Cinta Dan Persahabatan

Cinta Dan Persahabatan
Aksi Hana


__ADS_3

***


Seminggu sudah kecelakaan pesawat tesebut terjadi, namun sampai sekarang belum ada informasi apapun yang mereka dapatkan. Pesawat beserta penumpangnya menghilang tanpa jejak. Tim SAR beserta pihak-pihak terkait bahkan warga sipil pun ikut mencari berharap ada sedikit saja jejak yang ditinggalkan dari peristiwa tersebut. Pencarian sudah dilakukan baik melalui darat, udara maupun laut. Tetapi hasilnya tetaplah nihil.


" Kak, apa belum ada kabar mengenai pencarian Kak Amel?" tanya Hana kepada Jessi dengan wajah sedihnya. Saat ini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga. Beberapa pelayan dan pengawal pun ikut bergabung bersama mereka. Semenjak seminggu ini, mereka tidak bersemangat melakukan aktivitas. Mereka sering duduk melamun dan berkumpul bersama.


" Belum Han. Kamu jangan sedih ya. Kita berdoa saja semoga Kak Amel baik-baik saja." hibur Jessi.


" Semoga ada keajaiban untuk Kak Amel dan yang lainnya. Aku merindukan Kak Amel." kata Hana sambil menangis.


" Kakak juga merindukannya Han, walaupun dia sering menjahili Kakak." kata Jessi.


" BREAKING NEWS "


" BERITA TERBARU HARI INI.. PERISTIWA JATUHNYA PESAWAT PRIBADI MILIK NONA CAMELLA SUDAH MENDAPAT TITIK TERANG. TIM SAR SUDAH MENEMUKAN PUING PUING PESAWAT YANG DIDUGA MILIK KELUARGA BIMANTARA TERSEBUT. PUING PUING TERSEBUT DITEMUKAN SEKITAR 120 KM DARI TITIK TERAKHIR PESAWAT ITU MENGHILANG."


Deg!!


Jessi dan Hana kaget karena saat ini mereka sedang menonton acara komedi di televisi, dan tiba tiba adanya breaking news mengenai kecelakaan pesawat seminggu yang lalu. Hana langsung menangis dan memeluk Jessi. Jessi langsung mematikan televisi nya.


" Kenapa berita nya masih ada. Padahal Tuan David dan Kak Evan sudah menghentikan semua beritanya." kata Bella heran. Satu hari setelah kejadiaan naas tersebut, mereka sudah mendatangi perusahaan media yang menyiarkan berita kecelakaan pesawat tersebut dan sudah menghentikan berita yang sudah tersebar dan juga memblokir berita yang baru.


" Pasti ada yang sengaja ingin menjatuhkan Bimantara Group dan Mahandika Group." kata Meisya.


" Aku jadi penasaran seberapa besar kemampuan orang itu sehingga dia berani mencari masalah dengan Bimantara Group." kata Mona.


" Bell, apa kamu tidak bisa menghentikan berita berita itu. Aku kasihan sama Tante Gladis. Dia pasti tambah sedih mendengar berita ini." kata Sandra.


" Hanya Amel yang bisa melakukannya San. Aku belum bisa menandingi kemampuan Amel." jawab Bella.


" Kita bisa membantu Kak Amel dengan cara lain." kata Hana.


" Cara apa?" tanya Bella. Hana melihat sekelilingnya, Bella yang mengerti langsung mengajak mereka ke ruang kerja Amel.


" Kita ke ruang kerja Amel saja." kata Bella yang berlalu lalu di ikuti oleh yang lainnya. Setelah sampai di ruang kerja Amel, mereka menunggu penjelasan Hana.


" Jadi rencana apa yang kamu maksud, Han." tanya Defa kepada Hana.


" Kita bobol sistem keamanan perusahaan Tuan Fahmi. Dengan begitu dia pasti akan menghubungi sekutunya untuk meminta bantuan." kata Hana dengan senyum polosnya. Jessi dan teman temannya melotot kaget dan tidak percaya dengan yang mereka dengar.


" Tapi bagaimana caranya Han? Hanya Kak Amel mu yang bisa melakukan itu." jawab Jessi.


" Tenang saja Kak. Serahkan semuanya pada Hana." kata Hana membanggakan dirinya.


" Baiklah, sekarang kita semua harus beraksi. Aku, Meisya dan Mona akan bermain dengan saham di perusahaan Tuan Fahmi. Jessi, Defa dan Sandra kalian urus perusahaan media yang memberitakan kecelakaan itu." jelas Bella.


" Siaappp.." jawab mereka serempak.


Mereka kemudian sibuk dengan laptop masing masing untuk menjalankan misi mereka.


***

__ADS_1


Kekacauan yang terjadi di perusahaan Tuan Fahmi akibat ulah Hana membuat terhambatnya kerja para karyawan di perusahaan itu. Ahli IT sedang berusaha memperbaiki sistem keamanan yang diretas. Ditambah lagi jatuhnya saham perusahaan mereka membuat Tuan Fahmi pusing dan tertekan.


Tuan Fahmi duduk di kursi kebesarannya sambil memijat pangkal hidungnya. Satu per satu masalah terjadi di perusahaan yang dirintisnya dari nol. Tiba tiba ponselnya bergetar, dia melihat ada sebuah pesan masuk dari nomor asing.


📩 081***


" KAMU AKAN HANCUR KARENA BERANI MENGUSIK KELUARGA BIMANTARA."


Tok! Tok! Tok!


" Masuk!"


" Tuan..." kata sisten Tuan Fahmi.


" Katakan ada apa."


" JC Group membatalkan kontrak kerjasama dengan perusahaan kita Tuan."


" Apa??" Tuan Fahmi kaget. Belum selesai masalah yang satu muncul lagi masalah yang lain.


Tuan Fahmi yang terkejut lalu menghubungi seseorang.


" ... "


" Halo, kamu harus membantuku sekarang."


" ... "


" ... "


" Baiklah, nanti malam aku akan ke rumahmu.


Setelah menghubungi rekannya, Tuan Fahmi memutuskan untuk pulang dan beristirahat.


***


Sementara itu Di JC Group, Evan sedang membaca laporan dari anak buahnya tentang kecelakaan pesawat yang menimpa Amel.


" Jadi pesawat itu sudah melakukan pendaratan darurat di atas laut?" tanya Evan.


" Benar Tuan. Tapi tak berselang lama pesawat tersebut dihantam ombak besar dan tenggelam."


" Lalu bagaimana dengan para penumpangnya?"


" Saat pesawat itu mulai tenggelam, belum ada penumpang yang keluar dari pesawat. Tapi dari laporan yang kami terima ada helikopter dan speed boat yang tiba di lokasi tidak lama setelah pesawat itu tenggelam. Hanya itu informasi yang kami dapatkan Tuan." jelas anak buah Evan.


" Sekarang kalian cari informasi lengkapnya. Dan kalian cari keberadaan dua orang ini. Namanya Mike dan Niko." kata Evan sambil memberi foto Mike dan Niko.


" Baik Tuan." Anak buah Evan langsung pamit dari sana.


" Tuan, di luar ada Tuan Rendi dan Tuan Rangga." kata Leo.

__ADS_1


" Biarkan mereka masuk."


" Hei Bro, kenapa kami di suruh menunggu di luar?" tanya Rangga.


" Anak buahku sedang melaporkan hasil kerja mereka. Ada apa kalian ke sini." Evan lalu menghampiri mereka di sofa.


" Sudah dapat kabar keberadaan Amel?" tanya Rendi.


" Belum, mereka sempat tenggelam bersama pesawatnya. Anak buahku sedang mencari informasinya." jawab Evan. Lalu mereka bertiga terdiam dengan pikiran masing masing.


" Nanti malam kita ke rumah Amel ya. Aku sudah merindukan kekasihku." kata Rangga.


" Baru juga belum bertemu beberapa hari sudah kangen." kata Rendi.


" Sehari itu bagaikan setahun Bro. Makanya jangan jomblo terus. Cepetan resmikan hubungan mu dengan Meisya." jawab Rangga.


" Bukannya kalian akan bertunangan Ren?" tanya Evan.


" Meisya meminta untuk menundanya dulu." jawab Rendi.


" Terus bagaimana hubungan kalian berdua." tanya Rangga.


" Masih jalan di tempat." jelas Rendi.


" Kenapa gak di ajak lari Bro?" ejek Rangga.


" Kalau di kejar bulldog, dia baru bisa lari Bro." kata Evan sambil tersenyum.


" Bicara soal bulldog, aku jadi ingat sama Amel." kata Rendi.


" Iya Van, dulu kamu sampai naik pohon jambu gara gara Amel melepas bulldog milik penjaga sekolah kita." kata Rangga.


" Gara gara dia, celana sekolah ku robek dan di tertawakan oleh teman teman kita." tambah Evan sambil tertawa mengingat betapa konyol nya mereka dulu.


" Habis salah kamu juga sih, gangguin dia segitunya." kata Rangga.


" Aku kan gak sampai kepikiran dia bakalan melepas si bulldog." jawab Evan.


" Aku jadi merindukan Amel." kata Rendi. Evan lalu melempar pulpen ke kening Rendi.


" Aww.. sakit Bro."


" Awas aja kalau kamu berani memikirkan Amel." ancam Evan.


" Iya deh, aku mikirin Meisya aja." jawab Rendi.


" Hahahaha... Mendingan cari makan yuk. Dengar kalian berdua ribut, bikin aku jadi lapar." kata Rangga beranjak pergi dari kantor Evan.


" Ayo Bro.." kata Rendi sambil merangkul pundak Evan.


***

__ADS_1


__ADS_2