
Pagi harinya yuta kembali seperti biasa wajah yang ceria, suasana hati yang sudah kembali normal, tapi matanya masih terlihat sembab akibat kelamaan nangis semalem.
" hay udah selesai mandi, ganti baju gih trus sarapan ni gue udah beli makannan buat kita berdua " kata yuta pada una yang baru keluar dari kamar mandi.
Merasa ada yang aneh pada diri temannya itu una yang masih berselimut handuk menghampirinya. Di pegangnya kening yuta di angkatnya wajah yuta sambil diliatnya seksama.
" apaan sich na " kata yuta sambil melepaskan tangan una dari wajahnya. Masih bingung dengan sikap yuta itu una pergi kekamar untuk ganti baju dan bersiap buat sekolah.
" sarapan giihhh,, " kata yuta lagi.
" ta ,, ,, lo ,, ,, gak pa pa ? " tanya una super heran.
__ADS_1
" mang kenapa? gue gak pa pa kok, masih waras tenang aja " jawab yuta sambil menghabiskan makanannya.
" lo pasti kenapa kenapa soalnya semalem " una belum selesai bicara yuta sudah selesai makan dan berdiri membereskan piringnnya.
" semalem udah berlalu jangan lo tanya tanya lagi , ok " kata yuta dengan jelas. " gue berangkat duluan ya " lanjut yuta sambil berjalan keluar rumahnya.
Sedang una masih merasa aneh dengan sikap yuta kali ini. Semalem yang dia pulang dengan berderai air mata bahkan ditanya pun tak dijawab. Sekarang bersikap seolah olah semalem gak terjadi apa apa.
Dengan di antar abang ojol yuta berangkat sekolah, ditengah jalan yuta minta sama abang ojol untuk diantar sebentar ke jl. pahlawan menuju rumahnya.
" Neng yuta ? dari mana aja neng selama ini kenapa eneng baru pulang " kata satpam itu
__ADS_1
" gak kemana mana kok pak jo ( panggilan satpam itu ) gue cuma mampir aja pengen ketemu bibi bentar " kata yuta dengan senyum.
" kok cuma mampir sich neng, ini kan rumah eneng, pulang dong neng rumah sepi gak ada eneng " kata satpam memohon
Sambil senyum yuta meninggalkan satpam itu dan melangkah masuk kedalam rumahnya. Sesampainya di dalam yuta tak menemukan siapapun tak juga bibi.
" rumah ini masih sama seperti dulu, sepi " kata yuta dalam hati.
Berjalan kedapur berharap bertemu bibi tapi yuta malah menemukan sekotak kue yang kemaren dia dan iyaz ambil di toko kue langganan ibunya iyaz.
Alangkah terkejutnya yuta saat dibuka kotak kue itu, kue yang sama di malam itu. Tak memakannya yuta langsung berlari ke lantai atas menuju ke kamar orang tuanya.
__ADS_1
Didepan pintu kamar yuta tak berani mengetuknya dia takut untuk membukanya. Lama yuta hanya diam di depan kamar orang tuanya itu. Saat melihat jam ditangannya yang sudah menunjukkan pukul 7 yuta berbalik bermaksud untuk pergi dari sana.
Saat melewati depan kamar yuta yang pintunya sedikit terbuka, dilihatnya ada seseorang sedang tidur disana. Yuta pikir itu bibi perlahan dia menuju kamarnya sampai di depan kamarnya yuta tak kunjung membuka pintu masih dilihat lihatnya seseorang yang tidur itu. " Siapa orang itu? apa mungkin bibi? tapi sepertinya bukan, lalu siapa yang tidur di kamarku? " batin yuta