
***
Setelah dari Cafe Star, Amel memutuskan untuk pulang ke apartemen nya. Amel selalu pulang ke apartemen nya jika dia memiliki masalah. Entah mengapa dia merasa sangat lemas hari ini, bahkan kepalanya terasa sakit. Dia tidak mau orang di rumah nya merasa khawatir.
Sesampai di apartemen nya, Amel langsung masuk ke kamar dan beristirahat. Tak lama ia sudah terlelap karena kondisi tubuh nya yang kurang sehat.
Saat bangun Amel sedikit kaget karena hari sudah malam.
" Aku tidur apa pingsan." Amel hendak bangun, namun badannya serasa mau remuk. Dengan sekuat tenaga dia bangkit dan kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
" Kenapa beberapa hari ini badan ku sering terasa lemas?" Sambil berendam dalam bathub, Amel terus berpikir tentang kondisi badannya. Berendam dengan air panas membuat badan nya terasa sedikit segar.
Setelah selesai membersihkan diri, Amel kemudian menghidupkan ponselnya. Dia memang sengaja mematikan ponsel nya sedari siang agar tidak ada yang mengganggu nya saat sedang istirahat. Begitu banyak pesan yang masuk saat ponsel nya diaktifkan.
Setelah di lihatnya ternyata pesan dari grup chat Tim Rusuh dan beberapa chat dari sahabatnya.
" Pantesan ramai."
" Mereka mengajak berkumpul di rumah orang tua Jessi jam tujuh malam." Amel lalu melihat jam di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul 20.45, lalu di matikan lagi ponselnya tanpa membalas chat dari para sahabat nya.
Amel lalu mengambil vitamin di tas nya. Setelah meminum vitamin itu, Amel merebahkan lagi tubuhnya di ranjang. Badannya yang begitu lemas, membuat dia tidak berdaya. Dia membaca novel sebelum akhirnya dia tertidur lagi.
***
Kediaman Keluarga Alexander
Malam ini keluarga besar Alexander mengadakan jamuan makan malam untuk keluarga dan para sahabat. Tidak ada acara khusus, hanya makan malam biasa. Pukul tujuh semuanya sudah berkumpul di rumah orang tua Jessi kecuali Amel yang tidak datang. Teman temannya merasa khawatir karena tidak biasanya Amel tidak memberi kabar jika dia sedang sibuk dan tidak bisa datang.
" Kalian sudah menghubungi Amel?" tanya Jessi kepada teman temannya.
" Nomornya tidak aktif sampai sekarang." jawab Meisya.
" Semenjak tadi siang aku tidak bisa menghubunginya." kata Bella
" Terakhir kali kami bertemu dengan Amel tadi siang di Cafe Star." kata Sandra.
__ADS_1
" Iya, saat dia bertemu dengan Vina." tambah Jessi.
" Jadi benar Jess, tadi siang Amel dan Vina bertemu?" tanya Bella.
" Iya Bell. Kalau tidak percaya, tanya saja pada mereka." jawab Jessi.
" Ada hubungan apa Vina dan Bella?" tanya Mona penasaran.
" Entahlah.. Sepertinya ada yang di rahasiakan Amel dari kita." jawab Sandra.
" Aku harap kalian tidak mencurigai Amel. Kita harus menghargai privasi nya. Kadang kadang ada hal yang memang harus kita rahasiakan dari semua orang, walaupun orang itu adalah sahabat, saudara, keluarga ataupun orang yang kita cintai." kata Defa yang membuat semua orang terdiam. Mereka sangat paham maksud dari omongan Defa. Karena Defa sendiri punya cerita yang dia tidak ingin orang lain mengetahuinya.
" Tapi aku khawatir sama Amel." kata Jessi.
" Apa kalian sudah hubungi orang di rumah?" tanya Rangga yang baru satang bersama enam sahabatnya.
" Sudah Kak, Ibu Sari bilang Amel belum pulang dari tadi pagi. Bahkan pengawal yang selalu setia bersamanya juga tidak mengetahui di mana Nona nya." jawab Meisya.
" Apa kalian tahu ke mana biasa Amel pergi?" tanya Rendi. Evan yang mengingat sesuatu, tiba tiba berdiri dan hendak pergi.
" Aku tahu di mana Amel. Kalian lanjutkan saja. Nanti aku kembali lagi." kata Evan terus berlalu dari sana. Evan bergegas menuju ke apartemen Amel. Dia yakin pasti Amel ada di sana.
Evan mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi. Entah mengapa dia merasa sesuatu terjadi dengan Amel. Sehingga dalam waktu singkat dia sudah tiba di apartemen Amel.
Amel yang baru memejamkan matanya, kaget saat mendengar bunyi bel.
" Siapa yang datang?" Amel lalu keluar untuk membukakan pintu. Dia berjalan dengan berpengangan, karena badan nya yang sangat lemas. Dia kaget saat melihat Evan sudah ada di depan pintu apartemen nya.
" Kamu kenapa Mel?" tanya Evan khawatir melihat wajah Amel yang pucat.
" Masuk Kak." Evan langsung masuk dan memegang Amel yang berjalan sempoyongan.
" Kamu kenapa?"
" Aku hanya pusing Kak. Badan ku juga terasa lemas."
__ADS_1
" Kamu sudah makan belum?" Amel hanya menggelengkan kepalanya. Evan kemudian memesan makanan untuk mereka berdua. Karena tadi dia juga belum sempat makan. Amel langsung duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya. Evan pergi ke dapur untuk mengambil minuman.
" Aku antar kamu ke dokter ya." Evan merasa khawatir melihat keadaan Amel.
" Aku gak apa apa Kak. Cukup istirahat saja aku udah baikan."
" Baiklah, kalau sampai besok belum baikan kamu harus ke rumah sakit."
" Kakak seperti ibu ibu, CEREWET..!"
Evan tersenyum, setelah itu dia membukakan pintu karena makanan yang dia pesan sudah di antarkan. Mereka berdua kemudian makan malam bersama.
Setelah selesai makan malam, Evan lalu menghubungi Rendi.
" Halo Van, kamu di mana?"
" Aku ada di apartemen Amel. Dia kurang sehat. Tolong beri tahu yang lain, aku gak balik lagi ke sana."
" Bagaimana keadaan Amel. Apa dia baik baik saja?"
" Dia gak apa apa, hanya kelelahan saja. Aku tutup dulu ya."
" Oke.."
Setelah mematikan ponselnya, Evan melihat Amel yang sudah tertidur di sofa. Dia lalu menggendong Amel ke kamarnya kemudia dia menyelimuti Amel. Cukup lama Evan memperhatikan wajah Amel. Ia kemudian mencium dahi Amel.
" Kamu sangat manis jika sedang tertidur begini." Setelah mengelus kepala Amel dengan lembut, Evan lalu keluar dari kamar Amel dan pergi ke ruang tamu untuk beristirahat di sofa. Karena di apartemen Amel memang hanya memiliki satu kamar. Evan tidak berani pulang ke rumah nya, ia takut terjadi apa apa dengan Amel jika ia tinggalkan sendirian di apartemen nya itu.
Evan kemudian mengingat perkataan Dokter Fabian waktu mereka berada di pulau pribadi milik Amel. Saat itu Dokter Fabian meminta Amel untuk memeriksa kondisinya ke rumah sakit. Dan terlihat jelas kalau Dokter Fabian sangat khawatir dengan keadaan Amel.
" Apa ada hal serius yang dialami Amel?" gumam Evan.
" Aku harus menemui Dokter Fabian besok untuk menanyakan kondisi kesehatan Amel."
***
__ADS_1