Cinta jangan diam

Cinta jangan diam
Episode 22


__ADS_3

Melihat yuta yang masih berdiri mematung di tengah jalan iyaz menaiki sepedanya dan menghampirinya.


" naik " kata iyaz membangunkan yuta dari lamunannya.


Mengiyakan ajakannya yuta lalu naik ke atas motor yang sudah ada di sampingnya. Beberapa menit perjalanan mereka sampai di resto milik danu.


" sepertinya danu sedang tidak ada di kantornya. Kita makan dulu ya ." ajak iyaz sambil duduk di salah satu meja restoran.


Tak percaya dengan omongan iyaz, yuta pun mencari danu keruangannya ternyata tidak ada.


" kak, mau tanya kak danunya kemana ya " tanya yuta pada salah seorang pegawai di situ.


" pak danunya baru keluar kak " jawabnya


" kapan kembalinya " tanya yuta


" wah kurang tau ya kak, " jawab pegawai itu sambil lalu.


Kecewa danu tak ada yuta kembali ke meja tempat iyaz duduk sambil mainin hpnya.


" kok lo tau kalo kak danu gak ada " tanya yuta


" gue gak liat mobil danu diluar " jawab iyaz yang masih memainkan game di hpnya.


Melihat iyaz yang asyik maen game yuta melihat lihat ke sekeliling siapa tau danu sudah kembali.

__ADS_1


" gue laper " kata yuta


Mendengar itu iyaz menghentikan gamenya dan menaruh hpnya di atas meja lalu memesan makanan seperti biasanya.


" gue keluar bentar ya, " kata iyaz sambil berdiri lalu pergi meninggalkan yuta yang duduk di depannya.


Tiba tiba hp iyaz berdering tak ingin tau siapa yang telfon yuta hanya membiarkannya. Sudah tiga kali hp iyaz berbunyi dan iyaz belum juga kembali jadi yuta pikir itu telfon penting dan dia pun mengangkatnya.


Di layar hp iyaz


Ibuku memanggil


ibu nya iyaz : " halo iyaz , kenapa lama sekali tak angkat telfon ibu nak ? "


yuta : " halo tante ini yuta temannya sekolahnya iyaz "


yuta : " dia baru keluar tante dan hp nya tertinggal di meja "


ibu nya iyaz : " tolong bilang ke iyaz nanti kalo mau pulang suruh ambil kue pesenan ibu di toko kue langganan ibu ya, nak "


yuta : " iya tante nanti saya sampaikan pada iyaz "


tuuut tuut panggilan berakhir. Suasana hati yuta langsung berubah dia sangat ingin ibunya menghubunginya sampai tanpa sadar air matanya mengalir membasahi pipi. Makanan yang di pesan sudah datang tapi yuta tak kunjung memakannya padahal sudah laper banget dia menunggu iyaz kembali.


" Kenapa makanannya belum di makan ? katanya laper " kata iyaz sambil duduk.

__ADS_1


" Gue nungguin lo, lama banget dari mana ? " kata yuta


" kenapa ? kangen ya ,, " goda iyaz


" apaan sich " kata yuta


Yuta pun lanjut memakan makanan yang sudah dari tadi di depannya. Pelan pelan dia memakannya karna ada sesuatu yang sedang dipikirkannya. Ya ,, ,, dia merindukan ibu nya dan juga ayah nya.


" boleh tanya gak " kata yuta.


Karna masih ngunyah iyaz menganggukan kepalanya membolehkan yuta bertanya.


" lo pernah gak marah sama orang tua lo " tanya yuta.


" Pernah, tapi dulu waktu gue masih SMP gue sering ngambel sama ibu gue " jelas iyaz


" kenapa ngambek " tanya yuta lagi


" ibu slalu sibuk sampai lupa kalo punya anak, karna gak pernah ngurus gue , gue jadi anak nakal, sering berantem di sekolah. Sering bolos. Ibu sering di panggil kesekolah gara gara itu, pas dirumah gue di omelin habis habisan. " kata iyaz.


" Pernah gak lo berpikir buat kabur dari rumah ?" tanya yuta lagi.


" Pernah,, karna sakit hati gue di omelin sama ibu. Gue tidur di rumah temen gue selama 3 hari dan gak masuk sekolah. Ibu nyariin gue kemana mana sampai sampai mau lapor ke polisi. " kata iyaz.


" Trus yang bikin lo mau memaafin ibu lo apa ?" lanjut pertanyaan yuta.

__ADS_1


" Gue liat ibu gue menangis di dalam doanya, dan ada nama gue disana. Gue sadar kalo ibu sayang ma gue dengan cara yang seperti itu. Tiap orang tua kan beda beda cara mereka menyampaikan rasa sayang ke anaknya. Gue cuma tau ibu gue sibuk kerja tapi gue gak pernah tau ibu slalu menyebut gue dalam tiap doanya "


Mendengar jawaban iyaz tanpa disadari air mata yuta menetes.


__ADS_2