
Olivia segera menghapus air matanya dengan cepat , ia menarik nafas nya lalu menghembuskan nya dengan pelan,ia berusaha menenangkan diri , saat melihat lidia tengah berlari ke arah mobil nya
lidia langsung membuka mobil nya dengan cepat ia langsung masuk ke dalam mobil nya dengan nafas yang tersengah sengah
" kenapa harus lari lari begitu , aku tak akn membawa kabur mobil mua" ujar olivia yang melihat lidia sedang mengatur nafas nya
" aku tadi melihat sekertaris yang punya rumah sakit ini " ucap lidia setelah mengatur nafas nya
" terus?"
" ya kalau ada sekertaris nya pasti ada pemilik rumah sakit AR lah " ucap lidia dengan kesal
" ya terus , kenapa , itu kan rumah sakit milik nya , jadi wajar lah kalau datang ke rumah sakit milik nya"
" iii , kamu itu gak negrti banget sih, dengerin nya, biasanya kalau pemilik rumah sakit kita sudah datang , itu berarti ada masalah di rumah sakit, dan bisa aja mau ada pengurangan pegawai seperti tiga tahun yang lalu saat sebelum ganti pemilik rumah sakit " ucap lidia yang pernah mendengar dari para suster yang sedang bercerita kalau tiga tahun lalu ada pengurangan pegawai secera besar besaran , sebelum ganti pemilik rumah sakit
" tapi kalau menurut aku sih, kayak nya gak mungkin deh, kalau pengurangan pegawai, sedangkan rumah sakit ini mempunyai donatur yang sangat besar dari perusahaan perusahaan besar untuk membantu masyarakat tak mampu"
" ya juga ya , tapi tak menutup kemungkinan kalu petinggi di rumah sakit kita ini mengelapkan dana , sebeb aku pernah melihat ada beberapa pasien yang tidak mampu di pulangkan secera paksa, padahal mereka ada yang baru saja selelsai operasi " ucap lidia
" ya ampun , kok aku baru tau masalah seperti itu" ucap olivia yang merasa tekejut saat mendengar cerita dari lidia
" aku melihat nya waktu awal awal aku kerja di sini , aku merasa terkejut dengan semua itu, tapi mau bagai mana lagi, katanya sih sudah ketentuan rumah sakit seperti itu, kita sebega dokter hanya bisa mengikuti peraturan rumah sakit aja" ucap lidia dengan wajah sedih nya
__ADS_1
" ini tidak bisa di biarkan begitu saja , kita harus membritahukan semua ini kepada pemilik rumah sakit ini, kasihan masyarakat yang tak mampu kalau seperti itu, dan aku yakin pasti pemilik rumah sakit ini tidak tau maslah ini" olivia tak bisa diam saa saat mengetahui kenyataan nya
" hay , kau mau kemana?" tanya lidia yang melihat olivia yang membuka pintu mobil nya
" aku harus melaporkan hal ini kepada pemilik rumah sakit "
" tapi kita tak punya buktinya liv, kalau kita tak punya bukti bisa bisa kita yang akan dalam masalah , dan bisa bisa kia di keluarkan dari rumah saki ini dengan tidak hormat. Kamu tau kan kalau rumah sakit ini adalah rumah sakit terbesar di kota ini,dan rumah sakit ini juga sangat berpengaruh dengan rumah sakit terbesar lain nya" ucap lidia yang memperingatkan
Olivia sejenak tediam , dan berpikir, yang di katakan sahabat nya itu ada benar nya juga, tapi ia tak bisa kalau melihat masyarakat kurang mampu di perlalukan seperti itu, dan semua ini juga berhubungan dengan nyawa seseorang
" aku tidak takut sekali pun aku di pecat secera tidak hormat di rumah sakit ini,dan rumah sakit di negera ini, aku bisa pindah ke rumah sakit yang ada di luar negeri, aku hanya tidak mau kalau masyarakat tak mampu yang menjadi korban nya" ucap olivia dengan tegas dan langsung keluar begitu saja dari mobil lidia , ia langsung masuk kembali ke dalam rumah sakit
" oliv...., liv , is ni orang dari dulu gak pernah berubah " ucap nya yang langsung menyusul olivia masuk kembali ke dalam rumah sakit
Olivia langsung menuju ke ruangan rapat , ia nyakin saat ini pasti sedang ada rapat yang di adakan pemilik rumah sakit bersama jajaran tertinggi di rumah sakit AR
Brak...
Suara seseorang melempar kertas di atas meja dengan keras, sampai suaranya terdengar sampai keluar ruangan
" siapa yang bisa menjelaskan , kemana dana sebesar itu menghilang" bentak suara bariton yang mengelegar di dalam ruangan itu sampai terdengar ke luar rungan
' kak faro, apa dia pemilik rumah sakit ini' gumam nya saat mengenali suara itu, namun ia mencoba menepis nya , ia saat ini harus fokus dengan masalah yang ingin ia laporkan saat ini
__ADS_1
" kenapa kalian diam saja , tidak mungkin kan kalau uang sebanyak itu menghilang begitu saja" bentak suara bariton itu lagi yang langsung membuat semua orang yang ada di ruangan itu menjadi ketakutan
Olivia masih mencoba mendengarkan kegaduhan yang ada di dalam ruangan rapat itu
" jawab!!!, apa kalian semua bisu hah!!!" teriak Alfaro lagi dengan penuh emosi saat mmebaca pengeluaran rumah sakit sangat fantastis , namun tidak ada barang atau apa pun yang di beli untuk rumah sakit
Semua orang yang ada di ruanga itu pun masih terdiam dan ketakutan , tak ada yang berani menjawab ucapanAlfaro yang saat ini tengah di selimuti emosi
" kalau kalian tidak ada nyang mau menjawab , maka saya kan memecat kalian semua" ancam Alfaro sambil menatap tajam ke arah para dokter yang memegang jabatan tertinggi di rumah sakit AR
Olivia langsung memebakkan matanya kaget saat mendengar kalau semua dokter yang ada di sana akan kena pecet semua, bagai mana kalau ada dokter yang di dalam ruangan itu tak bersalah , apa masih akan terkena pecet juga, ia harus bertindak , ia tak bisa kalau membiarkan dokter yang tidak bersalah akan terkena getah nya juga
Tok...tok...
Olivia memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan rapat itu, ruangan yang saat in tengan mencengkram
Alfaro sedikit mengerenyitkan alis nya , siapa yang berani datang di ruanng rapat ini, apa ada para jajaran rumah sakit ini yang terlambat, Alfaro melihat ke semua dokter yang sedang duduk di ruangan rapat itu dengan wahah ketakutan , dan ia tak melihat ada kursi yang kosong, itu menadakan kalau tidak ada yang terlambat datang di rapat nya, lalu siapa yang datang pikir Alfaro
hal itu juga yang di pikirkan frans dan semua orang yang ada di sana
" masuk" suara bariton Alfaro yang menyuruh orang itu masuk ke dalam ruangan rapat nya
seketika pintu langsung tebuka dan memperlihatkan seorang gadis cantik dan menawan dengan balutan jas putih yang melekat di tubuh nya masuk kedalam ruangan rapat itu, seketika suasana menjadi hening
__ADS_1
Olivia langsung terkejut saat melihat ada Alfaro yang tengah berdiri di hadapan para dokter yang menjabat di rumah sakit AR, namun seketika ia menepis terlebih dahulu rasa terkejut nya , ia langsung ingat dengan tujuan nya masuk kedalam ruangan rapat itu
Jangan lupa like , komen dan votenya ya terimakasih🥰🥰