
jantung Alfaro seakan berhenti saat mendengar olivia kecelakaan dan harus di operasi
" apa!!! olivia kecelakaan?" tanya lidia yang terkejut
" sus nuri, anda jangan main main kalau bicara ya" bentak Alfaro dengann penuh emosi, ia tak percaya kalau Olivia mengalami kecelakaan dan harus di operasi
Sus nuri langsung berubah ketakutan saat mendapat bentakan dari Alfaro
" sabar bos, jangan emoso dulu, sebaik nya kita liat dulu bagai mana ke adaan dokter olivia sekarang" ujar frans menenangkan Alfaro yang sedang di selimuti emos
mereka semua pun langsung berlarian keluar dari ruangan rapat itu menuju ke ruangan UGD di mana olivia saat ini berada , mereka bertiga mendapatkan tatapan heran dari semua orang yang melihat mereka yang berlari tergesa gesa
tak terkecuali dari para dokter, suster dan pekerja lain nya di rumah sakit, mereka menatap heran karena pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja tengah berlari lari dengan wajah panik nya
Sesampainya di ruangan UGD, Alfaro langsung mendorong pintunya dengan keras, seakan ia tak sabar untuk melihat keadaan olivia
" dimana cemong, ?" tanya Alfaro dengan wajah panik nya
para dokter dan suster yang ada di sana pun merasa bingung , cemong, siapa cemong yang di maksud pemilik rumah sakit tempet mereka bekerja
" maaf pak , cemong siapa yang bapak maksud?" tanya dokter yoga yang mewakili para dokter dan suster
Alfaro handak menjawab dengan penuh emosi, namun frans terlebih dahulu memegang bahu bos sekaligus sahabat nya itu agar tak langsung emosi
" maksud pak Alfaro , dokter olivia , dimana dia sekarang , apa benar dia mengalami kecelakaan?" tanya frans
" keadaan dokter olivia saat ini sedang kritis , ia harus secepatnya menjalani operasi, karena terjadi penggumpalan darah di kepalanya , jadi dokter lidia tolong hubungi pikak keluarga nya , untuk menjadi penanggung jawab nya" jelas dokter yoga dengan tatapan sedih nya
__ADS_1
" lakukan operasi nya sekarang , aku yang akan bertanggung jawab sepenuh nya " ucap Alfaro dengan tegas
" maaf , pak tapi anda bukan pihak dari keluarga nya , meski anda pemilik rumah sakit ini tapi anda tidak bisa melanggar aturan rumah sakit" ujar dokter yoga
" saya calon suami nya , jadi cepat lakukan operasi nya sekarang , atau aku akan memecat kalian semua" ancam Alfaro dengan lantang nya dan penuh emosi, ingin rasanya ia memukuli para dokter yang ada di hadapan nya itu karena telah lambat melaksanakan tugas nya
Semua orang yang ada di sana terkejut dengan pengakuan pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja , termasuk lidia .mereka tak menyangka kalau dokter yang belum genap satu bulan bekerja ini adalah calon istri pemilik rumah sakit ini
yoga sangat terkejut dan juga merasa sangat sakit hatinya saat mendengar pengakuan pemilik rumah sakit tempatnya bekerja , wanita yang selama ini ia cintai secera diam , dan baru berencana untuk mengungkapkan nya nanti malam , ternyata sudah berstatus calon istri orang
" baik pak , kami akan melakukan operasi sekerang juga " ucap dokter bagas yang merupakan dokter propesional di rumah sakit AR
dokter bagas dan yang lain nya segera mempersiapkan untuk mengoperasi olivia, sedangkan Alfaro kini mendekat ke tempat tidur pasien , tempat di mana olivia terbaring lemah tak berdaya ,raut wajah pucat dan masih bersimpah darah , namun sudah tak banyak lagi, kerena sudah di bersihkan sebagian nya
" mong, kamu harus bertahan , kamu harus kuat , aku sayang dan cinta sama kamu mong, tolong bertahan lah demi aku dan ibu mu" ucap Alfaro mencium kening olivia
" liv , kamu harus kuat , kami di sini sangat menyayangi kamu" ucap lidia sambil menangis , ia juga tidak tega melihat sahabatnya tak berdaya seperti ini
" permisi , pak , dokte lidia , kami akan melakukan operasinya sekarang" ucap seoarang suster
Alfaro , Lidia dan frans pun sedikit bergeser agar susutr itu bisa langsung mendorong brankar yang ada olivia nya , sustre itu mendorong olivia membawa nya menuju ke ruang operasi , di ikuti oleh Alfaro, lidia , frans
selama pejalanan menuju ke runagn operasi , tangan Alfaro terus menggenggam tangan olivia , seakan ia tak mau berpisah dengan olivia
Sesampainya di rungan operasi suster yang mendorong olivia tadi langsung menahan Alfaro yang ingin ikut masuk kedalam ruangan operasi , dengan alasan nanti kehadiran Alfaro akan menghambat para dokter dalam menjalankan operasi
awal nya Alfaro masih terus memaksa ingin mendampingi oivia di ruangan operasi , namun frans berusaha menahan dan memberi pengertian untuk bos sekaligus sahabat nya itu , akhinya dengan berat hati Alfaro membiarkan olivia di tangani oleh dokter untuk di operasi
__ADS_1
Alfaro terduduk lesu di hadapan ruangan operasi , rasa gelisa dan rasa takut kehilangan olivia begitu besar sampai ia saat ini tak lagi memperhatikan penampilan nya yang sudah acak acakan tak mencerminkan seorang Alfaro yang selalu mengutamakan penampilan yang selalu rapi namun tidak untuk saat ini, ia terlihat sangat kacau dan menyedihkan
" bos , apa kau tidak akan menghubungi ibu dokter olivia" tanya frans yang kini ikut duduk di samping Alfaro
" ah , ya aku hampir lupa , lidia kau saja yang menghubungi tante nela , aku akan menghubungi mama ku" pinta Alfaro kepada lidia yang sedang duduk tak jauh dari nya
Tanpa menjawab , lidia langsung menghubungi nela ibu olivia , dan Alfaro juga langsung menghubungi mama nya kalau olivia mengalami kecelakaan
" hallo tante , tanta masih ada di sana ?" tanya lidia sedikit panik , saat setelah ia ngetakan kalau olivia mengalami ke celakaan dan nela sangat terkejut dan berterikan kini nela mama nya olivia tak lagi terdengar suara nya
" hallo tante , tante tidak apa apa kan ?" tanya lidia lagi yang masih tak mendapatkan jawaban
Alfaro dan frans yang melihat lidia panik , mereka berdua pun langsung mendekati lidia
" ada apa lidia?" tanya Afaro sambil menatap lidia yang panik
" tante nela , aku takut terjadi apa apa padanya, karen dia tak merespon ucapan ku lagi" ucap lidia
" coba sini ponsel mu" ucap Alfaro yang langsung mengambil ponsel milik lidia,ia melihat sambungan telfon nya masih tersambung dengan nela , ia mendakatkan ponsel itu ke telinganya
" hallo tante , ini faro , tante tidak apa apa kan ?" tanya Alfaro , namuan tak ada jawaban dari nela
" tante ku mohon jawab lah petanyaan ku" ucap Alfaro yang berharap nela menjawab ucapan nya , masih tak ada jawaban dari nela , hal itu membuat Alfaro panik, ia langsung teringat kalau tente nela ibunya olivia kini sedang mengalami sakit parah , ia jadi takut terjadi apa apa dengan tante nela
" kamu tunggu olivia di sini, aku akan memastikan tante nela baik baiak saja " kata Alfaro sambil mengembalikan fonsel milik lidia
Jangan lupa like komen dan vote nya ya Terimakasih 🥰🥰🥰
__ADS_1