
" Ya ampun ta ,,, lo ngapain tarik selimut lagi. buruan mandi badan mu tu masih bau alkohol. " kata una yang mendapati yuta kembali tidur di tempat tidurnya.
" na ,, apa lo tau kejadian semalem kaya gimana " tanya yuta
" tau lah ,,, " kata una
" mang gimana coba " kata yuta
" kata bina lo makan kue yang di campur cabai trus karna pedas lo keluar sekolahan habis tu lo ngerampas minuman orang yang gak lo kenal dan ternyata itu minuman keras yang lo minum, trus lo mabok dan dibawa ke ruang medis, " jelas una. " mang kenapa ? eemmm pasti terjadi sesuatu yang memalukan ya ,, ? " lanjutnya
" apaan gak lah gue cuma mau ingat ingat aj kok " kata yuta lalu bangun dari tempat tidurnya dan masuk kekamar mandi supaya una tidak tanya tanya lagi.
" berarti una gak tau soal ciuman itu? bina tau gak ya ? " kata yuta di dalam kamar mandi.
Selesai mandi kondisi yuta sudah mulai mendingan. Rasa pusing di kepalanya sudah berkurang, pandangannya juga sudah mulai normal lagi. Hanya saja pikirannya yang masih melayang entah kemana.
" ta lo mau makan apa ? biar gue pesan makanan buat lo " kata una.
Yuta yang masih memikirkan soal semalam tak menghiraukan ucapan una yang jelas jelas dia berada di sebelahnya.
Melihat yuta yang masih bengong kaya orang kesurupan. Una menghampirinya di pegang kepalanya yuta dan dibacakan mantra seolah olah ingin menetralkan pikiran yuta lagi.
__ADS_1
" aduh na,,, lo ngapain sich " kata yuta sambil mencoba melepaskan tangan una dari kepalanya.
" ws@$-#;;"!@(@+"-++@+"+#+"!@() " ucap una. Entah mantra apa yang dia baca berlagak seperti orang pintar yang menyembuhkan pasiennya.
" uunnaaa , lepasin gue, lo pikir gue belom sadar apa " kata yuta
" hahahahah udah sadar to ,, hahahahaha " kata una tertawa. " Kalo di ajak omong tu jawab jangan bengong, tar kalo kesambet beneran gimana " lanjut una
" kalo pun beneran elo yang bakal gue ganggu " kata yuta sambil melempar bantal kearah una.
Perang bantal pun terjadi kamar yang tadinya rapi kini sudah kaya kapal pecah. Selimut, bantal, guling berserakan kemana mana.
Setelah lelah mereka tiduran dilantai sambil mengingat kejadian dulu kalo mereka sering melakukan hal itu. Dan yang kalah mendapat hukuman membereskan semuanya.
" aduh na,, kepala gue sakit banget, mata gue juga berkunang kunang, elo aja yang beresin " kata yuta beralasan
" gak gak gak gue gak mau " ucap una. Dan mereka pun berkelahi lagi.
" udah na ampun ya ya gue yang beresin, " kata yuta
" nah gitu dong " kata una
__ADS_1
" tapi lo bantuin ya " kata yuta ketawa
Suara pintu di ketuk dari luar ternyata pesanan makanan una tadi sudah datang. Masih dengan keadaan yang sama kamar yang berantakan mereka langsung melahap makanan yang masih hangat itu.
" ta ,,, baiknya lo minta maaf dah sama bina soal tadi pagi " kata una mengingatkan
" oh ,, yang tadi pas gue turun dari taksi tadi " kata yuta
" he.em " ucap una sambil memakan makanannya
" iya dah besok " kata yuta
" ngapain nunggu besok, sekarang kan lo bisa chat dia " kata una maksa
" iya tar habis beresin itu " kata yuta
" gak harus sekarang " tegas una
" kenapa sich na, lo ngebet banget gue chat sama bina " kata yuta
" gue gak enak aja sama dia, semalem udah bantuin lo, pulang anterin lo, eh sikap lo mah kek gitu ke dia, " kata una
__ADS_1
Yuta terdiam dia malah mengingat iyaz yang udah nolongin dia, tapi kata terimakasi pun belum dia sampaikan ke iyaz. Yuta sendiri bingung apa yang akan dia lakukan besok jika ketemu iyaz di sekolah.