CINTA KARNA TAKDIR

CINTA KARNA TAKDIR
Episode 45


__ADS_3

Semua persiapan pernikahan Alvaro dan Olivia yang akan dilaksanakan di ruangan rumah sakit itu telah selesai ,kini semua sudah berkumpul di ruangan rawat Olivia termasuk Pak penghulu yang untuk menikahkan Alvaro dan Olivia


Alvaro yang sudah di hadapan Pak penghulu pun menoleh sekilas ke arah Olivia yang tengah terbalik lemah di di ranjang rumah sakit dengan mata terpejam


entah bagai mana reaksi Olivia nanti saat sadar mendapati statusnya sudah berubah menjadi seorang istri, Alfaro hanya berharap nanti Olivia bisa menerima kenyataan nya


"apa acaranya bisa dimulai ? "tanya Pak penghulu menatap Alfaro yang ada di hadapan nya


"bisa Pak "jawab Alvaro dengan tegas ,yang langsung beralih menatap Pak penghulu


Acara pun dimulai dengan di awali membaca Ayat ayat Suci Alquran, setelah nya baru ke acara intinya, acara ijab kabul , pak penghulu langsung melaksanakan tugas nya untuk menikahkan Olivia dan Alfaro, Olivia menikah dengan wali hakim atau pak penghulu, karena ayah Olivia sudah meninggal dan tak memiliki saudara laki laki atau saudara dari ayah nya, karena ayah Olivia adalah anak tunggal


sambil menahan gugup dan detak jantung yang tak menentu Alfaro berhasil mengucapkan ijab kabul dengan satu kali tarikan nafas nya dan tak lama terdengar kata SAH dari para saksi dan orang orang yang menyaksikan acara ijab kabul nya


" Alhamdulillah " ucap Alfaro dengan lirih, ia sedikit merasa lega karena telah berhasil meminang seorang gadis yang dulu nya menjadi sahabat kecil nya dan kini telah sah menjadi istri nya


" Alhamdulillah " ucap semua yang menyaksikan acara ijab kabul Alfaro setelah Alfaro telah berhasil mengucapkan kata kata yang sangat sakral


" selamat sekarang nak faro sudah sah menjadi suami dari nak Olivia " kata pak penghulu memberi selamat


" terimakasih pak" ucap Alfaro sambil tersenyum


" selamat ya nak , semoga menjadi keuarga sakinah mawadah warohmah ,dan semoga ini menjadi pernikahan kamu yang terakhir" ucap tarisambi memeluk putra sulung nya


" amin, terimakasih ma" ucap Alfaro membalas pelukan sang mama, tak lama mereka mengkhiri pelukan nya

__ADS_1


" selamat menempuh hidup baru lagi nak, jadi lah kepala keluarga yang bertanggung jawab,sabar, dan sayang keuarga, semoga ini jodoh mu yang terakhir" ucap Andreas sambil memeluk putra sulung nya


" ya pa, terimakasih pa" kata Alfaro yang membalas pelukan sang papa, tak lama mereka pun melepas pelukan nya


Alfaro beralik mendekati nela yang kini sudah menjadi mertuanya, nela tersenyum sambil menangis saat Alfaro datang ke arah nya dan langsung menyalami tangan nela dan mencium tangan nela


" selamat ya nak, jaga dan lindungi putri mama, beri lah dia kasih sayang mu, dia memang perempuan yang kuat dan angkuh tapi percaya lah di balik kuatnya dan ke angkuhan nya terselip tingkah manja dan rapuh, tolong jangan sakiti dia, dia sudah tidak punya siapa siapa lagi, dan bersabar lah menghadapi sikap angkuh nya, mama percaya lambat laun pasti dia akan bisa berubah"ucap nela sambil menangis


" pasti ma, dari akan selalu menjaga , melindungi dan memberikan kasih sayang untuk Olivia istri ku, mama jangan khawatir aku tidak akan menyakitinya, karena aku sayang dan cinta kepada nya" kata Alfaro dengan tegas dan bersungguh-sungguh


" terimakasih nak" ucap nela yang merasa lega saat mendengar ucapan Alfaro, sekarang ia bisa lebih tenang bila suatu saat yang Maha Kuasa mengambil nyawa nya


setelah bersalaman dengan mertuanya, Alfaro mendekat ke arah Olivia yang masih terbaring lemah, ia menatap nya dengan penih kasih sayang dan cinta, ia mengecup kening Olivia sambil berbisik


" bangun lah Olivia istri ku, suami mu menanti kesadaran mu" bisik nya lirih dan hanya di dengar oleh nya dan Olivia saja


" selamat menempuh hidup baru bos, semoga bahagia selalu" ucap frans dengan tulus sambil memeluk Alfaro dan memeluk nepuk punggung Alfaro, sabahat sekaligus bos nya itu


" terimakasih frans " kata Alfaro yang membalas pelukan dan melakukan sama dengan yang di lakukan frans kepada nya, tak lama mereka pun melepas pelukan nya


" kapan kau akan menyusul? " tanya Alfaro kepada sabahat nya itu


" nanti saat sudah menemukan perempuan yang tepat " jawab frans kikuk, sebab sampai usianya yang sudah sama dengan bos nya itu belum terpikir untuk menikah, boro boro mikir menikah cari pacar aja dia belum kepikiran


" hem, cepat lah cari perempuan yang tepat bagi mu, mengingat usia mu sudah tak muda lagi" kata Alfaro mengingatkan

__ADS_1


" ya aku tau" jawab frans dengan kesal


Alfaro hanya terkekeh geli saat melihat ekspresi sahabat nya itu


" selamat ya pak, tolong buat sahabat saya selalu bahagia bersama bapak" ucap Lidia dengan tulus sambil mengulurkan tangan nya kepada Alfaro


Alfaro tersenyum dan menerima uluran tangan dari Lidia yang merupakan sahabat dari istrinya


" terimakasih, saya akan berusaha membuat Olivia bahagia di samping saya" jawab Alfaro dengan tegas


Lidia pun tersenyum dan merasa puas dengan jawaba Alfaro, ia percaya kalau Olivia sahabat nya itu akan bahagia bersama pria yang selama ini di cintai Olivia


semua acara ijab kabul pun selesai, pak penghulu dan yang lain nya juga sudah pergi dari ruang rawat Olivia dan nela, kini di ruangan itu hanya ada kedua orang tua Alfaro, nela, Alfaro, dan Olivia


" tari, sekarang kan Olivia sudah ada yang menjaga nya, kamu mau kan menjalani pengobatan di Singapura, disana ada rumah sakit khusus untuk kangker, dan banyak yang sembuh setelah berobat ke sana " ucap tari membujuk nela agar mau menjalani pengobatan


" iya nela, kamu harus berobat demi Olivia, Olivia pasti akan sangat sedih kalau meliht mama nya menanggung rasa sakit itu tanpa mau di obati" kata Andreas yang ikut membujuk nela


" ya ma, mama harus semangat untuk sembuh, nanti setelah Olivia sadar dan keadaan nya mulai pulih, kami akan menjenguk mama di Singapura" Alfaro juga ikut membujuk nela


" tapi penyakit ku sudah sangat parah, apa bisa di sembuhkan bahkan dokter mengatakan kalau hidup ku tak akan lama lagi" ucap nela sedih sambil meneteskan air matanya


tari langsung memeluk sabahat nya yang kini telah menjadi besan nya, tak lama setelah itu mereka mengurai pelukan nya


" nela dengarkan aku, umur manusia hanya Allah yang menentukan, meski dokter berkata umur mu gak akan lama lagi, kamu harus semangat banyak orang yang lebih parah dari kamu tapi Allah berkehendak menyembuhkan nya, ya pasti sembuh, jadi kamu harus berusaha dan serahkan semuanya kepada Allah, aku yakin Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk mu " ucap tari memberi semangat untuk sahabat sekaligus besan nya itu

__ADS_1


jangan lupa like, komen dan vote nya ya terimakasih🥰🥰🥰


__ADS_2