Cinta jangan diam

Cinta jangan diam
Episode 14


__ADS_3

" anak kelas 1 tadi pingsan di gerbang masuk sekolah, kamu kenal ? " tanya petugas itu



Hanya dengan mengelengkan kepala iyaz menjawab pertanyaan petugas itu. Setelah lukanya dibersihkan dan di jahit iyaz bermaksud ingin kembali kekelas buat ganti baju karna habis olah raga.



Setelah keluar dari ruang medis dan berjalan beberapa langkah iyaz berpapasan dengan bina yang akan menjenguk yuta di ruang medis. Mereka hanya saling memandang tanpa ada kata tanpa ada sapa berlalu begitu saja.



Saat iyaz akan melanjutkan langkahnya dia berhenti karna penasaran dia membalikkan badannya dan kembali ke ruang medis. Saat tiba di ambang pintu iyaz melihat yuta yang sedang di bantu bina untuk minum menghitangkan rasa haus di tenggorokannya.



Melihat itu iyaz hanya diam sambil melanjutkan langkahnya menuju kelas. Rasa apa ini entahlah, tidak tau ya memikirkan hal itu sampai iyaz tidak tau kalo dirinya berpapasan dengan una.



" iy ... az " sapa una pada iyaz yang terus berlalu di depannya tanpa menghiraukannya. Setelah di cuekin una pun melanjutkan langkahnya karna ingin segera mengetahui keadaan yuta.



Diruang medis


__ADS_1


" sudah mendingan ? " tanya bina pada yuta



" udah , makasii ya udah gendong gue kesini " kata yuta



" dari mana lo tau kalo yang gendong lo itu gua ? " kata bina



" dari aroma parfum lo " kata yuta




" hay .. udah sadar ya, gimana keadaan lo ta ? gue jadi panik liat lo tiba tiba pingsan gitu. untung ada bina kalo gak gue gak akan kuat angkat lo kesini sendirian . " kata una. " nich gue bawain makanan lo pasti laperkan " lanjut una sambil memberikan bungkusan yang dibawanya dari kantin tadi.



" makasii ya na.. lo pengertian banget " kata yuta



saat yuta ingin bangun bina melarangnya

__ADS_1



" udah lo tiduran aja biar gue yang suapin " kata bina



Karna badan masih lemah yuta pun nurut apa kata bina.



" mau dong di suapin, jadi baper nich " canda una



Kali ini yuta makan tak seperti biasanya yang langsung melahap makannannya. Pelan pelan dia mengunyah makanan itu, dengan penuh perhatian bina menyuapi yuta sedikit demi sedikit. Mata bertemu mata pun tak bisa dihindari senyum manis bina membuat yuta jadi tersipu malu karnanya.



" ta mending lo udahin aja kerja di resto itu. Lo tu gak pernah kerja berat, ortu lo kan orang kaya ngapain juga lo musti kerja " kata una



mendengar perkataan itu yuta langsung mengarahkan pandangannya pada una dengan tatapan yang tidak suka mendengar perkataan tadi. Melihat respon yuta yang seperti itu una sadar kalo dirinya keceplosan bicara soal orang tua yuta.



" upsss.... maksud gue orang tua lo kan udah kerja jadi lo gak perlu kerja juga " ralat una.

__ADS_1



__ADS_2