Cinta jangan diam

Cinta jangan diam
Episode 15


__ADS_3

Yuta memang tidak suka jika una membicarakan orang tuanya. Lama ini hubungan yuta dan orang tuanya tidaklah baik. Orang tuanya yang sibuk mengurus bisnis dalam dan luar negeri membuat yuta merasa tidak di perhatikan. Sehingga dia lebih memilih tinggal di kontrakan dari pada rumah mewahnya itu.



" una bener ta. lebih baik lo istirah dulu dari kerjaan lo itu atau kalo lo kekeh pengen kerja lo bisa cari kerja di tempat lain yang gak begitu nguras tenaga " kata bina



Gak sempat membalas perkataan bina , pengawas medis datang.



" bagaimana keadaan mu ?" kata pengawas itu



" udah mendingan buk tapi badan masih lemes " kata yuta pelan



" itu karna tidak ada energi di tubuh mu . Jadi makan yang banyak. Melihat keadaanmu yang sekarang mendingan kamu ijin pulang aja istirahat di rumah " kata petugas itu



" biar gue yang anter lo pulang " kata bina



" ya udah saya buatin ijin dulu buat kalian " kata petugas itu.



Sambil menunggu ijin una membantu yuta bersiap siap.

__ADS_1



" gue ambil tas dan jaket bentar ya " kata bina lalu meninggalkan mereka di sana.



" ta ,, ,, maafin gue ya, soal tadi. Gue cuma khawatir waktu lo pingsan gue bingung musti ngapain gue takut kalo elo kenapa kenapa . Jadi yang ada di pikiran gue cuma ortu lo " kata una



" iya gak pa pa gue ngerti. Makasi ya na udah mengkhawatirin gue " kata yuta sambil senyum dan mereka pun berpelukan.



Ijin pulang sudah jadi dan bina juga sudah siap mengantar yuta pulang. Pelan tapi pasti bina mengendarai sepeda motornya. Entah kenapa saat yuta di antar bina pulang, dia teringat pada iyaz. " Kenapa iyaz yang ada dipikiran gue saat ini " kata yuta dalam hati



Tak seperti biasanya yang kalo yuta naik sepeda motor dia pasti tertidur. Tidak kali ini matanya terbuka lebar padahal dia sedang sakit.




" makasii ya bi udah nganterin gue pulang " kata yuta



" iya gak pa pa gak perlu berterimakasi. Gue juga seneng kok bisa nganterin lo pulang. Jadinya kan gue bisa tau rumah lo. " kata bina. " masuk geh sana ,, ,, trus istirah. Kalo ada apa apa lo bisa hubungin gue " lanjut bina



" iya ,, ,, gue masuk dulu ya " kata yuta sambil meninggalkan bina yang masih duduk di atas motornya. Dan baru pergi setelah yuta masuk kerumah.

__ADS_1



Sampai rumah masuk kamar ganti baju langsung tepar di atas kasur. " iyaz , ,,, kenapa gue jadi kepikiran sama dia ya " kata yuta



Saat sedang asik melamun tiba tiba handphone berbunyi.




" kak danu ? ngapain ya telfon gue. halo .. .. " kata yuta



" hay ta bagaimana keadaan lo ? udah baikan ? " kata danu



" udah kak . ada apa ya jak ? " kata yuta



" sebelumnya gue minta maaf ya ta. Mulai sekarang lo gak perlu kerja lagi di resto gue. Untuk yang kemaren gaji biar gue yang transfer. " kata danu sambil mematikan telfon



" halo kak halo kenapa gue di pecat " kata yuta penasaran. " gue musti cari tau kenapa "



Seketika itu juga yuta bergeges menuju resto tempat dia bekerja kemaren. Tak peduli kondisi tubuhnya yang masih lemah. Yuta yang merasa tidak melakukan kesalahan tapi dipecat sungguh aneh.

__ADS_1



Sesampainya di resto yuta melihat iyaz disana sedang berbincang dengan kak danu. Dengan wajah yang masih pucat yuta menghampiri mereka.


__ADS_2