Cinta Dan Persahabatan

Cinta Dan Persahabatan
Rahasia Amel dan Defa


__ADS_3

***


" Selamat pagi.." sapa Amel, Jessi dan Bella sambil tersenyum kepada semua orang yang sudah ada di meja makan.


" Kalian semalam ke mana?" tanya Mona.


" Kami bergosip mantan terindah sambil menikmati pemandangan di malam hari." kata Jessi acuh.


" Jangan membahas mantan terindah Jess." kata Bella. Jessi mencibir karena perkataan Bella.


" Apa kamu juga punya mantan terindah Bell?" tanya Amel. Bella langsung tersedak, sedangkan Jessi tertawa terbahak bahak.


" Kenapa jadi aku yang kamu tanyakan Mel?" tanya Bella.


" Kalau Jessi aku sudah tahu dia tidak punya mantan terindah. Cinta pertamanya saja baru bisa didapatkan karena dijodohkan orang tuanya." kata Amel tanpa dosa. Jessi langsung melotot ke arah Amel.


" Kalau kamu Mel, bagaimana dengan cinta pertamamu?" tanya Jessi yang ingin membalas Amel. Amel melirik Jessi dibalas dengan senyuman jahil oleh Jessi. Sedangkan para cowok hanya diam sambil menikmati sarapan mendengar obrolan mereka.


" Dia sudah punya kekasih." jawab Amel singkat.


" Berarti bukan Kak Evan dong cinta pertamamu." kata Sandra yang membuat semua orang terdiam.


" Dia musuh pertamaku." jawab Amel datar yang membuat semua orang di meja makan itu terdiam. Mereka melihat ke arah Evan, tapi Evan sepertinya tidak peduli.


" Musuhku calon suamiku. Kayaknya bagus kalau dibuat jadi judul novel." kata Meisya mengalihkan pembicaraan.


" Selamat pagi Nona." sapa Mike.


" Bagaimana?" tanya Amel.


" Semuanya sudah beres Nona." kata Mike lagi. Amel mengangguk lalu Mike meninggalkan ruang makan tersebut.


" Kapan kita berangkat Mel?" tanya Bella.


" Nanti sore saja. Biarkan kakekku menunggu di sana." kata Amel tersenyum.


Setelah selesai sarapan mereka bersantai di ruang keluarga.


" Kalian sudah lebih baik?" tanya Amel saat bertemu dengan Bagas dan Roy.

__ADS_1


" Sudah Nona.." jawab mereka.


" Kalian istirahat saja. Nanti sore kita berangkat. Biar semua pekerjaan diurus Mike dan Niko."


" Baik Nona." jawab Bagas dan Roy.


" Mel, apa kamu mengenal Vina?" tanya Mona yang masih penasaran dengan pembicaraan mereka semalam. Saat ini di ruang keluarga hanya ada mereka bertujuh. Para cowok sudah keluar dari villa setelah selesai sarapan.


" Vina siapa?" tanya Amel.


" Gak usah pura pura tidak tahu deh Mel." kata Mona kesal.


" Merasa tersaingi dengan mantan nih?" goda Jessi.


" Namanya juga laki laki Jess, walau hati mereka tidak ingin namun belum tentu dengan pikirannya. Apalagi jika orang itu pernah ada di hati mereka. Jika sang mantan terus mengejar, akhirnya dia akan tergoda juga. Kucing mana yang tidak tertarik melihat ikan segar dilemparkan ke hadapan mereka." kata Amel.


" Kamu jagan menakuti ku dong Mel." kata Mona.


" Bukan menakuti Mon, tapi kamu harus waspada. Pertahankan apa yang kamu miliki, jika dia pantas untuk di pertahankan. Karena Vina sengaja kembali untuk mengejar mantan pacarnya kembali." jawab Amel. Mona kaget tidak percaya apa yang dia dengar.


" Jika kamu membutuhkan bantuan ku, katakan saja. Aku akan mengurusnya." tambah Amel.


" Tapi Mon, jika seorang perempuan itu sudah terobsesi dengan seseorang dia akan menghalalkan segala cara. Apa kamu siap untuk menerimanya." kata Meisya.


" Aku yakin dengan cinta Kak Rangga untukku." jawab Mona.


" Baiklah, jika dia berani menyakitimu maka kami yang akan memberinya hukuman." kata Bella.


" Aku setuju Bell. Mon, kamu juga harus singkirkan pelakor itu." kata Sandra.


" Sip.." kata Mona mengacungkan jempolnya.


" Lalu bagaimana denganmu Fa? Apa kamu sudah melupakan kejadian di masa lalu?" tanya Amel.


" Ada apa dengan Defa?" tanya Jessi.


" Sebenarnya aku masih takut Mel, aku takut kecewa lagi. Kak Johan sangat mencintai Mamanya Aira." jawab Defa.


" Itu karena dia tidak tahu kejadian yang sebenarnya Fa. Jika Kak Johan tahu, dia tidak mungkin mencintai perempuan itu. Dia menikahinya karena rasa terima kasihnya. Tapi sayangnya dia berterima kasih kepada orang yang salah. Aku berharap Aira tidak menuruti sifat ibunya yang licik itu." kata Amel kesal.

__ADS_1


" Memang ada kejadian apa antara Defa dan Mamanya Aira?" tanya Meisya.


" Kalian ingat kecelakaan lima tahun yang lalu yang meyebabkan Defa koma dan aku terpaksa harus membawanya ke London waktu itu?" tanya Amel.


" Kamu yang membawa Defa ke London waktu itu Mel?" tanya Bella.


" Iya, aku melakukannya untuk melindungi Defa dari perempuan licik itu." kata Amel.


" Apa yang dilakukan perempuan itu?" tanya Sandra.


" Dia..." Perkataan Amel langsung dipotong oleh Defa.


" Sudahlah Mel, tidak perlu di bahas lagi. Semuanya sudah berlalu, aku sudah melupakannya. Lagipula dia sudah meninggal." kata Defa.


" Dia memang sudah meninggal, tapi trauma mu belum hilang sampai sekarang. Kalau kamu memang ingin menjadi ibu sambung untuk anaknya, ceritakanlah masa lalumu itu pada Kak Johan. Jika kamu berat mengatakannya, maka aku siap mengatakan yang sebenarnya. Karena hanya kita berdua yang mengetahui apa yang terjadi waktu itu." kata Amel.


" Biarkan saja itu menjadi rahasia kita berdua Mel. Dia tidak mungkin percaya dengan kita, karena dia sangat mencintai mendiang istrinya. Dia selalu bilang kalau mendiang istrinya adalah wanita terbaik yang pernah hadir dalam hidupnya." jawab Defa.


" Lalu buat apa kamu menikah dengannya. Aku tahu kalau kamu memang mencintainya semenjak kita masih SMP, bahkan sampai sekarang pun kamu tidak pernah membuka hatimu untuk laki laki lain. Tapi bagaimana kamu bisa menjalani rumah tangga kalian, jika di hatimu masih ada perasaan tidak rela." kata Amel lagi.


" Kamu benar Mel. Aku bukanlah orang baik. Aku sangat membencinya saat dia membanggakan mendiang istrinya itu. Padahal banyak kebusukan perempuan itu yang tidak dia ketahui. Tapi apa aku harus membuat dia membenci ibu dari anaknya yang sudah meninggal itu? Kita tidak bisa membalikkan waktu yang sudah berlalu. Aku mau menikah dengannya karena aku menyayangi Aira. Aku menyimpan rahasia ini agar tidak ada rasa benci dan kecewa dari orang orang yang menyayanginya karena dia sudah tenang di sana. Dan aku juga tidak mau Kak Johan merasa bersalah kepadaku." jelas Defa sambil mengusap air matanya.


" Jika kamu siap menanggung semuanya, aku tidak akan memaksamu." tanya Amel.


" Aku bersedia menikah hanya demi anaknya bukan ayahnya." kata Defa dengan tegas. Amel dan yang lainnya terkejut mendengar perkataan Defa. Bahkan ketujuh laki laki yang dari tadi mendengar pembicaraan Amel dan Defa sama terkejutnya. Mereka sebenarnya sudah lama balik ke villa. Tapi mendengar para gadis itu bercerita, mereka memutuskan untuk menguping. Bahkan mereka sudah mendengar dari awal tanpa diketahui ke tujuh gadis tersebut.


" Sebenarnya apa yang terjadi Fa? Apa kami tidak boleh mengetahuinya?" tanya Jessi. Memang dari tadi saat Defa dan Amel berbicara, mereka hanya diam dan menjadi pendengar saja. Karena dari mereka semua memang tidak ada yang tahu kejadian itu kecuali Amel dan Defa.


" Nanti kalian tanyakan saja pada Amel. Dia yang tahu semuanya, bahkan apa yang terjadi saat aku koma hanya Amel yang mengetahuinya." kata Defa.


" Sebaiknya kamu pikirkan dulu keputusanmu untuk menikah. Aku hanya ingin melihatmu bahagia Fa." kata Amel.


" Aku akan memikirkannya Mel. Terima kasih." jawab Defa.


Setelah merasa cukup mendengar pembicaraan gadis gadis itu, Evan kemudian memberi kode kepada teman temannya untuk pergi dari sana sebelum ke tujuh gadis itu mengetahui keberadaan mereka.


Tapi sebelum mereka sempat pergi, Amel sudah lebih dulu melihat mereka. Amel tersenyum penuh arti.


" Aku akan membuatmu merasa ketakukan kehilangan orang yang sangat berharga dalam hidupmu." batin Amel.

__ADS_1


***


__ADS_2