CINTA KARNA TAKDIR

CINTA KARNA TAKDIR
Episode 49


__ADS_3

" nona bagai mana kabar anda saat ini? " tanya frans sambil menatap olivia yang kini tengan duduk di atas ranjang rumah sakit


Belum sempat olivia menjawab nya , alfaro terlebih dulu menjawab nya


" apa maksud mu menanyai keadaan istri ku?" tanya alfaro dengan tatapan tak suka


" eh , santai bos aku hanya menanyakan keadaan nya, apa salah nya?" tanya frans yang merasa tak ada yang salah denga ucapan nya terus kenapa bos sekligus sahabat nya itu marah pikir nya


" salah nya karena kau menanyakan keadaan istri ku" jawab alfaro tak masuk akal


Olivia , lidia dan frans menatap heran dan bingung dengan alfaro


" jangan berlebihan" tegur olivia


" tapi sayang aku tidak suka dia bertanya tanya tentang kabar mu" ucap alfaro sambil merengut kesal


" dia tidak salah, dia kan datang kesini untuk melihat keadaan aku kan"


frans dan Lidia hany saling pandang saat kedua pengantin baru ini berdebat hanya dengan masalah sepele


" tapi-"


" diam atau kau keluar dari ruangan ini" ancam Olivia yang memotong ucapan alfaro


alfaro langsung terdiam acaman sangat istri, ia tak mau kalau harus berjauhan dari istri nya itu, sedangkn frans langsung merasa kagum dengan Olivia yang bisa mengancam seorang alfaro


" sudah sudah, kami datang kesini untuk melihat keadaan mu liv, dan kami juga kesini mau mengatakan kalau kamu sudah merasa baikan kamu harus datang ke persidngan untuk jadi saksi" ujar Lidia yang mengutarakan maksud dan tujuan nya dan frans datang menjenguk olivia


" persidangan, menjadi saksi? " tanya Olivia sedikit bingung, ia tak mengerti dengan apa yang di katakan Lidia


" ya, kamu akan menjadi saksi di persidangan nanti, agar orang yang menabrak mu itu mendapatkan hukumn yang setimpal" jawab Lidia


Olivia langsung terkejut dengan apa yang di katakan oleh Lidia, seketika Olivia langsung teringat kejadian kecelakaan itu, sedangkan frans dan alfaro hanya diam menyaksikan kedua wanita itu

__ADS_1


" apa orang yang menabrak ku sudah ketemu? " tanya olivia


" sudah dan pelaku nya adalah dokter hadi " jawab alfaro


olivia menghela nafas nya dengan kasar, sebenar nya ia tak mau melaporkan kejadian yang menimpanya kepada polisi , ia hanya ingin berencana untuk menemui dokter hadi secara pribadi, ia ingin menanyakan tentang maksud nya untuk mencelakai dirinya


" jangan bilang kalau kamu sudah tau kalah dokter hadi yang telah mencelakai mu? " tanya Lidia sambil menatap curiga


" benar sayang, kamu sudah tau kalau hadi yang sengaja menabrak mu? " tanya alfaro yang ikut menimpali


" ya aku sudah tau kalau dokter hadi yang menyerempet ojek yang ku naiki dan dia juga yang menabrak ku saat aku terjatuh dari ojek" jawab ara


" jadi dia dengan sengaja ingin membunuh mu? " tanya alfaro dengan penuh emosi, sangking emosinya alfaro mengepalkan tangan nya dengan kuat


" aku tidak tau " jawab olivia dengan jujur


" kamu harus memberi kesaksian ini saat di pengadilan nanti liv, agar dokter hadi menerima hukuman sesuai dengan apa yang dia lakukan pada mu" ujar Lidia yang juga ikut emosi saat mendengar cerita olivia


 keesokan hari nya olivia kini sudah mulai membaik dan kini ia tengah bersiap untuk menghadiri persidangan kasus kecelakaan yang menimpa dirinya, alfaro, Lidia ,dan frans yang akan menemani olivia dan tak lupa pengacara kepercayaan keluarga Andreas yang akan membantu mereka di persidangan


" siap" jawab olivia dengan ragu


alfaro langsung memeluk olivia dari belakang, olivia yang mendapatkan pelukan dari alfaro pun langsung terkejut, pasal nya ia tidak pernah di peluk seperti ini


" faro lupakan aku" ucap olivia memberontak


" usst , diam sayang aku hanya ingin memeluk mu saja"bisik alfaro di telinga olivia sambil mengeratkan pelukannya agar olivia tak bisa melepaskan nya,


" faro aku mohon lepaskan aku, aku tidak nyaman kalau seperti ini" ujap olivia yang sedikit takut dengan tindakan alfaro


" biarkan seperti ini sebentar, selama aku menikahi mu aku belum pernah memeluk mu seperti ini sayang" bisik alfaro lagi yang masih nyaman dengan posisi ini


olivia pun mencoba untuk diam dan membiarkan alfaro memeluk nya toh dia juga suaminya tak ada maslah kan kalau hanya berpelukan bahkan melakukan hal lebih juga tak apa pikir nya

__ADS_1


olivia langsung bergeleng geleng kepalanya, ia tak habis pikir kenapa dirinya sampai berpikiran sampai kesana


" kenapa sayang, kepalamu pusing? " tanya alfaro yang melihat olivia menggeleng geleng kan kepalanya


" ah tidak, ayo kita berangkat" jawab olivia dengan gugup


alfaro langsung melepaskan pelukan nya lalu membalikan tubuh olivia menghadap ke arah nya, alfaro tersenyum saat melihat wajah cantik istri nya dan terlihat jelas kalau olivia tengah menahan kegugupan nya


" nanti saat di persidangan kamu jangan takut ya sayang, aku akan selalu ada di belakang mu dan selalu mendukung mu" ucap alfaro sambil tersenyum


olivia pun ikut tersenyum, ia marasa terharu dengan ucapan alfaro yang mengatakan kalau dirinya akan selalu mendukung nya


" terimakasih"


" sama sam sayang, I Love you " ucap alfaro dengan tulus


olivia mamak terkejut saat alfaro mngatakan I love you kepada nya, ia pikir alfaro masih mencintai bella, oh ya bella kenapa olivia melupakan bella, kemana dia, dan apa benar mereka sudah bercerai, saat teringat dengan bella olivia menatap tajam ke arah alfaro


" loh kenapa sayang, bukan nya di jawab malah melototin aku kaya gitu" ujar alfaro yang menyadari kalau istrinya itu tengah melototin dirinya


" di mana bella? " tanya olivia masih dengan tatapan tajam nya


" bella, mana aku tau sayang, aku tidak ada urusan dengan nya" jawab alfaro apa ada nya


" benar? " tanya olivia mengintimidasi


" benar sayang, sejak aku bercerai dengan nya aku sudah tidak tau menau tentang nya" jawab alfaro yang merasa sedikit takut kepada istrinya


" kenapa kamu bisa cerai sama dia, bukan nya kalian saling mencintai dan saling menyayangi? " olivia terus bertanya tentang bella, ia masih sangat penasaran kenapa mereka bisa bercerai


" aku menceraikan bella di malam hari nya saat dia pingsan dan keluarga ku memanggil kan dokter pribadi keluarga kami, terus dokter mengatakan kalau bella tengah hamil, dan anak yang bella kandung adalah anak dari bram " jawab alfaro apa adanya tanpa ada yang di tutup tutupi


olivia langsung terkejut ia tak menyanhka kalau usia pernikahan mereka hanya bertahan beberap jam saja dan bella tengah mengandung anak bram

__ADS_1


"setelah kejadian itu aku sangat menyesal karena tidak mendengarkan ucapan mu waktu itu, aku langsung mencari mu ke rumah mu, namun kamu sudah pergi entah kemana, dan aku juga terus menunggu mu sehingga aku tau kalau kamu pindah dari rumah mu itu" ucap alfaro sambil menatap olivia yang senantiasa mendengarkan ceritanya


jangan lupa like, komandan vote nya ya Terimakasih🥰🥰🥰


__ADS_2