Cinta jangan diam

Cinta jangan diam
Episode 19


__ADS_3

" iya " jawab yuta singkat.


Merekapun berkendara mengelilingi kota beberapa saat berkeliling tiba tiba yuta merasa sangat ingin melihat rumahnya.


" bi ,, lewat jalan pahlawan ya " kata yuta yang dari tadi cuma diam selama perjalanan. Tanpa banyak tanya bina melajukan sepeda motornya ke jalan pahlawan yang di maksud yuta tadi.


Saat melewati depan rumahnya yuta meminta bina untuk melankan sepeda motornya. Yuta berharap bisa melihat orang tuanya walau sebentar, yang dia lihat hanya tukang kebun yang sedang memotong rumput dihalaman rumah. Dan beberapa mobil yang terpakir dihalaman rumahnya. " Mobil yang biasa ayah pakai tidak ada, itu berati ayah dan ibu tak dirumah " kata yuta dalam hati.


Sedih, yuta hanya melewati rumah itu. Sebenarnya yuta tak pernah membenci orang tuanya ataupun marah pada mereka. Yuta hanya tidak menyukai keadaan ini. Walaupun begitu di sisi lain yuta sangat merindukan mereka.


" kenapa ta ? lo gak pa pa kan ?" kata bina yang sedari tadi memperhatikan yuta lewat kaca spion.


" gue gak pa pa kok " kata yuta sambil menghapus air matanya.


Tak ingin bertanya lagi karna bina paham suasana hati yuta sedang tidak baik. Untuk itu bina mencoba mencari akal untuk menghibur yuta.


Lalu bina menghentikan motornya di sebuah parkiran kedai es crem.


" kita makan es crem dulu ya " kata bina


Turun dari sepeda motor mereka memasuki kedai tersebut.


" lo mau es crem apa ? " tanya bina

__ADS_1


" gue paling suka yang rasa coklat " jawab yuta


Akhirnya es crem yang di pesan sudah datang. Es crem yang lembut dengan beraneka macam toping di atasnya, sungguh sangat menggoda siapa pun yang melihatnya.


" lo suka ?" kata bina


" iya rasanya enak banget " kata yuta sambil senyum senang.


Melihatnya tersenyum bina lega karna suasana hatinya sudah berubah tak seperti tadi.


Karna nikmatnya makan es crem yuta tak sadar es cremnya belepotan di bibirnya. Dengan sigap bina membersihkan es crem yang belepotan itu dengan tangannya sambil menatap yuta penug perhatian.


Selesai makan es crem mereka melanjutkan jalan jalannya. Merasa udah baikan yuta minta di antar pulang. Karna hari sudah mulai sore.


Sampai di depan rumah.


" gak usah berterimakasi cuma makan es crem kok. Kalo lo lagi gak mood jangan ngilang ngilang lagi ya " kata bina sambil mencubit hidung yuta


" au ,,, iya iya " kata yuta sambil mencoba melepaskan cubitan bina


" gue balik dulu ya, bye " pamit bina


Sambil senyum di lihatnya bina yang beranjak pergi. Saat berbalik dan akan memasuki rumah tiba tiba yuta kepikiran iyaz entah kenapa iyaz muncul di pikirannya.

__ADS_1


" kenapa dia jadi suka tiba tiba muncul di pikiran gue sich " kata yuta pada diri sendiri.


Cuek dengan pikirannya yuta masuk kedalam rumahnya. Lalu membersihkan diri supaya badan jadi kembali segar.


" habis dari mana na ?" tanya yuta pada una yang baru masuk ke dalam rumah.


Una berlari lalu memeluk yuta sambil berkata " maafin gue ya ta soal tadi "


" udah gak usah di bahas lagi. Dan besok lagi gak usah bawa bawa bina ngrepotin orang aja " kata yuta sedikit kezal.


" elo tu yang ngrepotin orang tiba tiba ngambek trus pergi gitu aja. gue kan takut lo kenapa kenapa lagi jadi gue hubungin dia " kata una.


" udahlah, sudah berlalu juga, lo bawa apaan ? " tanya yuta sambil melihat kearah bungkusan yang di bawa una.


" makannan buat makan malam nanti, " sambil menyerahkan bungkusannya


Udah laper yuta terus membuka bungkusannya dan memakan makannanya tak perlu menunggu nanti.


" tadi iyaz kesini nyariin lo " kata una


Yuta kaget dengan omongan una sampai tersedak olehnya. Sedikit heran karna tadi habis kepikiran dia tau tau dapat kabar dia mencarinya.


" ada apa dia nyariin gue ?" tanya yuta

__ADS_1


" gak tau waktu gue bilang lo gak ada dia langsung cabut , tadi dia gue kasi nomer lo nanti juga bakal ngehubungin lo kok " jelas una.


" Kenapa gue jadi deg deg kan gini ya, jadi penasaran gue " kata yuta dalam hati sambil ngecek hp nya.


__ADS_2