Cinta Dan Persahabatan

Cinta Dan Persahabatan
Menghilangkan Stres


__ADS_3

***


Siang itu Amel menghabiskan waktunya bersama Ibunya dan Tante Maura. Tante Maura sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama dengan Amel. Setidaknya dia bisa meyakinkan dirinya sendiri bahwa Amel memang tidak pernah berubah.


Setelah puas berkeliling mall dan memborong banyak belanjaan, mereka makan siang di restoran yang ada di mall tersebut. Dan sekarang mereka sedang memanjakan tubuh mereka di salon kecantikan langganan keluarga mereka. Setelah keluar dari salon kecantikan hari sudah sore. Amel memutuskan untuk langsung pergi ke Hotel xxx setelah pamit kepada Ibunya dan Tante Maura.


Malam hari di lantai lima Hotel xxx tempat acara yang di gelar oleh CBM Company sudah ramai dipenuhi oleh karyawan CBM Company. Termasuk juga Amel dan para sahabatnya. Malam ini CBM Company menyelenggarakan acara pelepasan untuk Nona Meta Desiana juga sebagai ungkapan terima kasih atas dedikasinya selama ini di CBM Company.


Amel mengundang penyanyi papan atas untuk mengisi acara malam ini. Dia juga mengundang wartawan untuk mempublikasikan acara malam ini. Karena itu sangat berpengaruh dalam perkembangan perusahaannya. Apalagi perusahaan mereka sekarang sedang membuka tender untuk sebuah mega proyek.


" Selamat malam..." Bella men jeda sambutannya sambil mengarahkan pandangannya ke segala penjuru ruangan. Setelah semua orang fokus ke podium Bella lalu melanjutkan sambutannya. Setelah Bella selesai memberikan kata sambutan, dia mempersilahkan seluruh karyawan untuk menikmati pesta tersebut.


Acara pun berlangsung sampai malam. Mereka semua sangat menikmati pestanya, tidak ada batasan antara bawahan dan atasan.


" Semuanya sangat bahagia malam ini. Tapi kenapa wajah kalian berempat di tekuk begitu." kata Kak Meta. Sekarang Amel dan para sahabatnya menempati sofa di pojokan bersama juga dengan Nona Meta dan suaminya.


" Mereka lagi galau Kak, karena dijodohkan sama orang tuanya." jawab Mona.


" Yang benar?" tanya Kak Meta heran. Mereka berempat hanya menganggukkan kepalanya tanda membenarkan ucapan Mona.


" Gak masalah dijodohkan. Siapa tahu itu memang jodoh kalian. Cinta itu akan tumbuh di saat kita sering menghabiskan waktu bersama." kata Kak Anton suami Kak Meta.


" Tuh dengerin kata Kak Anton orang yang sudah pengalaman dalam masalah cinta." kata Kak Meta.


" Sudah berapa gadis yang Kakak buat patah hati?" tanya Amel sambil menaikkan alisnya.


" Berapa ya.. Kakak hitung dulu." Kak Anton menghitung dengan jarinya sambil pura pura mikir.


" Ternyata Kak Anton playboy juga ya.." kata Jessi. Mereka semua tertawa.


" Enak saja. Istri cantikku ini yang pertama dan terakhir untukku." katanya sambil merangkul istrinya dengan mesra.


" Kak, mesra-mesraan nya jangan di depan para jomblo dong." kata Sandra.


" Makanya jangan nolak jodoh yang sudah ada." kata Kak Anton santai.


" Kita kabur yuk Jess." kata Amel tiba tiba. Mereka kaget lalu melihat ke arah Amel.


" Jangan macam macam deh Mel. Nanti kita di gorok sama Kakek mu. Hii.. serem." kata Jessi merinding.


" Kamu takut sama Kakek ku Jess..." kata Amel tertawa.


" Siapa sih yang gak takut sama Kakek mu itu Mel." jawab Jessi. Amel hanya senyum-senyum.


" Lagian kita mana bisa kabur sih Mel. Anak buah Kakek dan Ayahmu pasti bisa menemukan kita walau ke ujung dunia sekalipun." kata Meisya.


" Daripada mikirin masalah ini lebih baik kita nyanyi yuk.. Kita happy malam ini. Lupakan sejenak beban pikiran kita malam ini." kata Jessi.


" Beneran Jess..." kata Amel.


" Ya iyalah. Kalian mau ikut?" tanya Jessi.


" Ayo..."


Mereka bertujuh lalu naik ke atas panggung. Kehadiran mereka di atas panggung menjadi pusat perhatian. Para wartawan pun sudah siap dengan kamera mereka.


Amel dan Meisya mengambil posisi dengan bermain gitar. Defa mengambil posisi dengan bermain piano. Sedangkan Sandra bermain drum. Jessi, Mona dan Bella sebagai vokalis.


" Selamat malam... Malam ini kami akan menyumbangkan sebuah lagu yang berjudul Breathless by The Corrs."


Mereka kemudian mulai memainkan musiknya.


🎵🎵🎵


Go on, go on


Leave me breathless


Come on


The daylight's fading slowly

__ADS_1


The time with you is standing still


I'm waiting for you only


The slightest touch and I feel weak


I cannot lie


From you I can not hide


I'm losing will to try


Can't hide it


Can't fight it


So go on, go on


Come on leave me breathless


Tempt me, tease me


'Till I can't deny this


Loving feeling


Let me long for your kiss


Go on, go on


Yeah come on


And if there's no tomorrow


And all we have is here and now


I'm happy just to have you


It's like a dream


Although I'm not asleep


I never want to wake up


Don't lose it


Don't leave it


So go on, go on


Come on leave me breathless


Tempt me, tease me


'Till I can't deny this


Loving feeling


Let me long for your kiss


Go on, go on


Yeah come on


And I can't lie


From you I can not hide


I've lost my will to try


Can't hide it

__ADS_1


Can't fight it


So go on, go on


Come on leave me breathless


Tempt me, tease me


'Till I can't deny this


Loving feeling


Make me long for your kiss


Go on, go on


Come on leave me breathless


Go on, go on


Come on leave me breathless


Go on, go on


Come on leave me breathless


Go on, go on


Penampilan mereka mengundang decak kagum semua orang. Banyak yang merekam aksi mereka dan menggugah nya ke akun sosial medianya. Penampilan mereka memang luar biasa. Siapa yang menyangka kalau gadis cuek seperti mereka bisa bernyanyi dan bermain musik serta beraksi dengan sempurna.


" Wah.. Penampilan kalian sungguh luar biasa." kata Kak Meta bertepuk tangan saat ke tujuh gadis itu sudah turun dari panggung.


" Kesan gadis cuek dan dingin yang ada pada diri kalian benar benar cocok dengan penampilan kalian tadi. Luar biasa." tambah Kak Anton yang benar benar kagum pada mereka.


" Jangan terlalu memuji kami Kak, nanti kami bisa terbang." kata Jessi.


" Kalau kamu terbang, aku bisa membidik mu dengan ketapel." kata Amel.


" Dan aku akan menyiapkan kolam lumpur di bawah nya." tambah Sandra. Jessi melotot ke arah mereka berdua. Yang lainnya pada tertawa.


" Nanti matamu keluar Jess... Jangan dipelototi terus." kata Meisya.


" Biarin aja Sya, kalau keluar bisa aku ambil buat makanan doggy." kata Amel. Jessi tambah kesal dengan ulah Amel.


" Aku yang waras ini ngalah aja deh..." kata Jessi.


" Jadi kamu anggap kami gak waras Jess." kata Mona.


" Bukan aku ya yang bilang, kamu sendiri tuh." Jessi menjulurkan lidahnya kepada Mona.


" Mon, kalau ada orang waras mau temenan sama orang tidak waras berarti orang itu...." kata Amel tanpa menyelesaikan ucapannya.


" TIDAK WARAAAS..." jawab mereka serempak.


" Hahahahaha..."


" SUDAH PUAAAS?" tanya Jessi marah. Mereka semua kaget dan terdiam melihat kemarahan Jessi. Jessi menatap tajam ke arah mereka satu per satu. Jelas terlihat raut kemarahan di wajahnya. Di saat semua orang dalam keadaan tegang, tiba tiba Jessi tertawa dengan kencang.


" Hahaha... Hahaha..." Jessi tertawa sambil memegang perutnya.


" Kena kan kalian aku kerjain. Hehehe..."


" Minta di hajar nih anak." omel Bella.


" S****n kamu Jess, bikin kita tegang aja." kata Defa.


" Bagaimana? Akting ku bagus kan." Jessi tak bisa menahan tawanya mendengar omelan teman temannya. Amel lalu berdiri dan mengikatkan syalnya ke leher Jessi. Kemudian dia kabur setelah pamit dengan Kak Meta dan suaminya.


" AMELLL..." Jessi berlari mengejar Amel sambil memegang lehernya. Kejadian itu pun tak luput dari kamera wartawan dan pandangan mata seluruh karyawan CBM Company. Mereka tersenyum melihat kelakuan dari kedua sahabat itu.


***

__ADS_1


__ADS_2