CINTA KARNA TAKDIR

CINTA KARNA TAKDIR
Episode 37


__ADS_3

Tatapan semua orang kini tertuju ke arah olivia, semua orang yang ada di ruangan itu pun bertanya tanya , kenapa dokter baru ini dengan lancang masuk ke ruangan rapat


" pemisi , maaf jika saya menggagu di ruangan rapat ini" ucap olivia sambil meremas jari nya sendiri untuk menhilangkan rasa kegugupan nya


tatapan Alfaro masih menetap tajam olivia yang masih berdiri di ambang pintu, mau apa dia pikir Alfaro dengan bingung


Frans yang melihat kedatangan olivia sedikit terkejut , bukan nya wanita ini yang di katakan bos nya tadi sebegai calon buk bos nya pikir frans yang masih menatap olivia di ambang pintu


" ada perlu apa kau masuk ke ruangan rapat ini?" tanya Alfaro dengan tatapan mengintimidasi kepada olivia


Olivia langsung mengehla nafas nya untuk menetral kan detak jantung yang tak beraturan saat mendapatkan tatapan dari Alfaro , dan ia juga sambil menahan rasa sakit di dadanya saat bertatapan dengan laki laki itu


" boleh saya masuk, ada hal penting yang harus saya sampaikan kepada pemilik rumah sakit ini" ucap olivia yang menatap frans , ya olivia pikir kalau si pemilik rumah sakit ini adalah frans yang sedang duduk manis di samping Alfaro. Olivia tadi tak mendengar saat frans di parkiran tadi memanggil Alfaro dengan sebutan bos


" silahkan" ucap frans yang seolah tau dengan tatapan olivia kepadanya


Alfaro langsung menatap tajam ke arah frans , ia juga seolah tau kalau olivia menyangka kalau frans lah pemilik rumah sakit ini


Frans hanya tersenyum kemenangan saat mendapat kan tatapan dari atasan nya itu, frans langsung mengalihkan pandangan nya ke arah olivia, mengabakan tatapan tajam dari Alfaro

__ADS_1


 olivia mulai berjalan mendekat ke meja rapat , beberapa kali ilivia menghela nafas nya untuk menghilangkan ke gugupan nya


" apa yang ingin kau sampaikan , jangan membuang buang waktu " ucap Alfaro dengan tatapan datar nya


" maaf sebelum nya kalau saya mengganggu jalan nya rapat ini, tapi ada satu hal penting yang harus saya sampai kan kepada bapak pemilik rumah sakit ini, dan ini mengenai pelayanan rumah sakit ini kepada masyarakat kurang mampu" ucap olivia menatap semua para dokter yang memegang jabatan di rumah sakit AR


Seketika hampir semua dokter yang memegang jabatan tinggi di rumah sakit ini marasa teerkejut dan sedikit takut , mereka semua tau apa yang ingin di sampaikan oleh olivia


" pelayanan kepada masyarakat kurang mampu" ucap Alfaro dengan menautkan alis nya menatap penuh penasaran dengan olivia


" maaf pak Alfaro , dia hanya dokter baru di rumah sakit ini, dia belum terlalu paham dengan pelayanan rumah sakit ini" ucap dokter hadi yang merupakan menejer ke uangan di rumah sakit AR, ia mencoba menghasut Alfaro agar tak terpengaruh oleh ucapan olivia


"ya saya memang dokter baru di sini, maaf jika saya lancang mengatakan semua ini, saya hanya tidak mau kalau masyarakat kurang mampu di perlakukan tidak semersti nya dan hal ini menyangkut nyawa, jadi saya tidak bisa diam saja melihat semua ini ,saya harap bapak pemilik rumah sakit ini segera menindak lanjuti apa yang akan saya sampaikan nanti" ucapan Olivia dengan tegas


" dokter Olivia, jangan asal bicara, anda tidak tau apa apa tentang peraturan di rumah sakit ini" ucap dokter hadi sedikit menaikkan nada bicara nya kepada olivia, matanya menatap tajam ke arah dokter muda itu seolah olah ia memberi peringatan keras kepada olivia agar tak melanjutkan ucapan nya


Alfaro dan frans hanya terdiam, mereka berdua hanya melihat ke arah Olivia dan dokter danu dan dokter hadi, mereka juga sedang mengamati dan mencerna setiap ucapan mereka


" ya saya memeng kurang tau tentang peraturan di rumah sakit ini tentang menangani pasien yang kurang mampu , tapi setidak nya jangan mengusir pasien yang kurang mampu yang keadaan nya masih butuh penangana dari rumah sakit, contoh nya saja orang yang baru menjalani operasi, masa harus di paksa pulang begitu saja, sedangkan mereka masih harus mendapatkan penanganan khusus dari rumh sakit, nyawa mereka yang akan menjadi taruhan nya kalau terjadi apa apa saat di rumah dalam keadaan nya yang seharusnya masih mendaptkan penangana khusus dari pihak rumah sakit" ucap olivia panjang lebar sambil menatap tajam ke arah dokter Hadi dan dokter danu

__ADS_1


Olivia tak merasa takut sama sekali dengan tatapan tajam yang di berikan oleh dokter hadir dan dokter danu, ia malah membakik menata tajam keduanya, seolah olah Olivia mengibarkan bendera oerang kepada mereka


Alfaro dan frans sangat terkejut dengan apa yang di sampaikan oleh Olivia barusan ,mereka malah baru tau kalau rumah sakit milik Alfaro pernah mengusir pasien yang baru saja di operas


" jangan percaya pak, itu bukan pasien kurang mampu, tapi pasien mandiri dan tidak sanggup lagi melakukan pembayaran" elak dokter hadi, ia terus berusaha agar Alfaro pemilik rumah sakit ini tak percaya dengan ucapan dokter baru ini


" kalau pasien tak sanggup lagi membayar kan dia bisa mengajukan kalau diri nya warga kurang mampu agar bisa melanjutkan pengobatan nya" hcap Olivia yang tak mau kalah


Alfaro dan frans masih mencerna setiap ucapan Olivia dan dokter hadi, Alfaro sengaja belum mau angkat bicara, ia ingin lebih banyak tau tentang rumah sakit nya, mungkin setelah ini ia akan menelusuri apa saja ya tidak ia ketahui tentang rumah sakit milik nya ini


suasana semakin mencengkram olivai terus mengungkapkan tentang kejanggalan di rumah sakit AR dan dokter hadi, dokter danu juga selalu menyangkal nya


saat suasana sedang panas panas nya tiba tiba pintu di ketuk seseorang dari luar, sepontan semua orang yang ada di ruangan itu langsung melihat ke arah pintu yang tertutup


" masuk" suara bariton Alfaro yang mempersilahkan masuk kepada orang yang mengetuk pintu ruangan rapat itu


pintu ruangan itu pun terbuka, terlihat sosok gadis cantik yang sama dengan Olivia memakai jas putih yang melekat di tubuh nya, matanya langsung melotot saat melihat ke arah Alfaro, setelah melihat ke arah alfato ia juga langsung melohat ke arah Olivia yang tengah berdiri tak jauh dari Alfaro


" maaf jika saya menggangu rapat nya, saya tadi sempat mendengarkan perdebatan antara sahabat saya Olivia bersama dokter danu dan dokter hadi, saya di sini bukan bermaksud untuk membela sahabat saya , tapi semua yang di katakan oleh sahabat saya adalah benar, dan ada satu hal lagi yang harus bapak pemilik rumah sakit ini tau" ucap Lidia sambil menatap tajam ke arah dokter hadi dan dokter danu

__ADS_1


jangan lupa like, komen dan vote nya ya terimakasih 🥰🥰🥰


__ADS_2