CINTA KARNA TAKDIR

CINTA KARNA TAKDIR
Episode 43


__ADS_3

Setelah menungggu dua jam lama nya akhir nya operasi olivia baru selesai , dokter bagas pun langsung keluar dari ruang operaasi


Alfaro, tari dan lidia yang melihat dokter bagas yang keluar dari ruangan operasi pun langsung berlari menghampiri dokter bagas


" dokter, bagai mana apa operasinya berhasil?" tanta Alfaro dengan penuh kekhawatiran


" ya dokter, bagai mana ke adaan olivia saat ini? " tari juga ikut bertanya


" alhamdulilah , operasinya berhasil, keadaan dokter olivia saat ini juga sudah setebil, tinggal menunggu sadar dan pemulihan saja "jelas dokter bagas


" sukurlah" ucap Alfaro, tari dan lidia merasa lega


" terimaksih atas kerja keras nya dokter bagas" ucap Alfaro


" sama sama pak, ini memang sudah menjadi tugas saya sebagai dokter" jawab dokter bagas merasa tersanjung dengan ucapan terimakasih pemilik rumah sakit tempatnya bekerja


setelah menjelaskan tentang keadaan olivia saat ini , dokter bagas langsung pemit untuk memeriksa pasien lain nya


Setelah beberapa menit berlalu , akhirnya kini olivia telah di pindahkan di ruangan perawatan , Alfaro , tari dan lidia pun selalu setia di samping olivia


" faro , mama mau ke ruangan nela dulu ya, kamu tungguin oliv di sini " ucap tari yang beranjak dari duduk nya


" ya ma" jawab Alfaro


" em, pak saya juga mau pamit ya , ini sudah malam , saya takut orang tua saya menghawatirkan saya belum pulang" ucap lidia yang juga beranjak dari duduk nya dan pamit pulang


" ya pulang lah, kasihan nanti orang tua mu menghawatirkan mu , biar olivia sama aku, dan terimakasih sudah mau menunggu olivia di ruangan operasi tadi sampai masuk ke ruang perawatan" ucap Alfaro yang mengucapkan terimakasih kepada lidia sahabat olivia


" sama sama pak, olivia itu sahabat saya , jadi mana mungkin saya tega meninggalkan nya dalam keada seperti tadi " jawab lidia

__ADS_1


" ya udah , lidia sekalian bareng sama tente aja ya keluar nya" ujar tari mengajak lidia


" baik lah ten"


 tari dan lidia pun segera pergi dati ruangan rawat olivia ,meninggalkan olivia yang terbaring dengan lemah yang di tunggu oleh Alfaro


Setelah kepergian mama nya dan lidia , Alfaro memperhatikan wajah pucat olivia , meskipun pucat tapi tetep masih cantik pikir Alfaro


" mong, maafin aku ya, seharus nya tadi aku gak biarin kamu pulang sendirian " ucap Alfaro sambil mengelus tangan olivi


"aku janji mong, aku akan cari orang yang nabrak kamu, dan aku pastikan dia akan menekram di jeruji besi " janji Afaro kepada olivia


Saat sedang masik memandangi wakaj cantik olivia , tiba tiba pintu kamar ruang rawat olivia di buka oleh seseorang, sepontan Alfaro langsung menoleh, terlihat ada perawat mendorong brankar pasien masuk ke ruangan olivia


" eh, kenapa di bawa masuk ke sini?" tanya Alfaro heran , ia sampai beranjak dari duduk nya


" faro, itu tante nela, dia ingin satu ruangan dengan Olivia" jawab tari yang baru masuk setelah brankar tempat nela terbaring lemah masuk ke ruangan olivia


 nela hanya tersenyum sambil mengagukkan kepalanya kepada alfaro , para perawat dan dokter memasang alat alat di tubuh nela , setelah itu mereka langsung pamit keluar, Alfaro mendekat ke arah nela , sedangkan tari mendekat ke arah olivia


" tante bagai mana keadaan tante sekarang?" tanya Alfaro yang kini sudah berdiri di dekat nela


" tente baik baik saja terimakasih sudah menolong tante dan oliv" ucap nela dengan tulus


" tidak usah berterimakasih tante , aku sudah mengagap tante dan oliv itu seperti keluarga ku sendiri, jadi jangan sungkan pada ku dan juga mama" ucap Alfaro


 nela tersenyum, ia merasa bersukur bisa bertemu dengan Alfaro dan tari lagi , nela melihat ke arah samping, melihat putri semata wayang nya tengah terbaring lemah sambil menutup matanya, sakit rasanya melihat anak semata wayang nya terbaring lemah tak berdaya seperti itu


" oliv sudah melewati masa kritis nya tente, dia saat ini tengah dalam masa pemulihan " ucap Alfaro yang memberitahu ke adaan oliva saat ini, ia seolah olah tau tatapan nela kepada olivia

__ADS_1


" sukur lah , kapan kira kira dia akan sadar?" tanya nela yang tak sabar melihat olivia sadar


" belum tau tan , kita doa kan saja semoga dia cepat sadar " ucap Alfaro


" ya nela , doa kan saja semoga olivia cepat sadar , kamu jangan banyak pikiran ya ingat kondisimu saat ini" ucap tari memperingatkan sahabat nya


" ya tari, terimakasih atas semuanya , aku tak bisa membalas semua yang telah kamu dan faro lakukan kepada ku dan oliv, aku hanya bisa mengucapkan teimakasih pada kalian berdua" ucap nela sambil meneteskan air matanya


" sudah lah nela , tak usah berterimakasih terus kepada ku, aku sudah menggap mu sebagai saudara ku, dan sudah mengggap olivia sebagai anak ku sendiri, jadi berhentilah berterimakasih kepada ku " ujar tari yang mendekat kearan nela , ia langsung memeluk nela , mereka menangis bersama


Alfaro tersenyum melihat dua sahabat itu, ia sampai meneteskan air matanya melihat mereka berdua


 tak lama mereka pun melepskan pelukan nya , nela kini menatap Alfaro yang tengah berdiri tak jauh dari nya


" faro , bisa tete bicara pada mu" pinta nela sambil menatap Alfaro


" tentu tente, tante mau bicara apa " jawab Alfaro yang kini berjalan mendekat ke arah nela


" faro, maaf dulu saat kamu dalam keadaan terpuruk olivia dan tente tidak membantu mu" ucap nela


" gak pap tante, semua itu masa lalu ku, itu semua juga kesalahan ku sendiri yang tak mau mendengarkan ucapan olivia yang sudah memperingatkan ku" ujar Alfaro


" faro tente boleh tanya sesuatu pada mu" ucap nela sedikit ragu


" boleh tan, tante mau tanya apa, kalau faro bisa jawab pasti faro akan menjawab nya"ucap faro


" faro, apa kamu mencintai anak tente " tanya nela sambil menatap serius Alfaro


Alfaro langsung terkejut saat mendapatkan pertanyaan sepeti itu dari nela, kalau boleh jujur saat ini Alfaro memang sudah menaro hati kepada Olivia sejak dulu, namun ia baru menyadari saat bertemu dengan Olivia kembali, setelah pertemuan nya di mall waktu itu jantung Alfaro terus berdetak lebih cepat saat mengingat wajah cantik olivia

__ADS_1


" jawab lah faro, jangan takut, tante hanya ingin tau perasaan mu terhadap anak tente , tapi tente berharap kamu mempunyai perasaan yang sama terhadap olivia, faro asal kamu tau ya olivia itu sangat mencintai kamu, dari dulu sampai sekarang, kamu tau saat kamu menikah dengan perempuan lain ,olivia begitu terpukul dan hancur, dia sampai memaksa tante untuk pindah rumah dan pergi dari kehidupan mu, ia melakukan itu karena dia tak mu terus terusan tersiksa saat melihat mu berbahagia dengan perempuan lain" ucap nela menceritakan semuanya


jangan lupa like, komen dan vote nya ya Terimakasih 🥰🥰🥰


__ADS_2