
Degdegkan dan takut yang yuta rasakan. Dibukanya pelan pintu kamarnya dan perlahan masuk kedalam dilihatnya sosok itu. Yang ternyata sangat tidak asing buat yuta.
Tak disangka yuta bisa melihat ibunya yang kini tidur di kamarnya. Ingin sekali membangunkannya ingin sekali memeluknya tapi yuta mengurungkan niatnya itu. " kenapa ibu jam segini belum bangun? tak biasanya ibu kesiangan ? " batin yuta
Saat bibi ingin masuk dengan membawa sarapan, yuta memintanya untuk diam setelah bibi menaruh sarapan lalu yuta mengajaknya keluar kamar agar tidak membangunkan ibunya.
Bibi dan yuta saling berpelukan pengobat rindu, " ya ampun neng kemana aja, gak pernah telfon gak pernah pulang bibi kangen neng " kata bibi sambil berderai air mata.
" yuta kangen bi ,, " kata yuta yang masih memeluk bibinya.
" bibi seneng eneng mau pulang " kata bibi
Dilepaskannya pelukan itu sambil menghapus air mata bibinya. " Bibi sehatkan selama yuta gak ada " tanya yuta
" sehat neng tapi bibi kesepian gak ada eneng. Apa lagi eneng gak bisa dihubungi " kata bibi.
" Sudahlah bi, bibi kan tau kenapa gak perlu saya jelaskan lagi. " kata yuta
__ADS_1
" iya neng bibi ngerti " kata bibi
" bi,,, kapan ibu pulang ? kenapa ibu belum berangkat kerja biasanya jam segini sudah gak dirumah " tanya yuta
" nyonya pulang kemaren di antar taxi neng, tadi pagi nyonya sudah mau berangkat tapi tiba tiba pingsan " kata bibi
" apa pingsan? ibu sakit? sudah hubungi dokter ? " kata yuta khawatir.
" udah neng, kata dokter ibu cuma kecapekan tadi juga udah ambil sample darah ibu buat di periksa di lab. Neng tenang aja habis minum obat dan istirahat nyonya pasti segera sembuh " kata bibi
Mendengar ibunya batuk yuta segera kekamarnya, melihat ibunya tertidur lagi yuta duduk di sampingnya dan dengan ragu ragu ingin memegang tangan ibunya.
Dengan mengumpulkan keberaniannya yuta memegang tangan ibunya yang putih mulus dan hangat. Dipandangnya wajah sang ibu lama, diciumnya tangan ibunya sambil berkata " ibu gue kangen " kata yuta pelan sambil meneteskan air mata.
Karna habis di suntik obat penenang sang ibu masih tertidur pulas. Yuta yang duduk di sampingnya tak henti henti memandang wajah sang ibu.
Kali ini yuta memilih untuk bolos dari sekolah. Karna ingin menemani ibunya. Bergetar hp yuta, diangkatnya sambil keluar dari kamar supaya tidak menggangu ibunya.
__ADS_1
" hallo ,, ,, " sapa yuta
" lagi dimana ta ? " kata bina bicara lewat telfon
" gue di rumah bi ,,, " kata yuta
" hari ini lo gak masuk sekolah kenapa ? lo sakit ? " tanya bina
" gak bi gue gak pa pa, bi tolong sampaikan ke una ya gak perlu mengkhawatirkan gue, gue gak pa pa " kata yuta
" iya,, una dari tadi panik dia khawatir lo kenapa kenapa karna tadi dia bilang lo pakai seragam sekolah pamitnya berangkat duluan, tapi ternyata gak nyamapai sekolah " kata bina
" iya , maaf gue ada urusan mendadak. gak sempat pamit ma una, mukanya pasti lucu kalau lagi panik " kata yuta sambil senyum
" iya , gue seneng lo gak pa pa karna gue juga mengkhawatiriin lo. " kata bina
Sedang asyik bicara lewat telepon ibu yuta memanggil. Seketika yuta langsung menutup telepon dan berjalan kearah ibunya yang sudah terduduk diatas tempat tidurnya.
__ADS_1