Cinta Dan Persahabatan

Cinta Dan Persahabatan
Rencana Tuan Albert


__ADS_3

***


Sampai di rumah, Amel lalu menghempaskan badannya ke sofa. Selang beberapa menit datanglah Meisya, Jessi dan Sandra dengan wajah yang kusut. Mereka bertiga menjatuhkan badannya ke sofa yang sama dengan Amel. Mona, Defa dan Bella heran melihat mereka berempat.


" Kalian kenapa pada kusut begitu?" tanya Bella.


" Aku dijodohkan.." jawab Amel, Meisya, Jessi dan Sandra bersamaan. Bukan hanya Mona, Bella dan Defa saja yang kaget, keempat gadis tersebut saling pandang tidak percaya.


" Kalian juga?" tanya Jessi. Amel, Meisya dan Sandra menganggukkan kepalanya.


" Dengan siapa?" tanya Defa.


" Evan.. " kata Amel.


" Rendi.." kata Meisya.


" Steve.." kata Jessi.


" Willy.." kata Sandra.


" Ini memang kebetulan, apa sudah direncanakan?" tanya Bella.


" Tidak mungkin kebetulan. Ini pasti ulah Kakekku." jawab Amel. Mereka menatap Amel dengan perasaan heran.


" M****s aku keceplosan." batin Amel.


" Gak usah bingung. Aku dengar tadi siang Kakek bertemu dengan mereka berempat bersama ayah mereka masing masing." jelas Amel kemudian.


" Apa mereka bertemu di restoran Kak Johan?" tanya Mona.


" Kamu tahu Mon?" tanya Amel.


" Tadi siang aku sama Kak Rangga makan siang di restoran Kak Johan. Tidak sengaja kami bertemu dengan Kakek mu Mel. Kami sempat ngobrol. Kakek bertanya kita sudah punya kekasih apa belum." jelas Mona.


" Terus kamu jawab apa Mon?" tanya Jessi.


" Bukan aku yang jawab tapi Kak Rangga. Dia bilang kalau aku dan dia adalah sepasang kekasih, Kak Riko sedang dekat dengan Bella dan Defa dengan Kak Johan. Terus dia bilang juga kalau keempat sahabatnya yang lain sedang berusaha mendekati kalian berempat, tapi kalian berempat itu tipe cewek yang sulit didekati." jelas Mona.


" Jadi pacar kamu nih Mon yang jadi penyebab nya." kata Sandra.


" Berarti mereka berempat di introgasi juga dong mereka suka sama siapa. Gak mungkin kan kalian langsung dijodohkan begitu saja setelah apa yang dikatakan Kak Rangga. " kata Bella.


" Bener tuh.." kata Mona.


" Gak adil buat kita kalau begitu. Masa hanya mereka yang di suruh milih, kita nggak.." kata Meisya.


" Kalau Jessi dia gak bakalan protes, karena dia kan memang suka sama Kak Steve.." kata Sandra. Jessi melempar Sandra dengan bantal sofa.


" Aku yakin Kakek pasti punya alasan untuk itu." kata Bella.

__ADS_1


" Kita harus tanyakan ini pada Kakek." kata Jessi.


" Terus gimana, apa kalian menerima perjodohan ini?" tanya Defa.


" Menolak juga percuma Mon, ujung ujungnya pasti bilangnya begini 'Kami tidak menerima penolakan ya'." kata Meisya.


" Terima saja nasib cinta kita yang tragis.." kata Amel.


" Maaf Nona, di depan ada yang mencari Nona Amel." kata salah satu pelayan.


" Siapa Mbak?" tanya Amel.


" Katanya dia mengantar mobil pesanan Nona."


" Baiklah, saya akan keluar." Amel dan teman temannya lalu pergi ke ruang tamu untuk menemui tamunya.


" Mana mobilnya?" tanya Amel tanpa basa basi.


" Ada di luar Nona, ini kunci mobilnya." Amel lalu melempar kunci mobil tersebut kepada Mona.


" Ini kunci mobil mu," kata Amel kepada Mona. Mona menangkap kunci mobil tersebut dengan heran. Setelah selesai mengurus surat mobil itu, tamu tersebut pamit pulang.


" Kenapa kamu memberikan mobil itu untukku?" tanya Mona.


" Apa kamu lupa dengan permainan yang kita buat. Ini sudah sebulan, dan kami mengaku kalah dari kamu Mon." jelas Amel.


*........Flashback........*


" Apa gaun di lemari mu itu masih kurang Jess?" tanya Meisya.


" Meisya sayang... Seorang Jessi harus tampil sempurna di mana pun dia berada. Siapa tahu di pesta nanti ada seorang pria yang tampan dan tajir yang terpesona dan bertekuk lutut dengan kecantikan Jessika Alexander," kata Jessi lagi.


" Kayak nya terlalu pagi ya untuk bermimpi." kata Bella.


" Semalam kamu mimpi apa sih Jess, sampai bisa halu kayak gitu?" tanya Mona.


" Jess... kamu udah bosan jomblo?" tanya Defa menggoda Jessi.


" Itu kamu tahu Fa. Aku heran lho!!" kata Jessi menghentikan ucapannya sambil berpikir dan memegang dagunya. Teman teman nya saling melihat dan memberi kode dengan tatapan mata.


" Kita semua memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang ideal. Kok hanya Mona yang punya pacar. Sedangkan kita? Kayak nya gak ada yang tertarik sama kita. Aku jadi penasaran!! Kita yang bermasalah, atau mata Kak Rangga yang bermasalah." lanjut Jessi lagi.


" Awass kamu Jess!! Kenapa malah bawa bawa Kak Rangga," kata Mona tak terima.


" Dasar bucin!" kata Jessi.


" Biarin... Daripada kamu jomblo akut." kata Mona sambil menjulurkan lidahnya.


" Bagaimana kalau kita buat permainan?" kata Amel yang dari tadi hanya diam memperhatikan mereka berdebat.

__ADS_1


" Permainan?" tanya teman teman Amel bersamaan.


" Ehmmm"


" Permainan apa?" tanya Sandra.


" Begini siapa di antara kita yang memiliki kekasih dalam waktu satu bulan maka dia akan mendapat mobil sport terbaru." jawab Amel.


" Baiklah. Siapa takut?" jawab Jessi.


" Aku tidak setuju. Terus aku gimana, aku kan sudah punya kekasih?" tanya Mona.


" Begini saja jika dalam waktu satu bulan, kami belum memiliki kekasih maka kamu pemenangnya." kata Amel.


" Okey.. Setuju." jawab mereka bersamaan.


*........Flashback End........*


" Ternyata bukan mata Kak Rangga yang bermasalah." kata Jessi.


" Hahahaha..."


" Jadi kamu harus mengakui pesona ku Jess." kata Mona mengejek Jessi.


" Iya Jess, kita memang cantik tapi sayang untuk mendapatkan kekasih saja harus dijodohkan." kata Amel yang membuat teman temannya tertawa.


" Bagaimana untuk acara besok malam Mel?" kata Meisya.


" Semuanya sudah diatur oleh Bella. Eh Mon, kamu jangan beritahu Kak Rangga ya. Aku gak mau mereka datang ke acara ku." kata Amel.


" Kan kalian udah gak jomblo lagi, jadi bawa pasangan masing masing dong." ledek Mona.


" S****n kamu Mon." kata Sandra.


" Eits.. Belum resmi ya jadi kekasih. Baru calon." kata Amel.


" Tapi kan kalian sudah menyetujui nya. Berarti sudah resmi dong" jawab Mona yang memang sengaja ingin menggoda mereka.


" Iya, orang tua kalian pasti sudah mempersiapkan acara pertunangan kalian." tambah Defa


" Itu artinya status kalian sudah berubah menjadi calon istri." kata Bella. Mereka tertawa melihat wajah kesal keempat sahabatnya itu.


" Aku tahu kalian membentengi hati kalian dengan dinding pertahanan yang kokoh, agar tidak ada orang yang tersakiti. Tapi aku yakin pasangan kalian pasti mampu menghancurkan dinding pertahanan tersebut." kata Mona sambil menatap Amel dengan penuh arti. Amel merasa pandangan Mona itu berbeda dari biasanya.


" Apa Mona mengetahui sesuatu ya.." batin Amel.


" Iya Mona bawel.. Daripada mendengar ceramah cinta mu, mendingan aku tidur... " Kata Amel lalu pergi menuju kamarnya.


" Aku juga mau tidur.. Da.da.. Mona sayaaang." Jessi juga pergi meninggalkan mereka yang kemudian di ikuti oleh Meisya dan Sandra.

__ADS_1


" Lah.. Kita kok di tinggal." teriak Mona. Kemudian Mona, Bella dan Defa juga masuk ke kamar masing masing.


***


__ADS_2