintu. David pun menghentikan langkahnya dan berbalik. Saat memutarkan badannya, dia di kagetkan dengan lemparan katak mainan. Yang pasti itu adalah ulah Amel yang jahil.


" AMEEEL..." teriak David yang terkejut sekaligus takut melihat katak itu. David memang phobia dengan katak. Dulu sewaktu kecil, David sering ikut ayahnya ke rumah kakek Amel karena ayah David adalah asisten Tuan Albert. Dan Amel yang usil sering menjahili David. Usia David dan Amel berbeda tujuh tahun. Amel sudah menganggap David seperti kakaknya sendiri. Ide jahil nya muncul ketika melihat David bersikap formal kepadanya.


" Hahaha... Wajah mu lucu Kak.." David yang kesal langsung melempar bantal kepada Amel. Dan mereka pun tertawa bersama

__ADS_1


***


__ADS_2