
***
Jika keluarga dan para sahabat Amel sedang bersedih dengan menghilang nya Amel, maka di tempat lain ada yang sangat senang dan bahagia dengan kejadian tersebut. Mereka sedang berpesta merayakan kemenangannya.
" Akhirnya aku bisa balas dendam kepada si tua bangka itu." kata seorang pria paruh baya sambil menghembuskan asap rokoknya.
" Tidak salah kamu mengirim anak buahmu menjadi pengawal dan juga karyawan di perusahaannya." kata teman satu komplotannya yang tak lain adalah Tuan Fahmi ayahnya Denisha. Pria paruh baya itu hanya tersenyum.
" Aku sudah merencanakan ini sangat lama. Tentu saja aku harus mengatur strategi ku dengan baik agar tua bangka itu tidak mencurigaiku. Dan dalam hal ini putri mu juga sangat membantuku." katanya sambil tertawa.
" Tentu saja Om, siapa pun yang menghalangi ku untuk menjadi Nyonya Castello akan aku singkirkan." kata gadis tersebut yang tak lain adalah Denisha.
" Kerja mu cukup bagus Nak, dengan liciknya kamu bisa mempengaruhi orang-orang kepercayaan mereka untuk berkhianat." Denisha tersenyum senang mendengar pujian dari teman Ayahnya tersebut.
*........Flashback........*
Setelah diusir dari ruangan Evan, Denisha pergi dengan kesal. Saat dia sampai di loby, di melihat Amel hendak menemui Evan. Denisha mengurungkan niatnya untuk pergi. Dia kemudian menunggu Amel di dalam mobilnya. Cukup lama dia menunggu di tempat parkir. Rasa kesalnya bertambah saat dia melihat Evan keluar dengan merangkul pinggang Amel. Bahkan Evan tersenyum manis dengan wanita itu.
Denisha lalu mengikuti mobil Evan sampai ke mall. Setelah melihat Evan dan Amel membeli cincin pertunangan, dia pun pulang dalam keadaan marah. Tapi sebelum itu dia sudah menghubungi orang suruhannya untuk tetap mengawasi setiap gerakan Amel. Bahkan dia membayar mahal orang kepercayaan yang bekerja dengan Amel.
Sesampai di rumah, tidak sengaja dia mendengar ayahnya sedang berbicara dengan seorang tamu. Mereka sedang membicarakan rencana untuk menghancurkan Tuan Bimantara. Mendengar itu, Denisha memiliki ide untuk menghabisi Amel.
" Kita punya musuh yang sama Om. Jadi bagaimana kalau kita kerjasama." kata Denisha kepada tamu ayahnya.
" Apa maksudmu Nak. Siapa musuh mu?" tanya ayahnya.
" Cucu Tuan Bimantara Pa. Dia akan bertunangan dengan Evan." jawab Denisha.
" Wah permainan akan semakin seru nih." kata teman ayah Denisha.
Saat mereka sedang membuat rencana, tiba tiba Denisha mendapat pesan dari orang suruhannya bahwa Amel akan berangkat ke London menggunakan pesawat pribadinya malam ini. Denisha tersenyum licik, mereka kemudian melancarkan aksinya.
" Keberuntungan ada di pihak kita Om. Malam ini kita harus memastikan cucu Tuan Bimantara itu tamat." kata Denisha.
*........Flashback End.......*
***
__ADS_1
David sudah mendapat laporan dari anak buahnya tentang data pria misterius yang membuntutinya itu.
" Ternyata orang yang Nona Amel curigai itu anggota mereka Tuan." kata anak buah David. Amel pernah menyuruh David untuk menyelidiki seorang karyawan Kakeknya. Ternyata kecurigaan Amel terhadap orang itu memang benar.
" Kamu cari tahu siapa Bos mereka. Mereka pasti orang suruhan." kata David.
" Apa sudah ada kabar dari orang orang kita yang ada di lokasi?"
" Belum ada titik terang Bos."
" Oh ya, ada satu kabar lagi Bos. Mike dan Niko juga menghilang dari London." David terbelalak kaget.
" Kapan mereka menghilang?" tanya David.
" Hari dan jam yang sama dengan kecelakaan pesawat Nona, Tuan."
" Baiklah, kalian cari tahu keberadaan mereka berdua. Mungkin mereka mengetahui sesuatu." perintah David.
" Baik Tuan." Anak buah David lalu pergi dari rumah David. David sengaja menyuruh anak buahnya untuk datang ke rumahnya karena dia tidak ingin para penghianat tersebut tahu rencana mereka.
" Aku harus menghubungi Evan, untuk mencari informasi tentang Denisha dan ayahnya. Mereka tidak akan aku biarkan lolos." gumam David.
Tak berapa lama mereka sudah berkumpul di rumah orang tua Amel. David meminta untuk berbicara di ruang pribadi. Ayah Amel mengerti, kemudian mengajak mereka ke ruang kerjanya.
" Ada informasi apa David?" tanya Kakek Amel.
" Begini Tuan, orang yang membuntuti saya kemarin adalah salah satu pengawal di rumah ini. Dia bekerja sama dengan salah satu karyawan di Perusahaan Bimantara Group sebagai mata-mata. Kami masih mencari informasi siapa Bos mereka. Tapi dari informasi yang kami dapat, salah satu dari Bos mereka adalah Nona Denisha dan Ayahnya yaitu Tuan Fahmi Adiguna." jelas David.
" Denisha??" kata Evan tidak percaya.
" Apa kamu mengenal nya Van?" tanya Kakek Amel.
" Iya Kek, perusahaan ku dengan perusahaan Tuan Fahmi memiliki kerjasama. Dia selalu mengajak putrinya Denisha saat kami membicarakan bisnis." kata Evan.
" Apa mereka terlibat dalam kecelakaan pesawat yang menimpa Amel?" tanya Bella.
" Kemungkinan iya. Tapi sekarang kami sedang mengumpulkan bukti-bukti. Maka dari itu aku membutuhkan bantuan kalian berdua." kata David.
__ADS_1
" Apa yang bisa kami bantu?" tanya Evan dan Bella.
" Untuk Tuan Evan, aku ingin bantuan mu untuk menyelidiki Nona Denisha dan Ayahnya. Karena aku dengar terakhir kali Nona Denisha pergi ke kantormu kamu mengusirnya dan di saat itu dia bertemu dengan Nona Amel di loby." jelas David. Evan menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan dari David.
" Baiklah, aku akan mengurusnya." jawab Evan.
" Dan untuk Nona Bella, aku ingin kamu mencari tahu keberadaan Mike dan Niko." kata David. Ayah dan Kakek Amel kaget mendengar nama kedua pengawal mereka di sebut David.
" Ada apa dengan Mike dan Niko Vid?" tanya Ayah Amel.
" Siapa Mike dan Niko?" tanya Evan.
" Mereka adalah pengawal pribadi Amel sama seperti Bagas dan Roy. Mereka berdua ditugaskan untuk membantu ku di CBM Company. Bukannya mereka di London Tuan.." kata Bella.
" Mereka menghilang pada hari dan jam yang sama dengan kecelakaan pesawat Nona Amel." jelas David.
" Apa Tuan David mencurigai Mike dan Niko?" tanya Bella.
" Tidak Nona. Mike dan Niko sama seperti Bagas dan Roy. Mereka akan menyerahkan hidupnya untuk melindungi Nona Amel." kata David.
" Satu kemungkinannya. Mereka tahu di mana keberadaan Amel dan yang lainnya." kata Ayah Amel.
" Itu artinya cucuku aman di suatu tempat. Mereka pasti sudah mengetahui kejanggalan pada pesawat tersebut. Mike dan Niko adalah harapan terakhir kita." kata Kakek Amel.
" Aku akan mencari informasi keberadaan Mike dan Niko, Kek." kata Bella.
" Terima kasih Nak." Bella hanya menganggukkan kepalanya.
" Evan.."
" Ya Kek.."
" Bersabar ya Nak. Kita semua kehilangan, tapi Kakek yakin bahwa calon istri mu itu masih hidup." ujar Kakek Amel.
" Iya Kek. Aku juga akan mencari bukti untuk menghancurkan orang orang yang sudah mencelakai Amel." kata Evan penuh amarah.
" Kakek percaya padamu." Kakek Amel lalu menepuk pundak Evan beberapa kali untuk memberi semangat kepada anak itu.
__ADS_1
" Aku harap kamu baik baik saja Mel.." batin Evan.
***