
" kak bisa bicara sebentar ?" kata yuta pada danu
" ada apa ta ? kanapa kamu kesini ? kamu terlihat ,,,,, masih sangat pucat " kata danu
Melihat kedatangan yuta, iyaz hanya duduk sambil menikmati secangkir cappucino hangat miliknya.
" kak kenapa tiba tiba gue di pecat ? salah gue apa coba ?" kata yuta langsung pada intinya.
" emm... gini ( sambil melirik pada iyaz, yang ternyata dia yang meminta danu untuk memecat yuta ) aku sudah mendapatkan pegawai baru jadi aku sudah tidak butuh pekerja paruh waktu lagi. Jadi maaf ya, untuk kerja kamu yang kemaren akan di gaji kok tenang aja. Emm sebentar ya aku ambilkan dulu. " kata danu sambil pergi menuju ke ruangnya.
" kenapa lo kesini lo kan udah di pecat " kata iyaz
Masih lemah yuta tak menanggapi perkataan iyaz. Bermaksud ingin pergi dari situ iyaz memegang tangan yuta " gue tanya kenapa gak dijawab " kata iyaz. Sambil melepaskan tangan iyaz yuta berkata " bukan urusan lo " kata yuta agak kesal.
Saat yuta akan melangkah iyaz berdiri dan menariknya berbaliklah yuta tepat dihadapan iyaz sangat dekat hampir tak ada jarak di antara mereka. Saling menatap satu sama lain cukup lama mereka saling berpandangan, sampai sampai danu yang ingin memberikan amplop pada yuta berbalik keruangannya supaya tidak merusak suasana itu.
Yuta mencoba melepaskan tangan iyaz yang dari tadi masih memeganginya. " aauuhh .. " teriak iyaz kesakitan karna lukanya tadi pagi.
" apa kenapa aduh sorry gue gak tau kalo ( sambil memegang tangan iyaz yang terluka yuta melihat ada bekas luka lama di telapak tangannya ) ini bekas apa ? ini kenapa ? " tanya yuta penasaran.
" yang sakit tu ini yang masih di perban bukan yang itu " kata iyaz mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
" ohh ,,, iya sorry ( sambil meniup niup luka iyaz ).
" lo ngapain ? " kata iyaz
" gak pa pa ( sambil melepaskan tangan iyaz ) mencoba biar gak sakit lagi ( sambil senyum )" kata yuta
Yuta bermaksud ingin pergi tapi iyaz menghentikannya dan menyuruhnya untuk duduk bersamanya. Karna fisik yuta yang masih kurang sehat dia menolaknya dan ingin segera pulang dan tiduran di rumah.
" gak gue mau balik aja " sambil pergi meninggalkan iyaz.
Saat sampai di tempat parkir yuta sudah di tungguin abang ojol yang tadi udah mengantarnya. Tiba tiba iyaz datang " bang dia biar gue aja yang anterin pulang. Ini buat abang sebagai ganti udah nungguin dari tadi " kata iyaz sambil memberikan beberapa lembar pada abang ojol.
Sambik memegang tangan yuta iyaz mengajaknya masuk kedalam mobilnya. Yuta hanya diam dan mengikuti ajakan iyaz.
" lo gak pa pa " kata iyaz
" gak pa pa kok, cuma badan gue rasanya sakit semua " jelas yuta
" kenapa ? " kata iyaz
" kenapa apanya " kata yuta balik nanya
__ADS_1
" kenapa harus kerja ? " kata iyaz
" gak pa pa cuma pingin cari penghasilan aja " kata yuta
" ohh ... " kata iyaz singkat
" tangan lo kenapa ? " tanya yuta
" sakit " jawab iyaz sambik senyum
" iya tau sakit ,, tapi kenapa sakit " kata yuta
" tadi pas olah raga jatuh kena pecahan kaca " jelas iyaz
Karna masih penasaran dengan bekas luka itu yuta memberanikan diri buat bertanya pada iyaz.
" kalo bekas luka itu kenapa " kata yuta
" yang mana ? yang ini " kata iyaz sambil menunjukkan bekas luka lamanya. Angguk yuta mengiyakan pertanyaan yang di maksudnya.
" ini jatuh waktu gue masih kecil " jelas iyaz
__ADS_1
Mendengar jawaban iyaz di dalam batin yuta merasa ada kekecewaan. Karna jawabannya tidak seperti yang dia harapkan.