Cinta jangan diam

Cinta jangan diam
Episode 30


__ADS_3

Acara pembukaan sudah selisai dan dilanjutkan dengan perkenalan masing masing anggota. Tiap kelas di bagi menjadi 2 tim setiap tim terdiri dari 10 orang. Dan setiap tim ada 2 kakak senior yang menjadi pembina.


Tanpa di tunjuk satu persatu anggota memperkenalkan diri, meskipun sudah saling kenal satu sama lainnya. Setelah acara perkenalan selesai dilanjutkan dengan game dimana setiap tim mewakilkan 3 orang untuk bermain dengan tim lain.


Kali ini yuta mendapat giliran memainkan game berpasangan dan yang menjadi pasangannya bermain adalah bina. Saling lempar senyum menandakan kalo mereka menyukai jikalau di jadikan pasangan dalam game ini.


Di keramaian iyaz masih saja sempat sempatnya curi pandang kearah yuta. Saat tau pasangan main game yuta adalah bina, iyaz menjadi sedikit khawatir. Game dimulai senior memberikan arahan.


Tiap pasangan mereka diwajibkan menaruh tangannya dibelakang dan berjalan berhadapan sambil membawa balon di kening mereka. Game dimulai yuta dan bina saling berhadapan dan hanya berjarakan sebuah balon udara yang menempel dikening masing masing.


Baru beberapa melangkah balon yang dibawa yuta dan iya terlepas dan spontan wajah mereka saling berdekatan sangat dekat tinggal beberapa centi saja mereka bisa saling berciuman. Mereka jadi saling menatap satu sama lain tak menghiraukan kebisingan diruang itu.


keduanya pun saling lempar senyuman dan ada rona merah di pipi yuta. Melihat itu semua, iyaz tidak menyukainya, diapun beranjak pergi meninggalkan ruangan itu.


Saat bina sedang mengambil balon lagi yuta melihat kearah tempat iyaz berdiri tapi tak menemukannya, diliatnya kesekeliling ruangan dia tak mendapatkannya.


Permainan berakhir semua tim di berikan waktu buat istirahat, tidak diijinkan untuk keluar halaman sekolah. Karna ini sudah malam dan sangat berbahaya.


" capek gue na ,,, " kata yuta

__ADS_1


" ya elah tapi lo menikmatikan bermain dengan bina, gue aja baper liatnya " kata una tersenyum.


" bisa aja lo,,, cari makan yuk ? " kata yuta


" cari kemana kan gak bokeh keluar sekolah, kantin jam segini juga tutup " kata yuta


Lalu para senior memasuki ruangan dengan membawa beberapa kotak nasi untuk makan malam bersama. Dibagikan kesemua anggota satu persatu dan juga air mineral.


" Untung dapat makan kalo ngga ,, " kata yuta belum selesai.


" Kalo ngga kenapa ? " kata bina menyela


" boleh ikut makan disini ?" tanya bina


" boleh , , " kata yuta


" tadi lo jago mainnya berkat arahan dari lo kita bisa ngumpulin balon banyak tadi " kata bina


" permainan lo juga bagus kok " kata yuta

__ADS_1


Selesai makan semua anggota hanya berbincang karna masih jam istirah. Merasa haus yuta pergi mengambil minuman. Di samping tempat minum ada sebuah kue yang sangat menggoda. Ada kertas kecil disamping kue itu bertuliskan buat yuta.


Karna merasa masih lapar tanpa berpikir panjang yuta pun memakan kue itu, awalnya kue itu rasanya enak. Lama kelamaan pedas yang sangat luar biasa meledak dimulut yuta.


" hhhuuuhhh , ya tuhan pedas banget " kata yuta kepedasan sambil mengibas ibas mulutnya.


Seperti orang kebakaran yuta mencoba meminum beberapa air mineral tapi tak juga reda. Dia mencoba berlari keluar sekolah mencari penjual minuman dingin untuk meredakan pedasnya.


" wuuuhhh gimana nich pedasnya masih terasa, dan gak ada yang jual minuman dingin. wuuhhh gue gak tahan lagi " kata yuta menangis.


Setelah berlari kesana kemari tak juga ditemukan penjual es, yuta bertemu dengan dua orang pemuda yang tak dia kenal membawa sebotol minuman berwarna putih dan ada es didalamnya. Di samperin mereka oleh yuta.


" kak boleh minta tolong gak kak , gue kepedasan nich boleh minta minumnya gak , gue udah g tahan pedasnya wuuh wuhh " kata yuta


Kedua pemuda itu hanya diam dan saling memandang. Karna sudah tak tahan yuta pun merebut minuman itu dan meminumnya sampai habis.


" kok rasanya aneh bukan seperti air mineral " kata yuta heran


" ya bukan lah ini itu bukan air mineral. Karna eneng sudah menghabiskan minuman kita berarti sebagai gantinya eneng harus ikut kita ". kata salah satu pemuda itu.

__ADS_1


__ADS_2