Cinta jangan diam

Cinta jangan diam
episode 37


__ADS_3

Merasa yuta tiap hari menghindarinya iyaz mencoba mencaritau apa penyebabnya. Tiap yuta di tanya jawabnya selalu beralasan a i u e o gak jelas gak nyambung dan slalu menghindar.


Yuta pun makin dekat dengan bina tiap makan di kantin mereka selalu berdua. Banyak yang mengira kalo mereka sedang pacaran.


Saat yuta dan bina makan di kantin iyaz dan xena pun jaga makan berdua disana. Duduk di tempat yang tidak jauh dari mereka. Iyaz dan yuta pun saling curi pandang satu sama lain. Kelihatannya mereka yuta dan iyaz makan dengan pasangan masing masing tapi nyatanya. Mereka saling memikirkan satu sama lain.


" xena bentar " kata iyaz sambil mengusap mulut xena yang belepotan.


Yuta yang melihat itu merasa tidak suka, dan raut wajahnya pun mengatakan hal yang sama. Iyaz tersenyum melihat ekspresi wajah yuta seperti itu. Selesai makan yuta mengajak bina untuk segera kembali kekelas.


Saat yuta akan berjalan tiba tiba dia hampir jatuh dengan spontan di tangkap bina yang berada di belakangnya.


" lo kenapa ta,, lo gak pa pa kan " kata bina


" gue gak pa pa bi, cuma terpeleset aja gue kurang hati hati " kata yuta sambil melirik kearah iyaz. Yang ternyata iyaz juga reflek berdiri dari tempat duduknya seakan ingin menolong yuta tapi sudah ada bina disana.


" ati ati ya ,,, " kata bina


" iya bi " ucap yuta lalu meninggalkan kantin.


Melihat kedekatan bina dan yuta, iyaz pun merasakan hal yang sama tak menyukainya.

__ADS_1


Suatu hari saat pulang sekolah yuta dikejutkan dengan menemukan kunci motor yang terjatuh di parkir sekolah. Saat dilihatnya dia merasa tidak asing dengan gantungan kuncinya.


" Gantungan kunci ini ? sepertinya pernah liat tapi dimana ya " kata yuta sambil berfikir keras. Ya gantungan kunci yang sama yang yuta simpan di kamarnya. Gantungan kunci milik seorang misterius yang menolong yuta waktu itu.


" ini gak mungkin, apa benar orang itu satu sekolah dengan gue ? " kata yuta


" ternyata elo yang nemuin , ketemu dimana ta ? " kata bina mengagetkan yuta


" apa bi ini punya elo " kata yuta menunjukkan kunci yang dia temukan.


" iya, makasi ya udah bantu gue nemuin " kata bina senang.


" kunci ini milik bina ? gantungan itu ? apa mungkin bina orang yang udah nolongin gue dulu ? " kata yuta dalam hati.


Berkali kali bina memanggil nama yuta tetap saja yuta masih melamun. Lamunannya buyar saat dia melihatnya iyaz yang berjalan menuju sepedanya.


" iyaz kenapa bukan dia " batin yuta


" ta halo ,,, " kata bina yang masih berusaha menyadarkan yuta


" ah , iya bi , ada apa ya " kata yuta jadi linglung sendiri

__ADS_1


" mau gue anter pulang ? " kata bina


" gak usah bi gue udah di tunggu abang ojol kok lo duluan aja " kata yuta.


Dalam hati yuta merasa masih belum percaya kalo orang yang menolongnya waktu itu adalah bina. Seperti kebetulan sekali mereka satu sekolah dan saat ini mereka juga sedang dekat. Apakah benar bina orangnya ?.


Pikiran yuta yang melayang dari tadi sampai tak sadar kalo dia sudah berada di pinggir jalan raya. Dan iyaz yang sedang membeli rokok di pinggir jalan melihat yuta yang berjalan dengan tatapan yang kosong hampir tertabrak mobil, iyaz langsung menarikn yuta kedalam pelukaannya.


" cari mati ya ,,, " bentak iyaz yang suaranya menyadarkan yuta.


" iyaz " ucap yuta " kenapa bukan elo " lanjutnya


" gue kenapa ? " tanya iyaz heran


" eh ,, gak kok, gak pa pa " kata yuta


" lo mau kemana ? " tanya iyaz


" mau pulang " jawab yuta


" gue anter lo pulang " kata iyaz

__ADS_1


Sebelum yuta menolak atau mengiyakannya iyaz sudah menggenggam tangan yuta dan mengajaknya naik sepeda motor yang dia parkirkan di pinggir jalan.


Entah kenapa saat dekat dengan iyaz, yuta merasa tenang. Rasanya ingin selalu di dekatnya, rasa ini berbeda dengan rasa yang yuta rasakan saat yuta dekat dengan bina.


__ADS_2