Cinta jangan diam

Cinta jangan diam
Episode 24


__ADS_3

Lama yuta menatap foto itu. Foto keluarga yang terbingkai sangat rapi dan indah.


" kenapa " tanya iyaz yang sudah berdiri di belakang yuta.


" foto ini sepertinya masih baru, apa itu ibu mu ? " tanya yuta


" iya " jawab iyaz. " Kenapa foto ayah mu tidak ada ? " lanjut yuta bertanya.


" ayah sudah meninggal waktu gue masih kecil " jawab iyaz. " maaf gue gak tau " kata yuta.


" gak pa pa " ucap iyaz. " oh ya ini kenalin mbok ti, dia ini yang ngerawat gue jika ibu gak ada " sambil memperkenalkan mbok ti pada yuta.


" yuta " memperkenalkan diri. " panggil saja saya mbok ti, sama kaya den bagus ku ini kalo manggil. Ngomong ngomong eneng ini perempuan pertama yang den iyaz bawa pulang, apa eneng ini pacarnya ? " tanya mbok ti


" bukan mbok gue teman sekolahnya " jawab yuta sambil senyum.

__ADS_1


" ow baru temenan nanti juga demenan " goda mbok ti sambil ketawa.


Iyaz dan yuta cuma tersenyum mendengar candaan mbok ti tadi. " ya udah simbok kebelakang dulu masih banyak kerjaan, permisi " kata mbok ti sambil meninggalkan mereka.


" oh ya ibu gue masih di luar kota pulangnya masih besok, jadi gak bisa ketemu " kata iyaz


" trus kuenya buat apa diambil sekarang kalo pulangnya besok ? " tanya yuta


" tadi gue telfon katanya hari ini ada temennya yang datang dari luar negri pesen kue itu dan mau di ambil sekarang " jelas iyaz.


Ternyata yang pesan kue itu adalah ibu admaja istri dari bapak admaja yang tidak lain mereka adalah orang tua yuta. Ternyata orang tua iyaz dan yuta sudah lama berteman hanya saja mereka tidak mengetahuinya.


" biar gue antar, gue ganti baju dulu " kata iyaz.


Saat menunggu iyaz ganti baju yuta penasaran dengan kue yang dia ambil di toko tadi karna aromanya tidak asing baginya.

__ADS_1


Dibukanya penutup kue alangkah terkejutnya yuta melihat kue itu. Kue yang dulu pernah diberikan oleh ibunya jika pulang dari luar negeri. Yuta sangat menyukai kue itu bahkan bentuk dan aromanya pun tidak berubah.


" kue ini mirip sekali dengan kue yang dulu pernah ibu ku bawakan untuk ku, jika dia pulang dari luar negeri " kata yuta


" memangnya diluar negeri ada toko kue seperti itu " kata iyaz yang waktu datang mendengar perkataan yuta.


" ibu gak pernah bilang kalo kuenya beli di luar negeri. Tiap dia datang dia hanya menyerahkan kue itu pada bibik ( pembantu rumah tangga ) agar diberika kalo gue sudah bangun " kata yuta " lo tau gak siapa temen ibu lo yang pesen kue ini " lanjut yuta.


" gue gak tau, atau kita tunggu saja siapa yang akan mengambilnya " kata iyaz


Sebenarnya yuta sangat ingin tau siapa yang pesan kue itu. Tapi hati yuta mengatakan mungkin ini hanya kebetulan. Dan jika harus menunggu yang tidak pasti datangnya waktu akan sangat terasa lama.


" iyaz apa boleh gue disini sebentar " kata yuta


" tentu saja boleh, lo bisa istirahat dulu di kamar tamu, biar mbok ti yang bangunin lo kalo mau di ambil " kata iyaz

__ADS_1


Diantarnya yuta ke kamar tamu untuk beristirahat. Didalam kamar pandangan yuta tak berpaling dari jendela, menunggu dengan haru menanti tanpa pasti.


Siapa pun yang akan mengambilnya yuta sudah menyiapkan diri menyiapkan hatinya.


__ADS_2