Cinta Dan Persahabatan

Cinta Dan Persahabatan
Kejahilan Amel


__ADS_3

***


Evan dan Amel benar benar kesal akibat ulah ibu mereka masing masing. Setelah memilih cincin pertunangan, Evan dan Amel tidak diizinkan pergi. Evan dan Amel dipaksa untuk menemani mereka belanja. Satu mall sudah mereka kelilingi untuk membeli keperluan keperluan mereka.


Amel duduk di salah satu kursi di depan toko pakaian wanita sambil memijat kakinya. Amel memang tidak suka berbelanja. Itu sebab nya walaupun sudah berkeliling bersama ibunya dan ibu Evan, Amel tak membeli apapun. Justru ibunya dan ibu Evan yang sibuk memilih untuk dirinya.


" Kenapa?" tanya Evan duduk di samping Amel.


" Kebelet.." jawab Amel kesal.


" Kalau kebelet ke toilet. Kirain kakinya pegel." kata Evan tanpa dosa. Muka Amel memerah menahan emosinya.


" Wajahmu merona karena duduk sama orang ganteng ya?" tambah Evan lagi. Sekarang emosi Amel benar benar sudah memuncak.


" Sekali lagi kamu ngomong, ni heel mendarat ke kepalamu." kata Amel marah.


" Wah!! Nona muda Bimantara berubah menjadi singa betina." ledek Evan.


Amel yang semakin dongkol dengan Evan lalu menarik selendang yang ada di toko tempat dia duduk tersebut. Dia lalu menjadikan selendang itu sebagai kerudung dan juga menutup hidung dan mulutnya dengan selendang tersebut sebagai masker. Dia lalu memukul Evan dengan tas yang dia bawa. Apa yang dilakukan kedua orang itu menjadi pusat perhatian. Bahkan ada juga pengunjung yang coba melerai mereka berdua.


" Aw sakit Mel.. Ampun deh Mel." kata Evan meringis.


" Aduh Nona kalau ada masalah di selesaikan di rumah. Jangan bertengkar di tempat umum seperti ini." kata salah satu pengunjung di sana.


" Ini Bu, suami saya ini sudah keterlaluan. Karena wajah saya sudah jelek akibat luka bakar dia selingkuh dengan wanita cantik dan sexi. Padahal kita menikah baru tiga bulan." kata Amel pura pura sedih. Evan melotot melihat Amel, dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Amel cekikikan di balik selendangnya.


" Anak muda sekarang hanya mau yang cantik dan sexi saja. Apa Tuan lupa janji suci pernikahan kalian?" kata pengunjung lainnya. Evan menggaruk kepalanya karena pusing dengan omelan para ibu ibu di sana.


" Kalau masih cantik bilang nya sayang, tapi sudah cacat langsung ditendang. Suami macam apa kamu ini." kata salah satu ibu sambil memukul Evan dengan tas jinjing nya.

__ADS_1


" Bahkan dia tega mengusir saya Bu. Dulunya justru dia lah yang selalu mengejar ngejar saya. Walaupun sudah sering saya tolak dia tidak pernah menyerah." kata Amel dengan memelas sehingga para ibu ibu di sana merasa kasihan dengannya.


" Hanya wajahnya saja yang tampan tidak dengan hatinya." kata seorang ibu paruh baya. Dia kemudian mendekati Amel.


" Sabar ya Nak. Ibu yakin suami seperti dia akan mendapat karma suatu hari nanti." tambah ibu itu. Amel hanya menganggukkan kepalanya. Pengunjung di sana terus saja mengomel dan memaki Evan. Evan sampai menutup wajahnya karena takut ada paparazi. Untung saja tadi dia menggunakan topi dan kacamata hitamnya. Jika ada yang melihatnya, maka JC Group akan mendapat masalah besar. Apa kata publik jika seorang CEO JC Group diamuk para ibu ibu. Evan sampai merinding membayangkannya.


" Lebih baik aku segera kabur dari sini." batin Evan.


Melihat Evan sudah kabur, Amel kemudian menyelinap keluar dari sana setelah membayar selendang yang dia pakai. Manager toko itu yang sudah mengenal Amel hanya tersenyum sambil geleng geleng.


" Kamu lihat Ra, mereka berdua masih saja kayak kucing dan anjing." kata Mama Amel. Ternyata Ibu Evan dan Ibu Amel melihat semua kejadian tadi. Mereka berdua hanya menjadi penonton saja.


" Iya Dis, mereka berdua sama sama jahil." jawab Mama Evan tertawa. Apalagi melihat anaknya yang kacau menghadapi ibu ibu yang mengomelinya. Bahkan Evan sampai kabur karena hendak dilempar oleh ibu ibu itu.


Amel tertawa terbahak-bahak saat melihat Evan berlari ke arahnya. Amel sudah menunggunya di tempat parkir sedari tadi. Evan menatap tajam ke arah Amel. Amel lalu membuang muka pura pura tidak melihat.


Setelah di dalam mobil Evan masih dalam keadaan mode ngambek. Dia fokus mengemudi dan tidak berbicara kepada Amel. Amel pun tak ambil pusing. Dia memainkan ponselnya dan tersenyum sendiri. Evan hanya meliriknya saja.


Kedatangan Evan bersama Amel menjadi perhatian dari keempat orang yang sudah menunggu di ruangan tersebut.


Tanpa membuang waktu, mereka lalu membicarakan urusan kerja sama antara Mogan Group dan JC Group. Setelah sepakat, kemudian mereka menandatangani berkas kesepakatan kerja sama tersebut.


Setelah Leo dan Vivian meninggalkan restoran itu, sekarang tinggallah mereka berempat di ruangan VIP tersebut.


" Kalian kenapa bisa datang berdua?" tanya Willy. Evan dan Amel saling pandang. Amel tersenyum jahil, sedangkan Evan dengan muka datarnya karena masih kesal dengan Amel.


" Kalian berdua bertengkar?" tanya Steve yang merasa aneh melihat gelagat keduanya.


Amel lalu mengeluarkan ponselnya dan memutar video kejadian saat di mall tadi. Steve dan Willy tertawa terbahak bahak melihat kekonyolan mereka berdua.

__ADS_1


" Kalian berdua memang pasangan yang serasi." kata Willy.


" Sama sama somplak." tambah Steve yang tidak bisa menghentikan tawanya.


" Sini ponselnya." kata Evan. Belum sempat Evan mengambil ponsel itu, Amel sudah lebih dulu merebutnya.


" Gak usah dihapus Kak. Buat kenang-kenangan." kata Amel acuh. Amel lalu menyimpan ponsel nya tanpa melihat ke arah Evan.


" Mel, kamu harus hati hati. Di kepala Evan sudah banyak asap nya." kata Willy cengengesan. Willy memang sengaja ingin memancing kekesalan Evan. Karena dia tahu Evan tidak mungkin marah jika ada Amel.


" Tenang aja Kak. Nanti aku guyur pakai air es. Biar adem." jawab Amel. Steve dan Willy menahan tawanya karena mendapat tatapan tajam dari Evan. Kalian tebak saja muka Evan sudah seperti apa.


" Kak Evan sakit gigi ya. Kok gak ngomong." tambah Amel tanpa dosa.


" Hahahaha..." Steve dan Willy tidak bisa lagi menahan tawanya. Alhasil mereka berdua mendapat lemparan tissue dari Evan.


" Ayo Mel kita pulang. Kita balik dulu Bro." kata Evan sambil berlalu.


" Mel kejar sana. Nanti ngambek lho.." kata Steve.


" Gak usah khawatir Kak. Dia gak bakalan gigit kok." kata Amel.


" Hahaha.. Parah nih anak calon suami sendiri disamakan dengan peliharaannya." kata Willy geleng-geleng.


" AKU DENGAR YANG KALIAN KATAKAN.." teriak Evan. Amel, Steve dan Willy serempak menutup mulut mereka dengan tangannya.


" Kita balik duluan Kak." kata Amel.


" Hati hati.." kata Steve dan Willy.

__ADS_1


***


__ADS_2