Cinta Dan Persahabatan

Cinta Dan Persahabatan
Pengawal Setia


__ADS_3

***


" Kak, makan siang yuk. Hari ini aku yang traktir."


" Baik Boss.." Amel menatap tajam ke arah David saat dipanggil bos. Yang ditatap hanya cengengesan.


Amel dan David lalu keluar dari ruangan Amel. Saat di depan para karyawannya, Amel dan David mengubah mimik wajah mereka menjadi datar. Amel dan David menaiki mobil masing masing. Karena setelah jam makan siang Amel akan pergi ke CBM Company. Tadi dia sudah memberitahukan kakeknya. Amel lalu menghubungi pengawal pribadinya yaitu Bagas dan Roy untuk menyusulnya di restoran.


Tak butuh waktu lama mereka sudah tiba di restoran. Saat Amel memesan makanan, David terlihat heran. Setelah pelayan pergi, dia pun bertanya pada Amel.


" Kenapa kamu pesan makanan nya begitu banyak?"


" Aku pesan untuk Bagas dan Roy. Mereka akan datang sebentar lagi."


" Kamu mau ke mana mengajak mereka?" David curiga mendengar Amel akan pergi bersama kedua pengawalnya itu.


" Aku hanya lagi malas nyetir saja."


" Maaf kami terlambat." kata Bagas dan Roy yang baru tiba. Pelayan kemudian datang mengantarkan pesanan mereka.


" Untung saja mereka berdua datang di waktu yang tepat." batin Amel.


" Kalian berdua apa kabar?" tanya David.


" Kabar kami akan tetap sama kalau Bos nya masih sama." jawab Roy santai.


" Sudah bosan kerja?" tanya Amel. Mereka kemudian tertawa. Jika di luar mereka memang terlihat santai tidak seperti atasan dan bawahan.


" Oh ya aku sudah lama tidak bertemu dengan Mike dan Niko. Mereka kemana sekarang?" tanya David. David, Bagas, Roy, Mike dan Niko memang dari usia remaja sudah mengikuti keluarga Bimantara. Mereka di didik, di ajarkan bisnis bahkan di latih beladiri oleh Kakek Amel.


" Mereka berdua aku kirim ke London, untuk mengungsi. Tapi beberapa hari lagi mereka berdua akan kembali." jawab Amel.


" Mengungsi?" tanya David heran. Sedangkan Bagas dan Roy hanya tersenyum.


" Mereka berdua menjebak dua orang gadis." kata Bagas. David lalu melihat Amel sambil menggelengkan kepalanya.


" Hidup kalian tidak bakalan aman jika punya Bos seperti dia.." David sengaja mengejek Amel.


" Seharusnya kalian bersyukur punya Bos yang cantik dan baik sepertiku."


" Nanti kamu juga bakalan merasakannya Vid." kata Roy.

__ADS_1


" Aku sudah siap lahir batin." kata David lalu melirik Amel. Bagas yang mau bicara langsung diam setelah mendapat tatapan tajam dari Amel.


" Aku lebih baik diam saja lah." kata Bagas. Mereka lalu tertawa bersama.


" Aku balik ke kantor dulu. Terima kasih traktirannya Bos cantik dan baik... Nanti datanglah ke rumah, Rey sering menanyakanmu." David lalu pergi setelah mengacak rambut Amel.


" Roy, tolong kamu bayar." Amel menyerahkan kartu nya kepada Roy. Setelah Roy membayar bill nya mereka lalu pergi menuju CBM Company.


" Nona, apa David tahu kalau Nona adalah CEO CBM Company?" tanya Bagas ketika mereka sudah ada di dalam mobil. Bagas sekarang yang menyetir mobil Amel, karena waktu datang ke restoran, Amel memang menyuruh mereka berdua untuk naik taksi.


" Aku belum memberitahunya, nanti saja."


" Sepertinya Nona merencanakan sesuatu." kata Roy. Amel hanya tersenyum. Tidak butuh waktu lama mereka sudah tiba di perusahaan CBM Company. Sesampai di sana para sekuriti dan resepsionis menunduk hormat pada mereka. Karyawan di sana hanya mengetahui bahwa Amel adalah orang kepercayaan Ceo mereka. Mereka tidak tahu kalau sebenarnya Amel lah Ceo sekaligus pemilik perusahaan itu. Dan Amel pun tidak tiap hari datang ke kantor.


Amel langsung menuju ke ruangannya di ikuti oleh Bagas, Roy dan Bella. Sedangkan Nona Meta sudah mengajukan resign dua hari yang lalu.


" Bell, beberapa hari lagi akan ada dua orang yang membantumu di sini menggantikan tugas Bagas dan Roy. Namanya Mike dan Niko." Bagas dan Roy selain sebagai pengawal pribadi mereka juga bertugas sebagai asisten Amel. Mereka berdua membantu tugas tugas Bella.


" Wah berarti kita berdua naik pangkat Roy." kata Bagas.


" Kalian dipecat. Kerjaan kalian tidak becus.." jawab Amel datar.


Plaakk!!


" Aduuh!!" Bagas meringis sambil mengusap kepalanya yang sakit akibat di pukul Roy dengan buku.


" Bell, bagaimana dengan persiapan untuk acara besok?" tanya Amel.


" Semuanya sudah beres, tinggal pelaksanaannya saja." jawab Bella.


" Baiklah, umumkan pada seluruh karyawan tentang pesta besok. Semuanya wajib hadir, yang tidak hadir gajinya akan di potong. Besok kantor di liburkan dan mereka harus absen langsung di tempat berlangsungnya acara." jelas Amel. Di kantornya, Amel memang membuat peraturan jika ada acara kantor semua wajib untuk ikut. Tujuannya agar semua karyawannya selalu mengutamakan kebersamaan dan kekompakan.


" Kalian boleh keluar sekarang." tambah Amel. Bella, Bagas dan Roy keluar menuju ruangan mereka. Bagas dan Roy memang menempati ruangan yang sama dengan Bella. Amel lalu memeriksa dokumen dokumen yang harus dia tanda tangani. Walaupun sudah diperiksa oleh asistennya, Amel tetap akan memeriksanya lagi agar tidak terjadi kesalahan.


๐Ÿ“žEvan Calling...


Amel mengerutkan keningnya saat melihat Evan menghubunginya. Setelah berpikir, dia memutuskan untuk membiarkannya saja. Tetapi ponselnya terus berdering.


๐Ÿ“žEvan Calling...


Setelah panggilan berakhir, Amel lalu mensilent ponselnya kemudian menyimpannya di dalam tas. Amel lalu melanjutkan pekerjaannya agar cepat selesai.

__ADS_1


Tok! Tok! Tok!


" Masuk!"


" Ponsel kamu mana Mel?" tanya Bella.


" Kenapa?"


" Ibumu tadi menghubungi ku, katanya kamu di telpon gak diangkat, pesan juga gak di balas. Kamu di suruh telpon balik, katanya penting." Amel lalu mengambil ponselnya, dia lalu menggaruk kepalanya.


" Bisa dapat omelan dari ibu ratu nih." kata Amel setelah melihat begitu banyak panggilan dan pesan dari ibunya. Bella hanya tersenyum melihat sahabat sekaligus bos nya itu.


" Makasih ya Bell." Bella menganggukkan kepalanya lalu pamit keluar. Amel memutar mutar ponselnya, dia ragu untuk menghubungi ibunya.


" Ada apa mama nelpon ya.. Kenapa perasaan ku tidak enak." batin Amel.


Amel yang sedang melamun kaget mendengar dering ponselnya.


๐Ÿ“žMama Calling...


" Halo mamaku yang cantik dan baik hati.."


" GAK USAH MERAYU MAMA. PONSEL ITU BUAT KOMUNIKASI BUKAN BUAT PAJANGAN. DARI TADI MAMA TELPON GAK DI ANGKAT ANGKAT. SENGAJA KAN.." Amel menjauhkan ponselnya akibat teriakan mamanya yang bikin telinga sakit.


" Kalau Mama nelpon hanya mau marah, lebih baik Amel tutup telponnya."


" Awas kalau kamu berani tutup telponnya, Mama coret nama kamu dari Kartu Keluarga."


" Mama kejam.."


" Nanti malam pulang ke rumah. Kita kedatangan tamu. Kita makan malam bersama."


" Amel gak bisa Ma, lagi banyak pekerjaan."


" Mama gak mau tahu, kamu harus pulang. Ini perintah dan tidak ada penolakan. Jangan buat Mama dan Papa kecewa." Mama Amel lalu memutuskan panggilannya.


" Siapa yang datang ya.. Kenapa aku harus ikut menyambut tamu Papa." Amel berdecak kesal, karena dia tidak pernah suka ikut makan malam bersama teman teman orang tuanya. Tapi dia juga tak mungkin membantah perintah ibunya.


Amel lalu menghubungi Bagas dan Roy, dan bersiap untuk pulang ke rumah orang tuanya. Dari pada mendapat amukan dari mamanya, Amel memutuskan untuk pulang saja.


***

__ADS_1


__ADS_2