
Iyaz mengantarkan yuta sampai di rumahnya. Tak banyak yang mereka bicarakan saat di perjalanan.
Yuta turun dari sepda iyaz dan hendak berjalan masuk kerumah.
" kenapa " kata iyaz menghentikan yuta.
" oah ya makasi ya untuk hari ini ,, " kata yuta mengalihkan pembicaraan.
Merasa tak di pedulikan iyaz langsung pergi dari rumah yuta tanpa berpamitan.
" apa gue salah ngomong ya ,,, " kata yuta.
Sunyi sepi tak ada notif di hape yuta, dia berharap iyaz menghubunginya. Menanti kabar darinya, yuta jadi ingat dengan gantungan kunci yang sangat mirip dengan gantungan yang dia simpan.
Di ambilnya gantungan itu ada yang janggal di pikiran yuta.
" ini gantungan kan rusak patah jadi dua, tapi punya bina kan masih bagus? itu berarti bukan bina. Tapi gantungan ini kan banyak di jual di pasaran, apa mungkin awalnya punya bina rusak trus dia beli lagi ? " pikir yuta
Yuta berniat ingin mencari tau tentang bina apa benar dia apa bukan.
" lagi mikirin apa sich ta " tanya una.
" gak pa pa na " kata yuta senyum.
" ya besok gue harus cari tau ,, " batin yuta.
Ketika yuta mulai memejamkan mata tiba tiba ada bayangan iyaz disana. Sontak yuta terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
" gue lupa, iyaz tadi kenapa ya, apa dia marah sama gue ? tapi bagus lah kalo dia marah gue kan jadi gak perlu menghindari dia lagi " kata yuta melanjutkan tidurnya.
Keesokan harinya sampai di parkiran yuta melihat iyaz yang lagi lagi sedang main game di atas sepedanya. Merasa dia lagi marah yuta pun makin cuek sama iyaz.
Dilaluinya iyaz begitu saja tanpa senyuman tanpa sapaan pandangan yuta lurus kedepan seolah taj melihat iyaz disana. Iyaz pun jadi kezal dengan sikap yuta ditariknya tangan yuta di bawa ke taman dekat parkiran.
" iyaz apaan sich sakit tau " kata yuta
" elo tu ya bener bener ,,, ,, " kata iyaz. Belum selesai bicara bina datang.
" ada apa nich, " kata bina
" bukan urusan lo, mending lo pergi " kata iyaz
Tak menjawab perkataan iyaz, bina pun mengajak yuta pergi dengan memegang tangannya. Iyaz pun menghentikan mereka.
" lo ada urusan apa sama yuta ? " kata bina
" bukan urusan lo " kata iyaz
" urusan gue lah, karna lo udah narik tangan dia secara kasar dan gue gak trima yuta lo perlakuin kaya gitu " kata bina
Mendengar perkataan bina iyaz makin kezal di pandangnya yuta dengan tatapan yang tajam. Lalu meninggalkan mereka berdua ada rasa bersalah di hati yuta melihat tatapan iyaz tadi.
" lo gak pa pa kan ta " tanya bina
" gak pa pa bi " jelas yuta
__ADS_1
" kalo boleh tau lo ada urusan apa sama iyaz ? " tanya bina
" gak da kok gak pa pa, masuk yuk " ajak yuta.
Diajaknya bina masuk ke kelas agar dia tak banyak bertanya lagi ada apa antara iyaz dan dirinya.
" eh bi ,, boleh tanya gak " kata yuta
" soal gantungan kunci yang kemaren lo beli dimana " tanya yuta basa basi
" itu ,, di kasi sama seseorang, mang kenapa ?" tanya bina
" gak pa pa kok bagus gantungannya " kata yuta senyum.
" emang bagus gatungan itu limitd edision, di dunia ini cuma ada 5 dan ini salah satunya " jelas bina
" oh ya ,, berarti masih ada 4 dong ,, emm masih ada yang baru gak ya " kata yuta
" lo mau ini buat lo aja kalo lo suka " kata bina
" apa enggak itu kan pemberian dari seorang yang spesial jadi mana boleh di kasi sembarangan, kalo boleh tau belinya dimana ya " kata yuta
" kalo itu gue gak tau " kata bina
Yuta sedikit kecewa mendengarnya, melihat itu bina paham dengan apa yang di rasakan yuta.
" nanti coba gue tanyain " kata bina menghibur
__ADS_1
" beneran " kata yuta senyum