CINTA KARNA TAKDIR

CINTA KARNA TAKDIR
Episode 39


__ADS_3

Alfaro dan Olivia masih saling menatap,ada terselip kerinduan dari keduanya, lama mereka saling manatap satu sama lain , olivia langsung tersadar dan langsung mngalihkan pandangan nya


" hem, maaf apa yang ingin bapak sampaikan kepada saya? "tanya olivia sambil menahan rasa cinta, rindu dan kecewa secara bersamaan


" bapak? " ucap Alfaro sambil mengerentitkan dahinya


" ya bapak, bapak kan pemilik rumah sakit ini, jadi sudah sewajar nya jika saya memanggil anda sebutan bapak" ucap olivia berusaha untuk tetap bersikap biasa saja


" mong, eh maaf, liv kamu masih marah ya sama aku? " tanya Alfaro sambil menatap dalam mata olivia yang nampak teduh itu


" marah, buat apa saya marah sama anda pak, anda tidak memiliki ke salahkan apa apa" ucap olivia menahan kegugupan nya


"jangan bicara formal saat kita sedang berdua, aku minta maaf sama kamu, aku nyesel gak dengerin apa kata kamu dulu, maafin aku ya liv" ucap Alfaro yang langsung beranjak dari duduk nya lalu duduk di samping olivia


" bapak mau apa, jangan macam macam ya" ucap olivia sambil melotot ke arah Alfaro yang kini duduk di samping nya, ia merasa sangat takut saat Alfaro pindah tempat duduk


Alfaro pun tersenyum kearah olivia , wajah tegang campur takut membuat Alfaro gemas melihat nya


'duh rasa nya gak tahan pengen bawa dia ke KUA' gumam nya dalam hati


" aku gak akan ngapa ngapain kamu kok sebelum halal" ucap Alfaro yang masih mempertahankan senyuman nya


" dih siapa juga yang mau di halalin sama bapak" ucap livia kesal, Olivia beranjak dari duduk nya dan hendak pergi dari ruangan rapat itu


namun belum ia melangkah , Alfaro sudah menarik tangan Olivia sehingga Olivia langsung terduduk kembali


" isss.... jangan pegang pegang" ucap Olivia yang langsung menyingkirkan tangan Alfaro yang memegang tangan nya

__ADS_1


" baru juga di pegang tangan udah galak begitu, bagai mana kalau aku cium"ucap Alfaro yang sengaja menggoda Olivia


" jangan macam macam ya, ingan anak istri dan anak mu menunggu di rumah " ucap Olivia dengan ketus sambil membuang muka dari Alfaro dadanya terasa sangat sakit saat mengingat kalau Alfaro sudah memiliki anak dan istri


Alfaro mengernyit kan dahinya bingung , anak dan istri, bagai mana dia bisa mengatakan kalau dirinya mempunyai anak dan istri, Alfaro berpikir keras, ia langsung teringat kejadian waktu di mall waktu itu, kejadian di mana Bima memanggil nya dengan sebutan daddy


Alfaro tersenyum, berarti wanita cantik di hadapan nya ini tidak tau kalau dirinya saat ini telah menyandang status duda perjaka


" terus kenapa kalau sudah punya anak dan istri, itu kan di rumah, kalau di luar kan bujangan" ucap Alfaro sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya ke arah Olivia


" dasar gila, sudah punya anak dan istri pun masih mengaku bujangan" Olivia semakin kesal dengan tingkah Alfaro


" ya aku memang sudah gila ,gila karna kamu, kamu mau gak jadi istri kedua ku" Alfaro terus menggoda Olivia


mata Olivia langsung melotot tak percaya dengan apa yang di katan oleh laki laki yang ada di sampingnya ini, jadi istri kedua, meski ia sangat mencintai pria yang duduk di samping nya ini tapi kalau untuk jadi istri keduanya, tidak ia tidak akan mau tidak akan pernah mau jika menjadi istri kedua


namun lagi lagi tangan nya di tahan kembali oleh Alfaro


" mau kemana? " tanya Alfaro sambil menahan pergelangn tangan oivia


" lepas, aku gak sudi jadi istri kedua mu" ucap olivia dengan ketuas sambil menghempaskan tangan Alfaro agar terlepas dari tangan nya


setelah berhasil terlepas olivia langsung segera pergi dari ruang rapat itu, meninggalkan Alfaro sendirian


Alfaro langsung tertawa terbahak bahak saat olivia sudah keluar dari ruangan rapat itu, ada rasa bahagia tersendiri bagi Alfaro setelah berhasil menggoda olivia


" aku makin gak sabar buat menikahin kamu" ucap Alfaro sambil senyum senyum sendiri

__ADS_1


" bos" panggi seseorang yang baru masuk ke ruangan rapat


Alfaro langsung menoleh ke arah sumber suara, terlihat Lidia dan frans yang masuk kedalam ruangan rapat itu sambil membawa berkas berkas


" apa kalian sudah menemukan bukti bukti yang kuat tentang kasus ini?" tanya Alfaro


" sudah bos , ini semua data pasien yang di paksa pulang setelah menjalani operasi dan asien yang masih membutuhkan perawatan intensif , dan data pasien yang meninggal dunia karena di paksa melepaskan alat alat medis di tubuh mereka " ucap frans dengan tatapan sedih saat mengetahui kebenaran nya


" jadi , sampai seperah itu kelakuan mereka ?" tanya Alfaro dengan tak habis pikir dengan apa yang mereka lakukan selama ini, Alfaro langsung menundukkan kepalanya , ia merasa sangat bersalah karena selama ini telah mempercayakan rumah sakit ini kepada orang yang salah


" ini semua salah ku, aku telah salah mempercayakan semua nya kepada mereka , tanpa aku periksa terlebih dahulu" ucap Alfaro menyalahkan dirinya sediri, karena dirinya telah salah memilih orang kepercayaan dan mengakibatkan jatuh nya korban


" kak, eh maaf , maksud saya pak Alfaro, ini semua bukan salah anda ini salah mereka yang telah memanfaatkan kepercayaan anda , jadi jangan salahkan diri anda sendiri" ucap Lidia yang merasa kasihan dengan Alfaro yang menyalahkan dirinya sendiri dari semua masalah ini


" tapi ini tetap salah ku, yang terlalu percaya kepada mereka , hingga mengakibatkan banyak masyarakat tak mampu terlantar dan sampai kehilangan nyawanya " ucap nya dengan lirih , sampai alfaro meneteskan air matanya , ia tak sanggup membayangkan saat masyarakat kurang mampu harus di perlakukan seperti itu


" bos, jangan terus menyalahkan diri anda sendiri , sekerang , anda harus bertindak , dan menghukum orang orang yang terlibat dalam masalah ini,agar tak ada lagi masyarakat kurang mampu menjadi korban nya" ujar frans sambil menepuk nepuk bahu bos sekaligus sahabat nya itu


" ya , pak, benar apa kata sekertaris frans , tak ada gunanya anda menyalahkan diri anda sendiri , sebaik nya anda harus cepat bertindak agar tak ada lagi korban atas penyelewengan kekuasaan itu" ucap lidia


" baik lah , aku akan segera mengatasi nya, setelah itu aku akan mengadakan konferensi pers , agar tidak ada kesalah pahaman dari pihak masyarat kepada rumah sakit AR" kata Alfaro


" baik bos , setelah kita membereskan para hama hama di rumah sakit AR , aku akan menyiapkan konfrimasi pers " ujar frans


Setelah itu mereka langsung menyusun rencana untuk menindak lanjuti siapa saja yang terlibat dalam masalah ini


"frans cari juga bukti , penyelewengan dana alat alat rumah sakit " pinta Alfaro

__ADS_1


Jangan lupa like , komen dan vote nya ya terimakasih 🥰🥰🥰


__ADS_2