
Melihat yuta menangis iyaz pun menghapus air matanya sambil mengusap pipi yuta yang basah.
" Ada apa? apa gue membuat lo sedih ? " kata iyaz pelan.
" gue cuma kangen sama ortu gue " kata yuta sambil menangis.
Melihat yuta menangis iyaz mencoba menenangkannya dengan menggenggam tangannya. " lo jangan nangis ada gue disini. Gue akan bantu lo ngobatin kangen ke mereka, gue anter lo nemuin mereka " kata iyaz
" mau nganter kemana ? gue aja gak tau mereka sekarang dimana ? " kata yuta
" yang gue tau selama mereka masih ada lo masih bisa bertemu mereka. " kata iyaz
" lo gak ngerti apa yang gue rasakan " kata yuta
" gue ngerti, karna gue juga pernah ngalamin kaya lo " kata iyaz yang dari tadi memegang tangan yuta.
__ADS_1
Yuta merasa lega ada yang paham dengan yang dia rasakan saat ini. Yuta jadi tak berselera makan berniat tak menghabiskan makanannya iyaz malah menyuapinya.
" ak ,, buka mulut lo ak ,,, " kata iyaz sambil menyodorkan sendok yang penuh dengan nasi dan lauk.
Melihat tatapan iyaz yang seolah memohon membuatnya tak bisa menolak suapan dari iyaz.
" tadi ibu lo telfon, katanya sebelum pulang lo diminta ambil kue pesananya di toko langganan ibu lo " kata yuta
" iya, mau ikut ? " ajak iyaz
Di perjalanan mereka tak banyak berbincang karna jalanan cukup ramai jadi iyaz fokus pandangan lurus kedepan. Degdegkan suara jantung yuta berdetak kencang, padahal cuma ingin mengambil kue tapi rasanya kaya ingin ketemu calon mertua untuk yang pertama kalinya.
Iyaz mempercepat laju motornya karna harus mengejar waktu. Takut dengan kecepatan spontan yuta mendekap tubuh iyaz dari belakang sambil merem karna takutnya. Iyaz hanya senyum melihatnya dari kaca spion.
Sampai di toko kue mereka mengambil kue yang sudah di pesan tadi. Melihat yuta yang kedinginan iyaz pun melepas jaketnya dan memakaikannya di tubuh yuta, mata bertemu mata mereka saling bertatapan cukup lama.
__ADS_1
" lo tenang aja gue gak akan kedinginan selama lo mendekap gue dari belakang " kata iyaz sambil senyum. " gue belum jawab dia sudah tau apa yang dipikiran gue? apa dia peramal ?" batin yuta.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan kerumah iyaz.
" iyaz ,, apa lo seorang peramal? karna lo tau apa yang sedang gue pikirin " kata yuta
" gue bukan peramal, gue cuma berusaha menjadi cowok yang peka " kata iyaz
Tak lagi berkata yuta hanya diam karna tak mau kemakan rayuan iyaz. Meski sebenarnya iyaz bukan tipe cowok penggoda.
Sesampainya dirumah iyaz. Diajak masuknya yuta ke dalam, langsung di sambut sama mbok ti ya pembantu dan juga pengasuh iyaz jika ibunya ada kerjaan di kuar kota.
" mbok ti, ibu udah pulang ?" kata iyaz sambil memberikan kue yang di bawanya tadi.
" belum den, kan ibu bilangnya 3 hari jadi baru besok baliknya " jawab mbok ti
__ADS_1
Saat iyaz sedang ngobrol sama mbok ti, yuta melihat liat sekeliling ruangan tiba tiba pandangannya tertuju pada sebuah foto.