CINTA KARNA TAKDIR

CINTA KARNA TAKDIR
Episode 51


__ADS_3

Sesampai nya di kediaman Andreas alfaro langsung mengendong olivia masuk kedalam rumah , sedangkan lidia dan frans tampak saling diam , mereka menjadi sangat canggung setelah ucapan mereka tadi di mobil


" daddy" teriak seoang anak kecil yang berlari dari dalam rumah menuju ke arah afaro


" ssstttt jangan berisik, istri kakak lagi tidur" tergur alfaro kepada bima dengan kesa karena ia takut sang istri akan terbangun dengan teriakan Bima , ya Bima lah yang berlari berterak memanggil daddy kepada alfaro


Bima langsung menutup mulut nya , ia sudah tau kalau kakak nya itu suhdah menikah , alffaro langsung membawa olivia menuju ke kamar nya , ia ingin merebahkan olivia di sana


" daddy" gumam lidia menatap heran kepada anak kecil yang memanggil alfaro dengan sebutan daddy, apa itu anak alfaro dengan bella pikir lidia


" dia bima , adik nya Faro , dia memang memanggil faro dengan sebutan daddy" jawab frans yang seolah menggeriti dengan tatapan lidia kepada bima, Lidia langsung mengangguk angukkan kepalanya


" hay om" sapa bima yang mendakat ke arah frans


" hay boy, kamu sendirian di rumah?" tanya frans ynag langsung berjongkok menyeimbangkan dengan bima


" ya seperti biasanya," jawab bima sambil melirik lidia


" hay kakak cantik" sapa bima sambil tersenyum manis


" hay juga ganteng" jawab lidia sambil mencoel pipi tembeb bima


" iih kakak , jangan coel coel nanti bima jatuh cinta sama kakak " celetuk bima dengan pede nya


" hay tuyul, kamu masih kecil gak boleh bilang cinta cinta" tegur frans kesal


sedangkan lidia hanya tersenyum saat mendangar ocehen bima


" aku bukan tuyul ya om, aku itu anak yang ganteng dan keren , jangan di sama samain sama tuyul yang botak " ucap bima tak terima di katakan tuyul

__ADS_1


" ganteng dan keren dari mana, yang ganteng dan keren itu kaya om ni" ucap frans yang langsung berdiri dan memperlihat kan penampilan nya


" eleh , kalau ganteng dan keren kenapa om gak punya pacar" ucap bima dengan nada mengejek


Lidia langsung tersenyum menutup mulut nya menahan tawa saat mendagar ucapan bima, frans langsung melirik ke arah lidia yang menertawakan nya ,seketika langsung muncul ide brilian di otak frans


Frans langsung merangkul bahu Lidia sambil tersenyum ke arah Lidia , Lidia yang mendapat ragkulan menadadak dari frans langsung terkejut refleks Lidia langsung melihat ke arah frans yang tersenyum ke arah nya


" ini cewek om" jawab frans santai dan masih memperlihatkan senyum manis nya


Lidia langung terkejut dengan apa yang di katakan frans yang mengakui nya sebagai pacar nya, kapan jadian nya pikir Lidia


" bohong , aku gak percaya liat aja muka kakak cantik nya aja langsung tegang gitu" ucap bima yang memang tgak mudah percaya dengan orang lain


' pinter juga ni tuyul' gumam frans dalam hati, namun ia tak mau menyerah begitu saja dari anak kecil di hadapan nya ini


 faran langsung memindahkan tangan nya ke pinggang ramping Lidia dan menarik Lidia ke pelukan nya , Lidia yang masih mode terkejut dan bengong hanya menuruti apa yang frans lakukan kepadanya


Lidia yang langsung sadar dari keterkejutan nya dan bengong nya langsung memberontak minta di lepaskan dari pelukan frans


" lepasin , aku bukan cewek ganpangan yang bisa kamu peluk sesuka mu" ucap Lidia dengan ketus


" hehehe maaf sayang , aku gak bermaksud begitu kok, aku cuma mau nunjukin sama tuyul di depan kita ini kalau kita pasangan kekasih " ucap frans sambil terkekeh kecil


Lidia semakin tidak mengerti dengan apa yang di katakan frans kepada nya


" iii om ngeselin , aku bukan tuyul ya , aku aduin sama mama ,om ngatain anak kesayangan nya tuyul" ucap bima yang kesal langsung meninggalkan lidia dan frans di ruang tamu


"kenap tu bocah?" tanya alfaro yang baru menghampiri Lidia dan frans

__ADS_1


" biasa lah , dia gak terima di katakan tuyul" ucap frans santai , yang langsung duduk di sofa ruang tamu


" tumben dia yang kalah , biasanya dia gak mau ngalah gitu aja" tanya alfaro yang merasa heran karena adik nya itu langsung masuk meninggalkan frans , biasanya kalau sudah saling kata katain mereka berdua tidak ada ynag mau mengalah sampai frans pulang dari rumah nya


" aku juga gak tau " jawab frans sansai


 " duduk Lidia , jangan berdiri terus , nanti kamu makin tunggi, aku susah menggapai mu" ucap frans menepuk nepuk sofa di samping nya


Lidia berdecih kesal , pasalnya frans terus saja bertindak sesukanya , dan bertambah kesalnya lagi tubuh nya tak bisa menolak nya, lidia langsung duduk sedikit jauh dari frans


" permisi den , ini minuman dan cemilan yang aden faro pesan tadi" ucap ART yang bekerja di kediaman keluaga Andreas , sambil membawa nampan berisi minuman dan cemilan


" taro aja di meja bik" jawab alfaro


 ART itu langsung meletak kan minuman dan cemilan di atas meja , setelah itu ia undur diri ke belakang


" silahkan di minum dan di makan cemilan nya" ucap alfaro yang mempersilahkan lidia dan frans meninum dan memakan cemilan yang ada di atas meja


" terimakasih" jawab lidia yang langsung meminum minuman nya , di ikuti oleh frans


" tante belum pulang?" tanya frans setelah meletakkan kembali gelas berisi minuman itu ke atas meja


" katanya sih nanti sore baru sampek rumah " jawab alfaro


" kalau tante tari pulang, terus tante nela sama siapa di sana ?" tanya lidia


" aku sudah menyewa perawat buat menemani mama mertua ku di sana , mama tari juga gak bisa terus menerus menemani mama nela di sana , nanti tuyul tadi nyariin terus " ucap alfaro sambil melirik bima yang baru keluar dari dapur sambil membawa cemilan di tangan nya


 bima tak menanggapi ia langsung beralih masuk sambil memanyunkan bibir nya kesal karena di katain tuyul lagi, namun saat di tengah perjalanan mau menuju ke kamar nya tiba tiba bima menemukan sebuah ide yang cemerlang

__ADS_1


Sedangkan di ruang tamu lidia , frans dan alfaro langsung tertawa gemas melihat bima yang memanyunkan bibir nya dengan kesal


Jangan lupa like , komen dan vote nya ya teriakasih sudah mau membaca sampai ke bab ini, jangan lupa terus tunggu Episode selanjut nya🥰🥰🥰


__ADS_2