Cinta jangan diam

Cinta jangan diam
Episode 13


__ADS_3

Keesokan harinya. Yuta dan una berangkat ke sekolah di antar sama abang ojol yang sudah di pesannya waktu itu, pagi ini saat tiba di sekolah tak seperti biasanya. Kaki terasa berat untuk melangkah, kepala terasa sulit di tegakkan, dan mata terasa kabur untuk memandang.



" ta , , , lo gak pa pa ? " tanya una pada yuta yang dari tadi berjalan di sebelah kanan yuta.



" gue gak pa pa kok " jelas yuta yang tidak sesuai dengan raut wajahnya yang pucat itu.



Setelah berjalan beberapa meter dari gerbang masuk sekolah, pandangan yuta mulai kabur dan tubuhnya mulai lemas saat yuta mau jatoh pingsan seseorang sudah menangkapnya dan menyandarkan kepala yuta dibahunya lalu menggendongnya dibawa ke ruang medis.



Yuta sudah tidak bisa melihat dengan jelas semua sudah menjadi gelap yuta tidak tau siapa yang sudah menggendongnya dia hanya mencium aroma wangi tubuh seseorang yang tidak dia ingat.



Dibawanya yuta keruang medis disana sudah ada petugas medis yang berjaga di ruang itu.



" baringkan dia di sana " kata petugas medis itu sambil menunjuk tempat tidur yang kosong. " yang lain tolong keluar beri dia ruang " lanjut nya



" buk biarkan saya disini saja saya temannya saya sangat khawatir dengannya saya ingin menemaninya " kata una mengkhawatirkan keadaan yuta.


__ADS_1


Petugas medis tidak mengijinkannya dia menyurus semua orang keluar dan mulai memeriksa yuta.



" lo tenang aja yuta sudah di tangani sama ahlinya nanti dia pasti akan segera sadar " kata bina mencoba menenangkan una.



" makasi ya bi, udah mau bawa yuta ke sini " sahut una.



Setelah lama menunggu petugas medis akhirnya memberi kabar pada bina dan una kalo yuta baik baik saja dia hanya kecapekan dan butuh istirahat sejenak.



" teman kalian tidak apa apa, dia sudah sadar dan biarkan istirahat dulu. Baiknya kalian masuk kekelas dan menjenguknya nanti pas jam istirahat " kata petugas itu




Di ruang kelas una sama sekali tidak bisa konsentrasi dengan baik. Dia kepikiran terus sama keadaan yuta yang dia sudah anggap seperti sodara sendiri.



Suasana ruang medis.


Setelah sadar dan meminum obat yuta tertidur dengan pulas. Disana masih ada petugas yang menjaganya. Suara pintu di ketuk masuk beberapa murid mengantarkan temannya yang terluka.


__ADS_1


" permisi buk teman saya ada yang terluka butuh perawatan " kata salah seorang murid



" dudukan dia disana " kata petugas itu " dan kalian bisa kembali olah raga " lanjutnya



" kenapa bisa terluka ? " kata petugas pada orang itu. Orang itu adalah iyaz



" jatoh buk diatas pecahan kaca " kata iyaz.



" ini harus di jahit " kata petugas itu



" gak usah buk ini gak pa pa cuma luka kecil nanti juga sembuh sendiri " kata iyaz



" kalo di obati akan lebih cepat sembuh " kata petugas itu



Saat lukanya di bersihkan terasa nyeri sakit yang namanya luka pasti sakit. Sambil menahan sakitnya iyaz bertanya " siapa buk yang tidur itu ? "


__ADS_1



__ADS_2