
Malam berlalu begitu cepat tak terasa sebungkus rokok telah habis oleh iyaz seorang diri.
Pagi mulai menyapa persiapan penutupan persami sudah di persiapkan, semua anggota dan juga senior berkumpul diaula untuk melaksanakan penutupan persami. Suara tepuk tangan membangunkan yuta yang dari semalam tidur sangat nyenyaknya.
" aaauuuucchhh ,,, ,, kepala gue pusing banget " kata yuta terbangun dari tidurnya. Pandangan yang masih agak kabur membuat yuta urung bangun dari tempatnya.
" bangun ta,, mau sampai kapan lo tidur terus, ini udah pagi " kata una yang dari semalam menemani yuta di ruang medis.
" una kenapa kepala gue pusing banget ya , " kata yuta memegangi kepalanya.
" mang lo gak inget yang terjadi semalem ? " kata una
Tak menjawab yuta masih merintih kesakitan di kepalanya. Kemudian bina masuk keruang medis mengabarkan kalo persami sudah di bubarkan dan boleh pulang kerumah.
" ta ,, gimana keadaan lo ? " kata bina duduk di dekat yuta
__ADS_1
" kepala gue pusing " kata yuta masih memejamkan matanya
" biar gue panggil taksi buat nganter kalian pulang, " kata bina.
Yuta mencoba untuk berdiri tapi masih sempoyongan. Una membantunya berjalan dengan memapahnya karna kalo tidak di bantu gak bakalan sampai rumah. Yuta berjalan sambil menutup mata karna pusing yang tak kunjung berkurang.
" ta biar gue gendong ya ,, ? " kata bina yang sudah ada di sampingnya.
Tiba tiba yuta teringat malam itu kalo dia di gendong seseorang tapi siapa? ingatannya masih belum kembali sepenuhnya.
" udah bi lo gendong aja biar cepet, taksinya udah nungguin noh tar kelamaan kalo lo jalannya kaya gini " kata una
Bina langsung membopong yuta tanpa menunggu jawaban darinya. Sedangkan dari kejahuan iyaz melihat yuta dan bina, tidak senang raut wajah iyaz mengatakan itu.
" iyaz " sapa xena yang sudah dari tadi berada di belakangnya.
__ADS_1
" ada apa " kata iyaz
" gue ,,, ngaku salah, gue minta maaf, gue ,,,, " belum selesai bicara.
" buat apa minta maaf sama gue, elo gak ada urusan sama gue, lo pasti tau kepada siapa lo musti minta maaf " kata iyaz selesai bicara iyaz lalu meningalkan xena.
" gue sayang sama lo yaz, gue gak mau ada orang lain di hati lo selain gue " kata xena seorang diri dengan berderai air mata.
Saat perjalanan kerumah ingatan demi ingatan tentang kejadiaan semalam muncul dipikiran yuta. Mulai dari makan kue pedas, meminta minum sama orang asing, mencium iyaz. " ya ampun,, apa benar kejadiannya seperti itu? ya tuhan gimana nich, apa bina dan una tau kejadian semalem? kenapa mereka pada diam? jangan jangan benar mereka tau, apa yang yarus gue lakuin " kata yuta dalam hati.
Sesampainya dirumah yuta keluar dari taksi langsung berjalan masuk kerumah meski jalannya masih sempoyongan.
" ya ampun ta ,,, ,, maafin yuta ya bina mungkin dia sudah gak tahan mau kebelakang jadi buru buru " kata una beralasan.
" udah gak pa pa, kalo ada apa apa kabari gue ya. Gue pulang dulu ya bye " kata bina
__ADS_1