Cinta jangan diam

Cinta jangan diam
Episode 40 episode Terakhir


__ADS_3

Yuta pulang dengan tangan kosong, rasanya sudah tidak sabar ingin segera tau siapa siapa saja yang ada dalam daftar itu.


Pulang di antar abang ojol langganannya membuat yuta tenang jika harus pulang agak larut. Sesampainya di rumah yuta di kejutkan dengan adanya iyaz disana yang sudah menunggunya pulang dari tadi. Karna asik maen game iyaz tak sadar kalo yuta sudah berdiri di depannya.


" Ngapain disini ? " kata yuta mengagetkan iyaz.


" Menunggumu pulang " kata iyaz berdiri. " Ada yang mau gue jelasin dan lo masih ada urusan sama gue " lanjutnya.


" Kalo yang lo maksud mau ngejelasin soal lo sama xena, gue gak perlu penjelasan lo. Langsung saja pada intinya urusan lo ke gue apa " kata yuta agak kezal.


" kalo lo gak perlu penjelasan gue soal gue dan xena lalu kenapa lo lari saat liat gue dan xena disana " kata iyaz


" itu ,,, ,,, itu ,,, karna gue sedang buru buru jadi gue langsung pergi, " jelas yuta gugup


" urusan ? benarkah ? kenapa lo gak melihat kearah gue saat gue ajak bicara ? tatapan mata lo gak bisa bohong, air mata lo bisa menjelaskan semuanya kalo lo sebenarnya " belum selesai bicara yuta memotong pembicaraan iyaz.


" cukup iyaz, urusan kita sudah selesai gue capek mau istirahat " kata yuta akan meninggalkan iyaz tapi langkahnya dihentikan oleh tangan iyaz.


" gue udah nungguin lo dari tadi gue cuma ,,,, gak mau ada salah paham di antara kita. Gue ngerti lo capek tetep gue pengen jelasin ke lo kalo gue dan xena gak ada hubungan apa apa. Tadi sepulang sekolah xena di palak sekolah lain semua uangnya di kuras habis dia sangat ketakutan, mukanya sangat pucat, gue cuma mencoba nenangin dia ditempat danu karna kejadiannya tak jauh dari sana. Setelah tenang gue coba antar dia pulang tapi dia menolak gue cuma antar dia ke parkiran. Cuma itu yang mau gue jelasin ke elo. Untuk urusan kita gue cuma gak mau lo ngejauh dari gue dan cuekin gue. " jelas iyaz sambil perlahan melepaskan tangannya yang menggenggam tangan yuta. " Met istiraha ya , gue pamit " lanjut iyaz.


Yuta hanya diam serasa lega kalo iyaz dan xena ternyata tidak ada hubungan apa apa. Yuta pun tak tau musti bicara apa lagi pada iyaz. Masih tak mau bicara dan membelakangi iyaz perlahan iyaz melangkahkan kakinya meninggalkan yuta berjalan kearah sepeda motornya dan pergi dari rumah yuta.


Dipandanginya iyaz yang makin lama makin menjauh. Yuta menjadi merasa bersalah karna sudah bersikap dingin pada iyaz.


Malam ini yuta benar benar merasa tidak tenang dia memiliki firasat yang buruk akan terjadi sesuatu sama iyaz.


" kenapa gue kepikiran iyaz terus ya ,, aduuuhhh ,,, apa karna rasa bersalah ini ? apa gue hubungin dia aja tanya keadaannya ? gak mungkin banget pasti gue bakal terlihat bodoh kalo gitu. Gue coba telfon kak danu aja ya dia kan dekat dengan iyaz coba ah " kata yuta sendiri.


Sudah 2 kali yuta menghubungi danu tapi tidak ada jawaban. Membuat yuta semakin penasaran ada apa ?. Yuta mencoba sekali lagi.


by phone


danu : hallo


yuta : hallooo ,, ee kak


danu : sory ta, tar gue hubungin lo lagi gue lagi dirumah sakit. Iyaz kecelakaan.


ttuuutttuuuu.... Panggilan terputus.


" gue gak salah denger ? iyaz kecelakaan " kata yuta kaget.


chat :


yuta : kak dirumah sakit mana ? bagaimana keadaan iyaz ?


Semalaman yuta menunggu balasan chat dari danu hingga ketiduran sampai pagi tapi belum juga ada balasan. Sewaktu yuta akan berangkat sekolah. Notif di hp nya berbunyi.


chat dari danu.


danu : sory ta baru balas, iyaz gak pa pa dia sudah dirumah kemungkinan dia gak masuk sekolah hari ini.


Yuta pun lega membaca chat dari danu yang mengatakan iyaz gak apa apa, tapi rasa bersalah yuta masih bersarang di hatinya. Yuta pun berniat akan kerumah iyaz sepulang sekolah nanti.


Kegiatan sekolah pun sudah berakhir yuta bergegas ingin ke tempat iyaz karna sejak semalam perasaannya tak tenang.


" yuta " panggil xena menghentikan langkah yuta.


" ya ada apa ? " kata yuta

__ADS_1


" gue mau ngejelasin sesuatu sama lo soal kemaren " kata xena.


" gue gak pa pa kok, iyaz sudah ngejelasin semua ke gue. " kata yuta " kalo gak ada urusan lagi gue balik duluan ya " lanjut yuta meninggalkan xena sendiri.


Sesampainya dirumah iyaz.


" mbok ti,, iyaz ada ? " tanya yuta pada mbok ti.


" ada neng di kamarnya, " kata mbok ti sambil menunjukkan kamar iyaz.


Yuta pun menuju kekamar iyaz di lihatnya pintu kamar yang sedikit terbuka. Yuta pun membuka pintu kamar pelan, dilihatnya iyaz yang masih tertidur di tempat tidur. Tak kunjung membangunkannya yuta melihat lihat sekeliling kamar iyaz, sekilas yuta melihat gantungan kunci yang menempel di tembok yang sepertinya yuta pernah melihatnya. Saat yuta akan mengambil gantungan itu iyaz mengagetkannya.


" yuta " panggil iyaz. " ada apa ? " lanjutnya


" iyaz , gue denger lo kecelakaan, jadi gue kesini buat liat keadaan lo " kata yuta.


" oohhh ,,, gue gak pa pa kok " kata iyaz sambil duduk di tempat tidurnya.


" gue kesini juga mau minta maaf sama lo, soal kemaren, " kata yuta


" gak perlu minta maaf gak perlu merasa bersalah gue gak pa pa " kata iyaz. " Lo dari sekolahan langsung sini ya " lanjut iyaz


" iya ,, " kata yuta


" makan yuk " ajak iyaz sambil berdiri dan berjalan kearah pintu.


" iiyyaa ,, " ucap yuta berjalan mengikuti iyaz dan mencoba melihat sekali lagi gantungan kunci yang menempel di tembok.


Mereka berjalan menuju keruang makan yang disana sudah disiapin makanan sama mbok ti. Iyaz memakan makanannya dengan lahap sedang yuta yang dulunya makan dengan lahap di depan iyaz kini dia makan dengan pelan karna sedang memikirkan sesuatu.


" kenapa tidak dihabisin " tanya iyaz


" gak pa pa gue udah kenyang kok " kata yuta


" yaz lo kan lagi sakit ngapain ikutan duduk disini istirahat gih " kata yuta


" gue bakalan tambah sakit kalo di kamar terus " kata iyaz


yuta terdiam pikirannya melayang entah kemana.


" lagi mikirin apa ? " kata iyaz


" fokus aja sama gamenya gak usah peduliin gue " kata yuta


Iyaz masih maen game lalu menggenggam tangan yuta dan dilanjutkannya yang maen game sambil menggenggam tangan yuta. Yuta kaget yuta hanya diam ingin lepas tapi tak ingin.


" katakan apa yang lo pikirkan. Mata gue tertuju pada game tapi pikiran dan telinga gue tertuju pada lo. Katakan apa yang lo pikirkan, " kata iyaz


" gue ,, ,, mau berterimaksi berkat lo gue jadi tertolong waktu persami kemaren. Kalo gak da lo mungkin gue gak tau dah jadi apa " kata yuta


" terus ,,, ,, " ucap iyaz


" terus maaf gue udah lancang udah berani nyium lo tanpa ijin, gue juga minta maaf soal sikap gue yang kemaren kemaren. Gue gitu karna gue malu soal kejadian persami kemaren " jelas yuta sedikit malu mengatakannya.


Iyaz menghentikan gamenya lalu menatap yuta dalam. " gue gak marah, lo gak perlu minta maaf lo gak salah " kata iyaz.


" makasii " kata yuta senyum tipis.


" lo gak mau tau kanapa gue bisa kecelakaan " kata iyaz

__ADS_1


" mang kenapa ? " tanya yuta


" gue bisa kecelakaan karna sedang mikirin lo " jawab iyaz kembali menatap yuta


" kenapa mikirin gue " kata yuta


Iyaz hanya tersenyum tak menjawabnya.


" Nanti pulang gue anter ya ? " kata iyaz mengalihkan pembicaraan.


" gak usah lo habis kecelakaan biar di anter sama abang ojol " kata yuta.


Tak memaksakan kehendaknya iyaz hanya diam dan mengantarkan yuta ke depan. Saat perjalanan pulang kerumah phone yuta berdering yuta pun menghentikan abang ojol dipinggir jalan dan mengangkat telepon


penelfon : hallo dengan kak yuta


yuta : iya saya, kenapa ya


penelfon : begini kak, kemaren kan kakak menanyakan seputar siapa saja yang membeli gantungan kunci limited edtion it, Ini data sudah kami temukan. Karna gak mungkin disebutkan satu satu maka akan saya kirim via email ya kak


Yuta : iya.


Setelah yuta cek email alangkah terkejutnya yuta dengan salah satu nama yang gak asing. " Ibu sanjaya alamat jl.terate no.10. ini kan alamat rumah iyaz. " kata yuta.


Yuta pun bergegas pulang kerumah mengambil patahan gantungan itu lalu kembali kerumah iyaz. Sampainya disana yuta langsung masuk kekamar iyaz. Di ambilnya gantungan yang dilihatnya tadi ya gantungan yang menempel didinding.


Gantungan itu juga patah dan setelah disatukan dengan yang yuta bawa ternyata cocok. Lega batin yuta senang rasanya orang yang selama ini dia cari yang menolong dia setahun yang lalu ternyata iyaz.


" Yuta ,,, ada apa ? gue pikir lo udah pulang " kata iyaz yang terkejut melihat yuta didalam kamarnya.


Tak menjawab yuta langsung memeluk iyaz sambil berderai air mata. Iyaz terheran dengan sikap yuta.


" ta , ada apa " tanya iyaz


" ternyata orang yang slama ini gue cari itu elo, makasi ya yaz udah nolongin gue udah ada saat itu makasii banget " kata yuta sambik terisak


" maksud lo apa gue gak ngerti " kata iyaz bingung.


Lantas yuta menunjukkan gantungan kunci yang patah itu.


" elo kan orangnya yang nolongin gue satu tahun yang lalu " kata yuta


" itu gantungan kan patah bukan karna kejadian wakru itu " kata iyaz


" jadi lo sudah tau kalo gue orang yang lo tolongin setahun yang lallu" kata yuta


" iya ,,, gue ingat dan gue gak lupa kejadian itu "


" kenapa lo gak bilang ke gue " kata yuta jadi kezal


" lo nya gak pernah nanya kalo gue bilang tar dikira ngaku ngaku " kata iyaz


Yuta kembali merengek dan iyaz mencoba menenangkannya. Yuta sangat bahagia saat itu ya senang rasanya lega batinnya sampai tak tergambar dengan kata.


TAMAT


Nb :


Hai semuanya Terimakasi ya sudah membaca novel saya. Saya selaku penulis yang masih mempunyai banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan atau jalan ceritanya, saya minta maaf kepada semua pembaca novel ini. Kritik dan saran sangat saya harapkan untuk memperbaiki kekurangan yang saya miliki.

__ADS_1


Untuk novel cinta jangan diam akan ada kelanjutannya so di tunggu ya next critanya.


Terimakasi


__ADS_2