
Olivia masih mendengarkan cerita alfaro tanpa ia protes atau pun menyela nya
" tapi aku tak menyerah, aku menyuruh orang untuk mencari keberadaan mu, namun nihil orang orang ku tak bisa menemukan keberadaan mu, sehingga aku bisa bertemu dengan mu di mall waktu itu" ucap alfaro
olivia mengingat saat mereka kembali bertemu setelah beberapa tahun tak bertemu , dan olivia juga mengingat tentang anak kecil yang bersama dengan alfaro dan memanggil alfaro dengan sebutan daddy
" kalau kau hanya beberapa jam menikah dengan bella , terus anak kecil yang memanggil mu daddy itu anak mu dengan siapa?" tanya olivia penasaran
" anak kecil," alfaro nampak berpikir
" oh maksud mu Bima , hahaha" ucap alfaro tertawa keras saat mengingat bima memanggil nya dengan sebutan daddy di hadapan olivia
' kenapa tertawa?" tany aolivia yang bingung tiba tiba alfaro tertawa
Tok... Tok...
Ketukan pintu langsung membuat tawa alfaro berhenti
" nanti aku jelasin , tapi saat ini kita harus ke persidangan, aku yakin itu pasti frans " ucap alfaro sambil tersenyum menahan tawa nya
" baik lah " jawab olivia dengan kecewa , sebenar nya dia sudah sangat penasan , namun apalah daya kerena saat ini mereka harus ke pengadilan
" masuk " ucap alfaro yang mempersilahkan masuk kepada orang yang mngetuk pintu
Pintu pun terbuka , terlihat frans dan lidia yang masuk ke dalam ruangan rawat olivia
' apa kalian sudah siap?" tanya frans
" ya , ayo kita berangkat sekarang" jawab alfaro yang lengasung menggandeng tangan olivia
Mereka pun pergi meniggalkan rumah sakit , kebetulan juga olivia saat ini sudah di perbolehkan pulang namun masih harus menjalani cekup beberapa kali untuk memantau kesehatan olivia
Merek pergi langsung ke pengadilan , karena sidang nya akan di laksanakan setengah jam lagi, tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di tempat persidangan
olivia nampak tegang dan takur saat mmasuki gedung persidangan , alfaro langsung merangkul bahu olivia , lalu tersenyum ke arah nya
__ADS_1
" jangan takut sayang , aku yakin semuanya akan baik baik saja " ucap alfaro menyemangati olivia
olivia terenyum , ia sekarang merasa sedikit tenang karena alfaro selalu menyemangati nya dan membuat nya tenang
Saat ini mereka sudah masuk ke ruangan persidangan , di dalam persidangan olivia menjelaskan keronologi kejadian nya di bantu oleh pengacara dari keluarga Andreas, untung saja pihak dari dokter hadi tak berani mengelak, mereka malah mengakui semua perbuatan nya dan siap menerima hukuman nya
berhubung dari pihak dokter hadi tak membantah atau pun mengelak, jadi hukuman yang di Terima oleh dokter hadi pun tak terlalu berat , seharus nya dokter hadi mendaptkan hukuman mati atas pembunuhan berencana, namun dokter hadi telah mengakui semuanya jadi dokter hadi mendapat keringanan yaitu penjara seumur hidup, dan di tambah dengan kasus penggelapan dana rumah sakit jadi hukuman yang di terima dokter hadi adalah seumur hidup dan di tambah dengan sepuluh tahun penjara
persidangan pun selesai, kini olivia dan yang lain nya telah meninggalkan persidangan
" alhamdulillah akhirnya selesai juga " ucap olivia yang merasa lega
" ya untung nya dari pihak dokter hadi tak membantah atau pun mengelak, mereka malah mengakui semua perbuatan nya" ujar Lidia
" kalau dokter hadi tak mau mengakui semuanya bisa bisa dia mendapatkan hukuman mati atas pembunuhan berencana " kata frans yang fokus mengemudi
" ya juga ya" jawab olivia
" frans kita langsung pulang aja ke rumah papa mama" kata alfaro yang mengalihkan pembicaraan, alfaro sebenarnya kurang puas dengan hasil persidangan kali ini, ia berharap kalau dokter hadi mendapatkan hukuman mati atas apa yang dia lakukan kepada wanita nya
" baik bos" jawab frans
" ya iya lah sayang, kan aku tidur disana jadi kamu juga harus tidur di sana lah sayang" jawab alfaro
" tapi di sana tidak ada pakaian ganti untuk ku"ucap olivia
" kamu tenang aja semua barang barang kamu yang ada di kontrakan sudah aku pindahkan ke apartemen ku, tapi ada beberapa aku pindahkan ke rumah papa dan mama karena kita akan tinggal di sana selam mama dan papa gak ada di rumah " kata alfaro sambil mengelus kepala sang istri, ya alfaro sudah memindahkan barang barang sang istri dan mertuanya dan sekarang kontrakan mereka sudah kosong
Lidia dan frans hanya diam dan mendengarkan pembicaraan suami istri yang ada di belakang mereka
" kita akan tinggal di apartemen? " tanya olivia memastikan
" ya sayang aku belum membeli rumah yang layak untuk mu, jadi kita tinggal di apartemen dulu ya, atau kamu mu kita tinggl di rumah mama sama papa aja dulu sebelum aku mendaptkan rumah baru untuk kita" ujar alfaro
" kalau aku sih terserah kamu aja, di mana pun suami tinggal istrinya pun hanya bisa ikut" jawab olivia
__ADS_1
alfaro merasa senang dengan jawaban olivia, ia memeluk olivia dari samping dan menyenderkan kepala olivia di dada bidang nya
" tidur lah, nanti saat sudah sampai aku bangunkan"ucap alfaro sambil mengelus kepala oliva
" tapi aku tidak mengantuk"jawab olivia
" kamu harus banyak istirahat sayang, kamu baru keluar dari rumah sakit"
olivia hanya menurut tanpa membantah lagi ia langsung memejamkan matanya dan bersandar di dada alfaro , tak butuh waktu lama olivia pun tertidur, alfaro pun tersenyum melihat olivia sudah tertidur
" katanya gak ngantuk tapi udah tidur aja" uca alfaro sambil mengelus kepala olivia
" oliv sudah tidur? "tanya Lidia yang langsung menoleh kebelakang dan benar saja olivia sudah tertidur dengan nyenyak nya di dada alfaro
" hem" jawab alfaro dengan deheman
" cepat sekali, bukan nya dia bilang tadi tidak mengantuk" ucap Lidia yang merasa heran
" ya itu beda kalau tidur nya di dada bidang suaminya ya , gak ngantuk aja langsung bisa tidur" ucap frans yang menimpali
" banar kah, kalau bagitu aku juga pengen nikah cepet lah biar aku bisa tidur di dada bidang suami ku nanti" ucap Lidia sambil tersenyum membayangkan dirinya tidur di dada bidang suaminya
" emng nya sudah punya calon nya? " tanya frans penasaran
seketika raut wajah Lidia berubah sendu saat mendengar pertanyaan frans
" boro boro calon suami pacar aja gak punya" jawab Lidia dengan sedih
frans seketika langsung tersenyum saat mendengar jawaban Lidia ada kebahagiaan tersendiri saat mendengar jawaban Lidia
" kenapa senyum senyum mau mengejek aku ya" tanya olivia dengan tatapan garang nya
" gak kok, aku tidak ada niat untuk mengejek mu " jawab frans masih tersenyum
" terus ap maksud mu senyum senyum seperti itu? " tanya Lidia lagi
__ADS_1
" aku tersenyum karena aku senang kamu belum punya calon suami atau pacar karena ada peluang besar untuk ku menjadi calon suami mu" jawab frans dengan santai
jangan lupa like, komen dan vote nya ya terimakasih 🥰🥰🥰