
***
" Bagaimana keadaan mereka?" tanya Mike kepada Dokter Fabian yang sekaligus juga sahabatnya dari kecil. Dokter Fabian adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal di Panti Asuhan milik Yayasan Bimantara. Dokter Fabian baru selesai memeriksa pasien pasien nya.
" Tidak ada masalah yang serius, kita hanya menunggu mereka siuman." jawab Fabian.
" Ini sudah satu minggu, tapi mengapa mereka belum siuman juga." kata Niko.
" Mereka tenggelam cukup lama, untung saja nyawa mereka bertiga masih bisa tertolong." kata Fabian.
" Tapi kami datang terlambat, hanya bisa menyelamatkan mereka bertiga. Dan yang lainnya tidak dapat kami selamatkan." jawab Mike.
" Kalian tidak mengabari keluarganya." tanya Fabian.
" Kita menunggu Nona siuman dulu. Kamu tahu kan kalau kecelakaan ini sudah direncanakan. Kami tidak mau membahayakan nyawa Nona." jawab Niko.
" Aku yakin David pasti sedang mencari keberadaan kita." kata Mike tersenyum.
" Kalian tiba tiba menghilang bersamaan dengan kecelakaan Nona Amel. Pastilah David sudah mencurigai kalian." kata Fabian.
" Anak buah kami melaporkan, bahwa David sudah mengerahkan semua bawahannya untuk mencari kami berdua." kata Niko sambil tertawa.
" Kalian sepertinya senang ya membuat David kesusahan. Apa Tuan Zeco dan Tuan Albert tidak bisa menemukan kalian berdua?" tanya Fabian.
" Dari dulu kami selalu disusahkan oleh David. Tapi semenjak kami mengikuti Nona Amel, hidup kami jauh lebih tenang. Kapan lagi kami bisa membalasnya." kata Niko ikut tertawa.
" Tidak ada yang bisa menembus keamanan lokasi pulau ini. Jadi tidak ada yang bisa melacak keberadaan kita di sini. Kecuali Nona Amel sendiri dan satu orang lagi." jawab Mike.
" Satu orang lagi, siapa??" tanya Fabian.
" Hana.." jawab Mike.
" Hana??" Fabian tampak berpikir seakan dia tidak asing dengan nama Hana.
" Anak Ibu Sari ART di rumah Nona." jawab Niko.
" Oh ya anak itu. Dia masih SMA kan?" tanya Fabian.
" Iya, tapi IQ nya luar biasa. Sudah 8 tahun Amel melatihnya semenjak dia masih kecil. Dia bahkan sudah membuat perusahaan Tuan Fahmi kacau balau beberapa jam yang lalu." jelas Mike.
" Dan aku yakin, anak itu pasti sudah tahu keberadaan kita. Karena tadi kami sudah mengirim signal, dia pasti sudah melacaknya." tambah Niko.
" Apa kalian tidak takut kalau dia memberi tahu orang orang di sana, para penghianat itu akan melaporkan pada Bos nya." kata Fabian.
" Tenang saja. Para penghianat itu sudah dibereskan oleh David. Sekarang mereka sedang mengejar pelaku utamanya. Hana sudah melakukan bagiannya dengan sangat baik." jawab Niko.
__ADS_1
" Biarkan David yang membereskan tikus tikus itu. Kita cukup bersantai saja di sini." tambah Mike.
" Dok, Nona Amel sudah siuman." kata suster yang merawat Amel. Dokter Fabian, Mike dan Niko langsung masuk ke dalam kamar pribadi milik Amel.
" Nona..." kata Fabian, Mike dan Niko bersamaan.
Amel melihat mereka satu per satu, lalu melihat keadaan sekeliling nya. Dia kemudian memejamkan matanya untuk mengumpulkan ingatannya.
" Apa Nona ingat siapa saya?" tanya Fabian.
" Oh si cengeng." jawab Amel cuek. Fabian cemberut, sedangkan Mike dan Niko tertawa terbahak-bahak.
" Baru bangun saja kamu udah mau ngajak ribut." kata Fabian kesal. Waktu kecil, Fabian memang sering nangis karena di ganggu Amel. Maka dari itu Amel selalu memanggilnya si cengeng.
" Berapa lama aku tidur?"
" Satu minggu Nona." jawab Niko.
" Bagaimana keadaan yang lain?"
" Maafkan kami Nona. Kami datang terlambat, sehingga kami hanya bisa menyelamatkan Nona, Bagas dan Roy. Yang lainnya tidak tertolong." jelas Mike.
" Bagas dan Roy belum siuman sampai sekarang Nona." jawab Fabian.
" Hei cengeng. Apa kamu dipaksa mereka berdua datang ke sini?" Lagi lagi Fabian cemberut di panggil cengeng yang membuat Mike dan Niko tertawa. Bahkan suster dan pelayan yang ada di ruangan itu juga tertawa.
" Mike, apa kalian sudah mengabari keluarga dan teman temanku?"
" Belum Nona, kami masih menunggu Nona sadar dulu. Tapi tadi pagi kami sudah mengirim signal. Aku yakin Hana pasti sudah melacak keberadaan kami. Karena sudah seminggu ini David tidak menemukan kami." jelas Mike tersenyum.
" Kirim pesan kepada Hana, katakan bahwa aku telah siuman."
" Baik Nona." jawab Mike.
" Kenapa memberitahu Hana, Nona?" tanya Niko heran.
" Bukannya kalian ingin mengerjai David? Aku tahu apa yang ada dalam pikiran kalian."
" Nona memang TOP." kata Mike dan Niko bersamaan. Mike dan Niko tersenyum jahil, sedangkan Fabian menggelengkan kepalanya. Majikan dan anak buahnya sama saja.
" Nona lebih baik istirahat karena baru sadarkan diri. Kami keluar dulu." kata Fabian yang mendapat anggukan dari Amel.
" Terima kasih." kata Amel dengan tulus.
" Sama sama Nona." jawab Fabian, Mike dan Niko tersenyum mendapat ucapan terima kasih dari Amel.
__ADS_1
Setelah mereka keluar, tak lama Amel pun tertidur karena masih terpengaruh efek obat yang diberikan Fabian.
***
Malam harinya di rumah Amel semua orang sudah berkumpul. Bukan hanya Evan dan para sahabatnya saja yang datang. Ternyata orang tua Amel juga datang bersama Kakek dan Nenek Amel. Bahkan beberapa teman dari orang tua Amel juga datang. Mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Karena suasana yang ramai terlihat seperti pesta kecil-kecilan.
Walaupun mereka tertawa dan bercanda, tetapi tetap saja terlihat kesedihan di wajah mereka.
" Bagaimana David?" tanya Tuan Albert Bimantara saat David datang bergabung bersama mereka.
" Semuanya sudah beres Tuan. Berkat bantuan Hana, kita sudah menemukan pelaku utamanya." jawab David.
" Di mana orang itu?" tanya Tuan Zeco.
" Mereka semua yang terlibat sudah ada di markas Tuan." jawab David.
" Siapa yang sudah mencelakai anakku?" tanya Ibu Amel.
" Itu.. Nyonya.. Dia.." David menggarukkan kepalanya bingung dan gugup harus menjawab apa.
" Kenapa kamu jadi gugup? Katakan cepat siapa yang mencelakai cucuku?" giliran Nenek Amel yang bertanya. Semua orang bingung melihat David yang tidak seperti biasanya.
" David..." Mendengar suara Tuan Albert membuat David ketakutan.
" Tuan Daniel..." kata David. Orang tua Amel kaget mendengar nama Daniel. Sedangkan Kakek dan Nenek Amel tersenyum.
" Oh.. Ternyata pesaing cinta. Kerja bagus. Kalian semua akan mendapat bonus bulan ini." kata Kakek Amel sambil melirik anak dan menantunya. Tuan Daniel dan Tuan Zeco adalah pesaing cinta dalam memperebutkan Ibu Amel. Namun Kakek Amel tidak menyukai Daniel karena sifat dan sikapnya. Itulah sebabnya dia mempunyai dendam terhadap keluarga Bimantara.
" Jangan lupa hadiah untuk Hana juga." kata Nenek Amel.
" Tentu saja. Dia akan mendapat penghargaan, kerja nya sangat luar biasa di usia nya yang masih sangat muda." kata Kakek Amel.
" Bagaimana gak luar biasa Kek? Dia kan berguru pada Amel." tambah Jessi.
" Di mana Hana Jes, kok tante tidak melihatnya." tanya Ibu Amel.
" Di kamarnya Tante. Sepertinya lagi belajar." jawab Jessi.
Saat mereka tengah berdiskusi, tiba tiba mereka mendengar teriakan Hana memanggil ibunya sambil berlari menuruni tangga.
" IBU.. IBU..." Hana terus berlari dengan perasaan senang tanpa memperhatikan sekelilingnya. Mereka bingung melihat Hana yang berlari dan berteriak memanggil ibunya.
" IBU.. IBU.. KAK AMEL SUDAH SIUMAN.." Teriakan Hana membuat orang orang di rumah itu terbelalak kaget. Mereka semua yang lagi duduk santai di ruang keluarga langsung berdiri. Bahkan para pelayan dan pengawal yang ada di luar pun berlari masuk ke dalam rumah mendengar teriakan Hana.
" APAAA..."
__ADS_1
Hana menghentikan langkahnya saat mendengar teriakan dari arah ruang keluarga. Dia kaget karena semua orang sedang berkumpul. Dia kebingungan sendiri berdiri di tengah tengah tangga dengan tatapan semua orang mengarah kepadanya. Hana menyesali kebodohannya. Karena terlalu senang mendapat kabar dari Mike bahwa Kak Amel yang sangat ia sayangi selamat dan sudah sadar sehingga dia tidak menyadari kehadiran orang orang di dalam rumah itu.
***