
Setelah keluar dari ruangan rapat, olivia langsung keluar dari rumah sakit , ia berencana ingin langsung pulang ke kontekan nya, namun sesampainya di parkiran , ia teringat kalau Lidia saat ini tegah bersama dengan sekertaris frans mencari bukti bukti masalah di rumah sakit AR
" lidia kan sedang bersama sekertaris frans mencari bukti bukti , ya sudah lah , aku pesen ojek oneline aja " gumamnya yang langsung mengambil ponsel nya dari saku jas nya , untuk memesan ojek onelne
setelah beberapa menit akhirnya ojek oneline pun datang
" mbak olivia ya?" tanya tukang ojek online itu saat di hadapan olivia
Olivia langsung melihat ke arah tukang ojek yang pakai jaket berwarna hijau itu
" iya , sesuai dengan alamat tujuan ya" ucap olivia yang langsung naik ke motor ojek online
" baik mbak, ini helem nya" ucap ojek itu sambil memberikan helem kepada olivia
Dengan cepat olivia mengambil helem itu , sebelum ia memakai nya ,ia terlebih dahulu menyemprotkan antiseptik , setelah itu baru ia mengenakan helem itu
tak lama motor ojek online itu pun melaju membelah jalanan yang cukup padat , namun belum terlalu jauh mereka meninggalkan halaman rumah sakit, tiba tiba ada sebuah mobil yang menyerempet ojek online yang saat ini di tumpangi olivia
" eeh, kenapa ni mobil, kok mepet mepet begitu" ucap ojek itu yang mencoba menyeimbangi motor nya agar tak terjatuh
" duh , kenapa ni mas?" tanya olivia sedikit panik
" ini mbak , mobil yang ada di belakang kita , tadi nyerempet kita" jawab ojek itu
olivia pun menoleh kebelakang , ia melihat dokter hadi yang tengah mengemudi mobil itu
" dokter hadi" gumam nya dengan terkejut
saat olivia tengah terkejut , tiba tiba mobil yang dokter hadi kendarai kembali menyeremper olivia dan tukeng ojek itu , tukeng ojek itu tak bisa lagi mengimbangi motar nya, sehingga olivia dan tukang ojek itu pun terjatuh. Tukang ojek jatuh ke arah pinggir jalan , sedangkan olivia agak ketengah jala
" iss " olivia meringis saat tubuh nya terjatuh di atas aspal yang sangat keras
__ADS_1
saat olivia tengah menahan rasa sakit nya , tiba tiba mobil yang di kenadrai dokter hadi tadi langsung menabrak olivia hingga olivia terpental jauh sampai lima meter
" aaaaa" teriak olivia saat tubuh nya melayang d udara
brakk
tubuh olivia terhempas di atas aspal, sampai kepala nya mengeluarkan darah seger dan olivia juga sampai memuntahkan darah seger dari dalam mulut nya, setelah itu olivia langsung tak sadarkan diri
Sedangkan dokter hadi yang ada di dalam mobil itu seketika menyeringai penuh kemenangan saat melihat olivia tergeletak di atas aspal dengan bersimbah darah , setelah melihat olivia yang tergeletak tak sadarkan diri , dokter hadi langsung melajukan mobil nya dengan kecepeten tinggi , meninggalkan tempat kejadian
Tukang ojek tadi dan para warga yang menyaksikan olivia di tabrak itu pun langsung membantu olivia dan segera membawa nya ake rumah akit AR, kerene merek belum terlalu jauh dari rumah sakit itu
***
PRAKKK
gelas berisi air putih yang nela pegang terjatuh dari pegangan nya , sehingga mengakibatkan gelas itu pecah tak jauh dari kaki nya
" ya Allah..." uca nya terkejut
nela langsung teringat dengan olivia yang kini masih berada di rumah sakit , kerena masih ada urusan . Olivia tadi sempat mengirimkan pesan kalau ia akan pulang terlambat , karen masih ada urusan dengan pemilik rumah sakit
Nela langsung membereskan gelas pecah yang berseraan di lantai , setelah itu ia langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi no anak nya
Namun sudah beberapa kali nela menelfon no olivia tidak tersambung , hal itu membuat nela semakin menghawatirkan olivia
" liv , kamu di mana nak, kenapa no kamu tidak bisa di hubungi" ucap nya dengan penuh kekhawatiran
***
di rumah sakit , Alfaro, frans dan Lidia , masih menyusun setrategi untuk menuntaskan masalah yang ada di rumah sakit AR
__ADS_1
" jadi bagai mana membuat merek mengakui perbuatan nya bos?" tanya frans
" kita tidak usah membuat mereka mengaku sekerang, kita serahkan saja bukti bukti ini ke pihak berwajib , setelah itu baru aku akan memecat mereka semua " jawab Alfaro
" jadi , anda mau langsung melaporkan ini kepihak berwajib pak?" tanya Lidia
" ya , frans , segera laporkan masalah ini ke pihak berwajib , setelah itu baru aku akan mencari orang orang yang akan mengantikan jabatan mereka" kata Alfaro
" baik bos , aku akan langsung membawa barang bukti ini ke kantor polisi" ujar frans yang langsung menyusun berkas barang bukti semua orang yang terlibat dalam penyelewengan kekuasaan dan dana rumah sakit
saat sedang berbincang bincang , mengenai rencana mereka , tiba tiba Alfaro memegangi dada nya yang berdetak lebih cepat dari biasanya dan perasaan nya juga tiba tiba tidak enak , ia lngsung teringat dengan olivia
" kenapa bos?" tanya frans sedikit khawatir
" entah lah , perasaan ku tiba tiba tidak enak" jawab nya yang masih memegangi jantung nya yang berdetak lebih cepat dari biasanya
" mungkin bos kurang tidur , atau kelelahan " kata frans yang tak mau berpikiran yang tidak tidak , takut bos nya semakin membuat pikiran bos nya tak karuan
Sedangkan lidia hanya diam dan melihat interaksi Alfaro dan frans , yang menurut nya , mereka adalah sahabat sejati, yang saling menghawatirkan satu sama lain saat yang satunya sedang terlihat tidak baik baik saja
" tidak, aku tidur dengan cukup akhir akhir ini, dan aku juga tidak terlau kelelahan , tapi entah kenapa pikiran ku tertuju pada olivai, aku takut terjadi apa apa dengan nya" ucap Alfaro dengan penuh kekahawatiran
Olivia oh ya tuhan , lidia baru menyadari kalau sahabat nya itu sudah tidak ada di runagn rapat itu bersama mereka , sangking sibuk nya ia sampai tak teringat dengan sahabatnya itu
" apa olivia sudah pulang pak?" tanya lidia yang jadi ikut menghawatirkan olivia
" entah lah , tadi dia langsung pergi begitu saja " jawab nya dengan penuh kekawatiran
Saat mereka semua sedang menghawatirkan olivia, tiba tiba ada seseorang yang membuka paksa pintu ruang rapat itu, seketika mereka langsung menoleh ke arah pintu, terlihat ada seorang suster yang tengah mengatur nafas nya saat behasil mesuk ke dalam rungan rapat itu
" sus, nuri , ada apa , kenapa sapai berlari lari seperti itu?" tanya lidia dengan heran
__ADS_1
" maaf dokter Lidia, saya hanya di perintahkan memberi tahu dokter , kalau dokter olivia mengalami kecelakaan , saat ini beliau sedang ada di ruangan operasi, pihak rumah sakit tidak akan mengoperasi dokter olivia, kalau tidak ada penanggung jawab nya, maka dari itu saya di perintahkan memangil doktar" jelas suster nuri
Jangan lupa like, komen , dan vote nya ya Terimakasih🥰🥰🥰🥰