Cinta Dan Persahabatan

Cinta Dan Persahabatan
Dia Memang Keturunan Bimantara


__ADS_3

***


Setelah itu muncullah video pada layar proyektor. Video pertama yang ditampilkan adalah saat Riska sedang berada di apartemen Nia. Dimana Riska dan Nia sedang merencanakan kejahatan mereka kemudian Riska menghubungi seseorang untuk menjebak Amel, Defa dan Bella. Setelah video pertama selesai, dilanjutkan video kedua berlokasi di parkiran Restoran Seafood saat itu Riska dan Nia berencana untuk mencelakai Aira. Dilanjutkan video yang berlokasi di Perusahaan Wiltons Company saat Nia sedang menghubungi seseorang untuk mencelakai Aira.


Para tamu di sana merasa seperti sedang menonton di bioskop. Satu per satu video ditayangkan lewat layar proyektor di hadapan mereka.


Setelah itu semua orang terbengong dan kaget saat video berikutnya diputar. Mereka bergidik ngeri melihat dengan jelas kecelakaan dahsyat yang menimpa Amel. Video itu memutar tragedi kecelakaan di jalan xxx saat mobil yang membawa Aira hilang kendali sampai tabrakan dahsyat terjadi sehingga mobil yang dikendarai Amel masuk ke dalam jurang dan meledak.


Lampu dinyalakan kembali dan ruangan menjadi terang lagi. Riska dan Nia wajahnya sudah pucat karena takut dan malu. Orang tua mereka hendak meninggalkan hotel, namun di cegah oleh anak buah Amel.


" Bukankah sudah aku katakan bahwa tidak ada seorang pun yang boleh meninggalkan tempat ini. Mengapa Tuan Mahesa dan Tuan Aldinata terburu buru untuk pergi. Padahal pertunjukan saya masih belum selesai. Saya belum puas jika belum melihat orang yang mencelakai ku hancur bagaikan butiran debu." kata Amel menatap tajam ke arah kedua orang dan dengan menunjukkan senyum liciknya. Orang orang yang melihat senyuman Amel merinding ngeri.


" Ternyata dia lebih menyeramkan dibandingkan kakek dan ayahnya."


" Dia memang keturunan Bimantara yang sadis."


" Walaupun kejam, tapi tetap manis."


" Jangan berisik!! Kalau dia mendengarnya kita akan dihancurkan."


Kemudian orang orang yang berbisik tadi tiba tiba terdiam setelah Amel menatap mereka dengan tatapan membunuh.


" Dan aku tidak akan melepaskan orang orang yang sudah membuat ku berbaring di rumah sakit." Dan dengan tatapan yang tajam Amel menatap ke seluruh penjuru ruangan. Ada sedikit senyuman di bibirnya saat melihat wajah ketakutan orang orang di dalam ruangan itu.


" Hii.. Amel seram ya." kata Steve.


" Hati hati Bro, nanti Amel dengar." kata Riko. Steve cengengesan lalu saat dia melihat ke arah Amel, Amel memang sedang menatap nya. Steve bergidik, sedangkan teman temannya menahan tawa mereka.


Lalu Amel turun dan menuju ke tempat Riska dan Nia berada. Dia lalu duduk di sana dan mengusir Steve.

__ADS_1


" Pindah sana Kak, aku mau reuni sama teman lama."


Steve pergi meninggalkan meja mereka yang diikuti oleh Evan, Rendi dan Willy.


" Kalau kamu mau reuni sama mereka, aku mau ikut dong Mel." kata Jessi. Mereka berdua saling tatap lalu mengangkat kedua alisnya. Jessi mengambil posisi di samping Amel diikuti oleh Sandra dan Meisya.


Semua orang memandang ke arah mereka. Kira kira drama apa lagi yang akan dimainkan mereka. Para wartawan sudah siap dengan kameranya


" Cuaca di sini panas ya?" kata Jessi sambil mengipaskan tangannya.


" Tapi tidak sepanas suasana hatiku," kata Sandra dengan puitis.


" Kalian mau apa? Belum puas kalian mempermalukan kami?" tanya Riska yang memang sudah menahan kekesalannya sedari tadi.


" Kita hanya mau berbincang saja. Apa tidak boleh? Bagaimana pun kita dulu pernah berteman sebelum peristiwa di London itu terjadi." kata Meisya penuh dengan tekanan.


" Terus terang saja ya Sya, hari ini aku jadi seperti orang bodoh. Apa kalian masih ingat tiga bulan yang lalu mereka menyebarkan berita kalau aku keluar masuk hotel dengan laki laki yang berbeda. Tapi kok bisa ya, aku yang keluar masuk hotel, tapi justru dia yang hamil." kata Amel sambil membentangkan telapak tangannya ke arah Sintia.


" Dua bulan." jawab Amel.


" Kenapa kamu yang jawab Mel?" tanya Jessi.


" Sintia gak mungkin jawab la Jess. Ayah dari anaknya saja dia tidak tahu siapa." kata Sandra.


" APA SIH MAU KALIAN!!! KENAPA KALIAN SELALU MENGGANGGU KEHIDUPANKU." bentak Sintia.


" Aku tidak akan menggangu kalian, jika kalian tidak menggangguku terlebih dahulu." jawab Amel dengan senyuman mautnya.


" Amel, maafkan aku. Kak Sintia yang sudah merencanakan ini semua bersama Riska dan Nia. Tolong jangan sakiti keluargaku." kata Dona memohon. Setelah mengetahui siapa Amel, dia tidak bisa mempertaruhkan keluarganya. Apalagi perusahaan milik keluarganya adalah perusahaan kecil tidak sebanding dengan kekuasaan yang dimiliki keluarga Amel.

__ADS_1


" DONAA.." teriak Sintia, Riska dan Nia.


" Memangnya apa yang kalian rencanakan?" tanya seorang laki laki paruh baya yang tiba tiba datang mendekati mereka.


" Ayah.." Dona kaget melihat ayahnya.


" Kami tidak merencanakan apapun kok Om." jawab Emma gelagapan.


" YAKIN?" tanya Amel penuh penekanan. Mereka saling pandang mendengar pertanyaan Amel. Amel kemudian mengangkat tangannya dan bertepuk tangan dua kali. Lalu muncullah video pada layar proyektor.


Pada video tersebut Sintia bersama dengan Riska, Nia, Dona dan Emma sedang berencana untuk menjebak Evan dan teman temannya. Sintia akan menjebak Evan, agar Evan bisa menikahinya dan bertanggung jawab atas bayi yang sedang di kandungnya. Bahkan rencana itu akan mereka laksanakan malam ini juga di hotel yang memang sudah mereka booking.


Plakk!!


" Dasar wanita murahan!! Beraninya kamu ingin menjebak putraku." teriak ibu Evan setelah dia menampar Sintia.


Sintia memegang pipinya yang memerah sambil menangis. Dia tidak menyangka rencana nya akan hancur sebelum dimulai.


Setelah video tersebut selesai, muncullah video kedua yang menayangkan kejadian di London. Tepatnya peristiwa itu terjadi di kampus, Amel dan teman temannya sedang mengklarifikasi dan memberikan bukti berupa video tindakan tak bermoral yang dilakukan Sinta, Dona dan Emma. Sehingga mereka di DO dari kampusnya.


Kemudian video terakhir yang buat seluruh manusia di ruangan itu merinding. Bagaimana tidak.. Video ini menampilkan puluhan foto m***m Riska, Nia, Sintia, Dona dan Emma yang sedang berada di kamar hotel dengan laki laki yang berbeda beda. Semua foto itu ditampilkan lengkap dengan lokasi dan waktunya.


" Kepada MC saya persilahkan untuk menutup acara malam ini." kata Amel kepada MC sambil tersenyum.


" Sudah selesai pertunjukan nya Nona?"


" Sudah cukup untuk bersenang senang malam ini. Kalau kamu ingin masuk dalam daftar berikutnya silahkan saja."


" Tidak Nona. Terima kasih." kata MC sambil tersenyum. Amel lalu pergi meninggalkan ruangan itu diikuti Meisya, Jessi dan Sandra. Sedangkan Mona bersaudara malam ini akan menginap di rumah orang tua mereka. Setelah MC menutup acara malam itu, petugas keamanan dan polisi masuk untuk membawa Riska dan Nia karena terlibat dalam kasus kecelakaan Amel.

__ADS_1


***


__ADS_2