CINTA KARNA TAKDIR

CINTA KARNA TAKDIR
Episode 47


__ADS_3

setelah dokter memeriksa keadaan Olivia yang sudah membaik, dokter pun pergi meninggalkan ruangan rawat Olivia


" kamu mau makan? " tawar alfaro yang kini sudah duduk di kursi samping tempat tidur pasien


" mama ku mana? " bukan nya menjawab pertanyaan alfaro, Olivia malah balik bertanya


alfaro langsung menghela nafas nya saat mendapat pertanyaan itu dari Olivia, ia tak mungkin memberi tahu kan keadaan mertuanya saat ini mengingat keadaan Olivia belum membaik


" mau makan bubur ayam atau nasi ayam kremes " tanya alfaro untuk mengalihkan pertanyaan Olivia dengan menawarkan makanan kesukaan nya


" aku gak mau semua itu, aku mau mama" jawab Olivia kesal karena alfaro berusaha mengalihkan pembicaraan nya


" baik lah, aku akan menjawab pertanyaan mu, tentang mama, tapi setelah kamu keluar dari rumah sakit ini" kata alfaro yang tak mu di bantah


" mama? " tanya Olivia merasa heran karena alfaro memanggil mama nya dengan sebutan mama


" ya kenapa , mama nela saat ini sudah menjadi mama mertua ku" jawab alfaro sambil mengulum senyum nya melihat ekspresi wajah terkejutnya Olivia


"apa mama mertua, hahaha kamu pasti sedang bermimpi ya" ucap Olivia tertawa man mungkin kalau mama nya mau menjadi mama mertua untuk alfaro, mama nya pasti tidak akan mengizinkan dirinya menikah dengan laki-laki yang sudah memiliki istri dan anak seperti alfaro pikir Olivia


" aku tidak sedang bermimpi, aku punya buktinya" ucap alfaro sambil menatap wajah cantik istrinya


" mana buktinya, aku tidak akan percaya dengan bualan mu" jawab Olivia ketus, sambil tersenyum miring


alfaro menunjuk cincin yang meningkat di jari manis Olivia, Olivia langsung melihat jari manis yang di tunjuk oleh alfaro, ia terkejut bagaimana cincin ini bisa melingkar di jari manis nya pikirnya heran


" kenapa cincin ini ada di jari manis ku, perasaan ini bukan punya ku" ucap olivia yang berusaha untuk melepas cincin itu dari jari manis nya


 namun sebelum cincin itu benar benar di lepas oleh olivia, dengan cepat alfaro mencegah nya

__ADS_1


" jangan di lepas , itu cincin pernikahan kita" jawab alfaro sambil menggenggam tangan olivia yang hendak membuka cincin pernikahan mereka


" cincin pernikahan kita ?, hay bung ingat anak istri mua di rumah " ucap olivia menepis tangan alfaro dari tangan nya namun tangan alfaro menggengam nya dengan kuat sehingga olivia tak bisa melepaskan tangan alfaro dari tangan nya


" aku belum punya anak liv, istri aku cuma kamu" jawab alfaro jujur dan penuh keyakinan


" hahaha maaf ya bung saya tidak termakan dengan bualan mu itu" ucap olivia tertawa , namuan sebenar nya ia melihat dari sorot mata alfaro kalau alfaro tak sedang berbohong, namun dengan cepa ia menepis nya


" benar liv, aku tak memiliki anak saat ini, terkecuali kamu mau kita membuat anak sekarang" ucap alfaro tersenyum sambil menggoda olivia


" dasar pria mesum, pria gila , lepaskan tangan ku" bentak olivia yang kesal


" ya aku memang pria mesum dan gila, aku mesum hanya bersama kamu istri ku, dan aku gila karena mu" jawab alfaro terus menggoda olivia


' duh bagai mana ini , dia semakin keras tak mau melepaskan ku' gumam nya dalam hati sambil berpikir bagai mana bisa lepas dari pria gila dan mesum yang ada di hadapan nya ini


Alfaro menetap olivia, sebenar nya dalam hati nya mengatakna kalau olivia saat ini tengah berbohong, tapi ia tak mungkin tak mengizinkan olivia ke kamar mandi


" baiklah , ayo aku temani" ujar alfaro yang langsung melepaskan satu tangan nya dari tangan olivia, tangan alfaro langsung mengambil botol infus yang tergantung di tiang infis dan menyerahkan botol infus itu ke olivia


' apa dia mau menemani ku ke kamar mandi, tidak , tidak akan aku biarkan ' gumma nya dalam hati


" ini pegang lah botol infus nya, aku akan menggendong mu" ucap alfaro dengan nada serius


" tidak usah di temani , aku bisa sendiri " tolak olivia


"sudah jangan menolak , cepat pegang botol infus ini" printah alfaro yang tak mau di bantah


" aku akan kekamar mandi sendiri , tolong letek kan lagi botol infus itu di tiang nya , biar aku berjalan sambil mendorong tiang infus nya" ucap olivia yang terus menolak

__ADS_1


Alfaro menarik nafas nya dengan kasar , sungguh keras kepala sekali perempuan di hadapan nya ini


" mau pegang botol infus ini, atau aku akan mencium mu , pilih lah , mana yang kamu mau?" tanya alfaro dengan seringai licik nya , ia tau kali ini olivia tak akan menolak lagi untuk di antarkan ke kamar mandi


Olivia dengan refleks menutup mulut nya , ia berpikir kalau alfaro akan mencium bibir nya jika ia terus menolak nya


ada rasa ingin tertawa melihat olivia menutup mulut nya begitu , namun dengan susah payah alfaro tahan


" jadi mau pilih yang mana ?" tanya alfaro sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah olivia , membuat olivia mengelidik ngeri


' baik lah tak ada pilihan lain , selain menerima nya untuk membantu ku ke kamar mandi' gumam nya dalam hati


" baik lah , tolong bantu aku ke kamar mandi " ucap nya dengan nada ketus


 alfaro tersenyum puas saat olivia menentukan pilihan nya , ia sudah tau sebenar nya dengan pilihan olivia , dengan sigap alfaro langsung mengangkat tubuh olivia dengan ala bridal style


" aaa" olivia langsung terkejut saat tubuh nya melayang keudara saat alfaro menggendong nya dengan ala bridal style, dengan refles olivi mengalungkan kedua tangan nya di leher milik alfaro


" botol infus nya di pengang sayang" ucap alfaro sambil tersenyum ke arah olivia yang saat ini tengah berada di gendongan nya


Olivia seakan terhipnotis dengan ketampanan alfaro di lihat deri dekat , ia mematung melihat wajah tampan pria yang selalu ada dalam hati nya selama ini, jantung nya seketika langsung berdetak lebih cepat dari biasanya


" suami mu ini memang tampan , tapi jangan melihat ku seperti itu juga sayang, lama lama kalau kamu melihat ku seperti itu, aku jadi tidak tahan ingin memakan mu sekarang juga" ucap alfaro sambil tersenyum


Olivia langsung tersadar , ia langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain , dan langsung melepaskan satu tangan nya dari lehar alfaro lalu memgang botol infus yang ada di pangguan nya


 sunguh olivia merasa tegang,dan canggung, ia berusaha untuk mengatur detak jantung nya yang terus berdetak tak menentu seperti ini saat berhadapan dengan laki laki di hadapan nya ini


Jangan lupa like komen dan vote nya ya terimakasih🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2