Cinta Dan Persahabatan

Cinta Dan Persahabatan
JC Group


__ADS_3

Perusahaan JC Group


Tok! Tok! Tok!


" Masuk!"


" Selamat pagi tuan.." sapa Leo asisten pribadi CEO JC Group.


" Hmm.."


" Jadwal Tuan hari ini jam 10.00 rapat dengan para pemegang saham dan jam 13.00 bertemu klain dari Perusahaan Mogan Group di Restoran DH."


" Baiklah, kamu boleh keluar."


Leo pun lalu pergi dari ruang CEO tersebut dan disambut dengan sekretaris cantik saat dia keluar.


" Keluar keringat dingin ya?" tanya Vivian.


" Iya Vi, suasana di ruang CEO sangat mencekam."


" Kamu kan sudah biasa menghadapi CEO kita yang cold itu."


" Tetap saja aku gemetar jika berhadapan dengannya."


" Sudahlah kita tidak usah menggosip nanti mendapat hukuman dari Bos." kata Vivian.


" Gaji kalian saya potong." kata Vivian dan Leo bersamaan. Kemudian mereka tertawa bersama.


" Bos kalian ada?" tanya seorang wanita cantik dengan pakaian sexi dan ketat.


" Maaf Nona, Tuan lagi sibuk tidak bisa diganggu." Leo berdiri sambil menghalangi wanita itu.


" Minggir. Aku ini calon istri Bos kalian jadi bersikap lah sopan terhadap ku." Wanita itu mendorong Leo dan menerobos masuk ke ruangan CEO. Leo langsung menyusul ke dalam karena tidak mau mendapat amukan dari Bosnya.


Evan menatap tajam ke arah pintu saat melihat ada yang masuk tanpa izin. Evan adalah CEO di JC Group. JC Group adalah perusahaan nomor dua setelah Bimantara Group. Sebagai seorang pengusaha muda yang sukses tentunya menjadi incaran para orang tua untuk menjodohkan anak gadisnya dengan pewaris JC Group tersebut.


" Maaf Tuan, saya sudah melarangnya tapi Nona ini menerobos masuk." jelas Leo.


" Panggilkan security, seret keluar Nona ini." kata Evan.


" Van, apa kabar mu? Kita sudah lama tidak bertemu. Aku sangat merindukanmu." kata Denisha langsung duduk di sofa. Dia tidak berani mendekati Evan, karena dia tahu Evan tidak suka ada cewek yang mendekatinya.


Evan hanya melihat nya saja tanpa menjawab Denisha. Denisha adalah anak dari rekan bisnisnya yang selalu ikut dalam pembicaraan bisnis antara ayahnya dan Evan. Dia memang sengaja di ajak ayahnya untuk mendekati pewaris JC Group tersebut.


" Tuan.." panggil Leo saat dua orang security sudah sampai di ruangan tersebut.


" Cepat bawa dia keluar. Dan ingat wajahnya. Jika nanti kalian masih membiarkan nya berkeliaran di kantorku maka kalian akan aku pecat." kata Evan dengan tegas.


" Saya bisa keluar sendiri. Ingat ini Van, kamu akan menyesal karena sudah berani menolak ku." kata Denisha dengan marah. Evan hanya memandangnya dengan datar. Leo dan kedua security itu pun meninggalkan ruang CEO dan kembali ke tempat masing masing.

__ADS_1


" Ini sudah gadis yang ke 25 diusir oleh Bos kita." kata Vivian.


" Kamu menghitung nya Vi?" tanya Leo.


" Iya, habis nya aku senang melihat wajah mereka saat keluar dari ruangan Bos, hehe.."


" Jangan mentertawakan orang lain, nanti kamu dapat karma."


" Jangan begitu dong Kak."


" Permisi, bisa bertemu dengan Tuan Evan?" tanya Amel yang baru datang untuk menemui Evan. Dia dipaksa oleh ibunya dan ibu Evan untuk datang ke JC Group.


" Nona Camella." kata Vivian terkejut melihat Amel ada di hadapannya. Leo lalu menyenggol Vivian untuk menyadarkannya.


" Tunggu sebentar Nona." kata Leo lalu mempersilahkan Amel untuk duduk. Sedangkan Vivian terus memperhatikan Amel dengan kagum.


Tok! Tok! Tok!


" Masuk"


" Maaf Tuan, di luar ada Nona Camella ingin bertemu."


" Amel.." batin Evan.


Evan sedikit terkejut mengapa tiba tiba Amel bisa datang ke kantornya.


" Persilahkan dia untuk masuk."


" Silahkan Nona.. Tuan Evan menunggu di dalam." kata Leo dengan sopan karena dia tahu tamu Bos nya kali ini bukan orang sembarangan.


" Terima kasih.."


Amel lalu masuk ke ruangan Evan.


" Apa aku mengganggu mu Kak?" tanya Amel langsung menuju sofa.


" Kamu tunggulah sebentar, aku menyelesaikan ini dulu." jawab Evan.


" Sepertinya pekerjaan mu banyak sekali."


" Apa kamu tidak mau membantu ku?"


" Maaf Kak, urusan dua perusahaan saja aku sudah pusing. Jadi Kak Evan selesaikan sendiri aja ya.. Dan jangan lama lama, aku bosan menunggu."


" Kamu diam di situ. Jangan bawel." Amel mengerucutkan bibirnya dikatakan bawel.


Evan lalu melanjutkan pekerjaannya dan Amel memainkan ponselnya sambil menunggu Evan. Sesekali Evan melirik ke arah Amel. Setelah selesai, ia menuju ke tempat Amel.


" Angin apa yang membawa mu ke sini?"

__ADS_1


" Angin ****** beliung." Evan hendak menjawab namun ponselnya berdering.


📞 Mama Calling...


" Halo Ma.."


" Van, apa Amel sudah datang ke kantor mu?"


" Sudah Ma, ada apa?"


" Mama dan Tante Gladis sedang ada di Toko Perhiasan WT. Kalian berdua datang ke sini untuk memilih cincin pertunangan kalian."


Tanpa menunggu jawaban Evan, Mamanya langsung mematikan sambungan teleponnya. Evan berdecak kesal.


" Ckk.. Langsung dimatiin lagi."


" Ada apa?" tanya Amel penasaran.


" Kita di suruh menyusul ke Toko Perhiasan WT oleh Mamaku dan Mamamu."


" Pantesan aku di suruh kemari."


" Terus bagaimana?" Amel melihat ke arah Evan. Dia mengerti maksud dari pertanyaan Evan tersebut.


" Kita jalanin aja dulu Kak." Evan tersenyum mendengar jawaban dari Amel.


" Ayo kita berangkat sekarang." ajak Evan yang disetujui oleh Amel.


Sementara di luar ruangan CEO, Vivian dan Leo sedang bergosip membicarakan Bos mereka.


" Kak Leo, Nona Camella adalah gadis pertama yang tidak diusir saat menemui Bos." Leo menggelengkan kepalanya mendengar celotehan Vivian.


" Apa Kak Leo tahu mereka memiliki hubungan apa?" tanya Vivian lagi. Leo diam saja tanpa menghiraukan Vivian.


Pintu ruangan Evan terbuka, kemudian Evan dan Amel keluar. Evan kemudian meghampiri meja asisten dan sekretarisnya.


" Leo, Vivian setelah jam istirahat kalian langsung ke Restoran DH. Kita ketemu di sana. Sekarang saya mau keluar, rapat untuk pemegang saham jadwalkan ulang untuk besok." kata Evan tegas.


" Baik Tuan." jawab Vivian dan Leo.


Evan dan Amel lalu pergi dari sana menuju lift. Dengan sengaja Evan merangkul pinggang Amel. Amel terkejut dan membulatkan matanya.


" Kak tanganmu!! Jangan mengambil kesempatan ya." Evan hanya tersenyum melirik Amel. Evan tahu, walaupun Amel tidak suka tapi dia tidak akan bikin ulah di depan umum apalagi sampai mempermalukan Evan di depan para karyawannya. Bisa dikatakan Evan mengambil kesempatan. Coba saja kalau di tempat lain, mungkin Evan sudah mendapat pukulan dari Amel.


Vivian yang melihat Bosnya tersenyum sambil merangkul pinggang Amel, dia berteriak heboh. Tak lupa dia mengambil foto Evan dan Amel dari belakang kemudian mengirimnya di grup kantor.


" Kamu senang banget lihat Bos mesra sama cewek." kata Leo.


" Ini moment langkah Kak, harus diabadikan." Leo hanya bisa geleng geleng melihat ulah Vivian.

__ADS_1


Sesampai di loby kantor, Evan tidak mengubah posisinya yang membuat Amel bertambah kesal. Evan tersenyum jahil melihat wajah kesal Amel. Para karyawan yang ada di loby kantor tercengang melihat Bos mereka untuk pertama kali nya bersama wanita. Ditambah lagi dengan senyuman di bibirnya.


***


__ADS_2