Cinta Dan Persahabatan

Cinta Dan Persahabatan
Menagih Janji


__ADS_3

***


Pagi pagi sekali Amel sudah berada di kantor nya. Hari ini dia berada di kantor milik nya sendiri yaitu CBM Company. Banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan, karena sudah hampir tiga minggu dia tidak datang ke kantor semenjak kecelakaan pesawat itu.


Saat sedang sibuk dengan dokumen dokumen yang menumpuk, ponselnya bergetar karena ada pesan yang masuk.


📩 Vina


" Mel, apa bisa kita bertemu?"


📩 Amel


" Ada apa?"


📩 Vina


" Kamu bertanya ada apa? Hei, Nona Camella jangan main main dengan ku!"


📩 Amel


" Aku lagi sibuk Vin, besok saja ya."


📩 Vina


" Tidak. Aku mau hari ini kita bertemu. Kamu sudah berjanji akan membantuku."


📩 Amel


" Kamu kenapa gak sabaran begitu sih Vin? Aku lagi banyak kerjaan nih. Ganggu aja."


📩 Vina


" Aku gak peduli. Nanti jam makan siang aku tunggu di Cafe Star. Awas aja kalau kamu gak datang!"


Amel hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya. Amel lalu meletakkan ponselnya dan menghempaskan badannya ke sandaran kursi kerjanya. Amel lalu menghubungi Bella melalui interkom yang ada di ruangannya.


" Ada apa Mel?" Walaupun di kantor, Bella tidak pernah bersikap formal kepada Amel. Itu karena Amel sendiri yang memintanya, karena karyawan dan juga rekan bisnisnya hanya mengenal Amel sebagai salah satu orang kepercayaan sang CEO sama seperti Bella.


" Batalkan jadwalku siang ini. Setelah jam makan siang aku akan pulang."


" Tumben kamu ingin pulang cepat."


" Aku ada janji dengan seseorang. Dia mengajak bertemu di Cafe Star saat jam makan siang. Jadi aku tidak bisa memprediksi waktunya kapan aku akan kembali."


" Baiklah, aku akan mengurus semuanya." Saat dia akan berbalik untuk keluar, ponsel Amel berdering. Dan tidak sengaja Bella melihat nama Vina di layar ponsel Amel. Bella mengerutkan dahinya, antara bingung dan tak percaya. Amel kemudian mengangkat ponselnya.


" Ada apa lagi?"


" ... "


" Baiklah, nanti aku alan menemuimu saat jam makan siang."

__ADS_1


Pembicaraan Amel masih di dengar oleh Bella karena dia belum sempat keluar dari ruangan itu.


Amel tersenyum sambil melihat punggung Bella yang semakin menjauh.


Sementara itu Bella mondar mandir di ruangannya. Dia ingin percaya kepada Amel, tapi perkataan Jessi kemarin tidak bisa hilang dari ingatan nya.


" Apa benar Amel dan Vina bekerja sama. Jika Amel bekerja sama dengan Vina, dia pasti punya alasannya sendiri. Tidak mungkin dia akan menghancurkan sahabatnya sendiri." gumam Bella. Bella yang tidak mau ambil pusing lalu mengirim pesan kepada Jessi.


📩 Bella


" Jess, nanti saat jam makan siang Amel akan bertemu dengan Vina di Cafe Star."


📩 Jessi


" Apaa?? Aku sudah bilang ke kamu kalau ada sesuatu antara Amel dan Vina. Kita harus ke sana nanti Bell."


📩 Bella


" Aku gak bisa Jess, aku takut Amel curiga denganku. Kamu saja yang pergi. Atau ajak yang lain saja."


📩 Jessi


" Baiklah kalau begitu. Tapi darimana kamu tahu Amel akan bertemu Vina di Cafe Star."


📩 Bella


" Tadi Amel menyuruhku untuk membatalkan jadwalnya siang ini karena ada janji dengan seseorang. Lalu aku tak sengaja melihat ponselnya waktu Vina menghubunginya. Dan Amel bilang mereka akan ketemu siang ini di Cafe Star."


📩 Jessi


📩 Bella


" 🥵🥵🥵"


***


Amel bergegas ke Cafe Star saat jam makan siang. Dia yakin Vina pasti sudah marah marah karena menunggu nya terlalu lama.


" Maaf, aku terlambat." kata Amel.


" Udah jamuran aku nungguin kamu Mel."


" Siapa suruh kamu datang cepat cepat. Aku lagi banyak pekerjaan."


" Ketus amat sih Mel. Kamu sudah janji untuk membantu ku. Aku gak bisa menunggu lebih lama lagi."


" Emang kenapa? Kamu mau balik ke Paris lagi?"


" Tidak. Aku sudah menetap di sini."


" Lalu kenapa kamu gak sabar menunggu."

__ADS_1


" Ini masalah hati Mel. Kalau aku gak cepat, nanti dia sudah ada yang mengikat hatinya."


" Itu gampang, kamu potong aja tali nya. Kan jadi lepas ikatan nya."


" Iya kalau bisa lepas. Kalau tidak?"


" Aku yang akan memotong nya dengan gergaji untuk mu. Dijamin seratus persen lepas." Amel dan Vina lalu tertawa. Setelah pelayan membawa pesanan mereka, Amel dan Vina menghabiskan makan siang mereka dalam diam.


Tanpa Amel dan Vina sadari, sedari tadi pembicaraan mereka di dengar oleh sahabat sahabat Amel yang duduk di ruangan sebelah dan hanya berbatas dengan tirai. Tadi Jessi memang sudah melihat Vina, jadi dia sengaja memilih tempat yang berdekatan dengan meja Amel dan Vina.


" Apa kamu mencurigai Amel, Jess?" tanya Willy setelah mereka mendengar percakapan Amel dan Vina.


" Kalau kalian?" tanya Jessi kepada Meisya, Sandra, Steve, Willy dan Rendi. Sebenarnya Jessi sangat percaya sama Amel, dia sudah mengenal Amel sedari kecil. Amel tidak akan mengorbankan persahabatn mereka. Tapi dia juga ingin tahu pendapat para sahabatnya.


" Pasti Amel sedang merencanakan sesuatu. Aku percaya sepenuhnya pada Amel." kata Meisya.


" Aku yakin ini kesalah pahaman." tambah Sandra.


Steve, Willy dan Rendi tidak berani berkomentar. Mereka takut nantinya perkataan mereka akan merusak persahabatan dan persaudaraan gadis gadis itu. Tapi Steve sempat merekam pembicaraan Amel dan Vina. Siapa tahu saja suatu saat nanti rekaman itu diperlukan.


" Sebenarnya aku masih penasaran dengan cerita Defa dan Dian. Apa di antara kalian ada yang tahu?" tanya Steve.


" Hanya Defa dan Amel yang tahu masalah itu Kak. Walaupun Defa pemeran utamanya, tapi Amel lah yang lebih tahu masalah sebenarnya. Karena Defa tidak mengetahui apa yang terjadi saat dia koma." kata Jessi.


" Kami belum ada waktu untuk bertanya kepada Amel. Sedangkan Defa, dia lebih memilih menyimpan rahasia itu." tambah Sandra.


" Bagaimana keadaan Kak Johan?" tanya Meisya. Terus terang dia sangat mengkhawatirkan keadaan Johan.


" Dia agak terpukul dengan apa yang dikatakan Amel tempo hari. Walaupun baru sedikit fakta yang diungkap Amel, tapi dampaknya sangat luar biasa untuk Johan." jawab Rendi.


" Amel sungguh luar biasa dalam memporak-porandakan perasaan orang lain." kata Willy.


" Bukan hanya perasaan saja Kak, bisnis kalian pun akan diporak-porandakan jika kalian mencari masalah dengan nya." kata Jessi.


" Teman kalian itu menyeramkam. Dia bahkan bisa berubah menjadi mode singa dengan tiba tiba." kata Steve.


" Bagaimana Evan nanti menghadapinya ya.." kata Rendi.


" Mereka berdua kan seperti tom and jerry. Kalau sudah menikah pasti seru." kata Jessi.


" Tentu saja menikah itu seru. Apa lagi malam pertamanya." kata Riko yang baru datang bersama Johan. Jessi langsung tersedak mendengar ucapan Riko, sedangkan Meisya dan Sandra terdiam dengan wajah yang sudah merona.


" Tumben kalian ngumpul di sini, biasanya ke restoran Johan." tambah Riko lagi.


" Kalian sendiri kenapa bisa ke sini?" tanya Rendi.


" Kita habis ketemu klien tadi, dan waktu mau pulang gak sengaja mendengar suara kalian." kata Johan.


" Eh Jess, kalau kamu mau tahu keseruan setelah menikah. Nih tanya sama Johan. Dia sudah pengalaman." kata Riko sambil menepuk pundak Johan.


" Apaan sih Kak." kata Jessi malu.

__ADS_1


Teman teman nya hanya tersenyum melihat reaksi Jessi.


***


__ADS_2