
Hari terus berlalu tak terasa kini sudah satu minggu olivia pulang dari rumah sakit , keadaan nya juga sudah mulai membaik namun belum di perbolehkan untuk bekerja kembali oleh alfaro
pagi ini alfaro tengah bersiap siap untuk pergi ke kantor, dan olivia sedang membereskan tempat tidur mereka
" sayang tolong pasangin dasi aku dong" pinta alfaro yang menyodorkan dasi kepada olivia
olivia langsung mengambil dasi dari tangan alfaro, lalu segera memasangkan dasi itu ke leher sang suami
Alfaro tersenyum memperhatikan wajah cantik sang istri
" kenapa senyum senyum?" tanya olivia heran
" kamu cantik" jawab jujur alfaro
Seketika pipi ara langsung memerah mendengar pujian dari suami nya
"masih pagi gak usah gombal" ujar ara yang masih memasang dasi suami nya
" aku gak gombal sayang , aku berkata jujur kamu memang cantik" ucap alfaro lagi
" nih sudah " ucap ara yang telah menyelesaikan masang dasi nya lalu sedikit menjauh dari alfaro, namun alfaro langsung menahan pinggang ramping milik istri nya
" iii lepasin , nanti kakak kesiangan " ucap olivia memberontak meminta di lepasin
namun alfaro semakin kuat memegang pinggang sang istri , ia memandang dengan lekat mata istri nya
" sebentar aja sayang, ku mohon" pinta alfaro
" baik lah " jawab olivia yang berusaha untuk tenang dan tak memberontak lagi , namun jantung nya yang kini berdetak lebih cepat seperti mau meledak , sebisa mungkin olivia menahan detak jantung nya
" sayang , apa kamu sudah sembuh?" tanya afaro dengan suara berat nya
" ya aku sudah sembuh , memang nya kenapa?" tanya balik olivia
" sayang , kamu tau kan selama aku menikahi kamu aku belum meminta hak ku" ucap alfaro dengan hati hati
'what!!! Dia mau minta hak nya, duh gimana ini , kalau aku gak ngesih hak nya aku takut dia cari kepuasan di luar, tapi aku belum siap memberikan hak nya aaaa aku harus bagai mana ' batin olivia yang bingung
__ADS_1
alfao yang melihat sang istri hanya diam saja , mulai mengerti mungkin istri nya belum siap , ia langsung melepaskan tangan nya dari pinggang sang istri, lalu ia berusaha untuk tersenyum, meski ia sedikit kecewa tapi apalah daya kalau isti nya belum siap, ia akan menunggu sampai istri nya siap untuk memberikan hak nya
" kalau kamu belum siap gak papa kok, aku akan menunggu sampai kamu siap" uca alfaro sambil mengelus rambut sang istri
" udah gak usah di pikirin ,sana ambil jilbab nya kita keluar ,pasti mama dan papa udah nungguin kita buat sarapan " ucap alfari beusaha mengalihkan pembicaraan
tanpa berkata apa apa , olivia langsung mengambil jilbab nya dan langsung memasang nya lalu keluar kamar bersama alfaro. Terlihat di meja makan sudah ada mama dan papa alfaro dan juga bima yang tengah menunggu kedatagan mereka berdua
" selamat pagi ma, pa" ucap alfaro yang langsung duduk di kursi makan , di ikuti oleh olivia di samping nya
" pagi ma, pa" ucap olivia
" selamat pagi " jawab tari, andeas dan bima bersamaan
olivia langsung melaksanakan tugas nya untuk mengambil kan sarapan untuk suami nya
" kamu ada meting pagi ini faro?" tanya andeas
" ya pa , aku ada miting dengan perusahaan sanjaya" jawab alfaro
andeas hanya mengguk angukkan kepalanya tanpa bertanya lagi
" kamu sehat liv?" tanya tari yang memperhatikan menantunya sedari tadi banyak melamun
olivia yang sedang melamun tak mendengarkan pertanyaan dari mertuanya , tari memegang pundak olivia, seketika olivia langsung tersejut
" astagfirullah" ucap ara sambil mengelus dadanya yang terkejut
" duh maaf ya liv, mama buat kamu kaget" ucap tar ang merasa bersalah
" tidak papa ma , oliv aja yang sedang melamun" jawab olivia tersenyum
"kamu melamuni apa nak , apa kamu ada masalah dengan faro?" tanya tari penasaran
"gak kok ma, aku hanya kangen sama mama nela aja " jawab olivia tak sepenuh nya berbohong , ia memang sedang merindukan mama nya dan juga memikirkan alfaro
tari langsung memeluk menantunya itu , tari mengelus puncak kepala olivia yang tertutup hijab
__ADS_1
" kamu yang sabar ya sayang , kalau kamu sudah benar benar sembuh dan alfaro punya waktu pasti nanti kamu akan di antar oleh suami mu menjenguk mama mu" ucap tari yang mencoba memberi pengertian kepada anak menantu nya itu
" ya ma, aku ngerti kok, kak faro juga udah bilang begitu sama oliv" ujar olivia sambil terrsenyum
Setelah berbincang bincang dengan mertuanya olivia masuk lagi ke dalam kamar nya untuk mencari ponsel nya ia ingin menghubungi lidia sahabat nya, ia juga inin meminta pendapat lidia
" hallo sayang , ada apa tumben telfon?" tanya lidia di seberang telfon
" halo lid kamu lagi sibuk gak ?" tanya olivia basa basi
" gak tu, kebetulan hari ini libur , ada apa ?" tanya lidia lagi
" em jalan yuk , bosen nih di rumah muluk" ajak olivia
" ok, aku juga sama lagi bosen di rumah , mau aku jemput ke rumah" kata lidia dengan gembira
" kita ketemuan aja di mall, nanti aku minta anter supir aja , pulang nya baru sama kamu"
" ok deh , aku siap siap dulu ya , kamu juga cepetan siap siap keburu siang nanti "
" hem " jawab olivia yang langsung memutuskan sambungan telfon nya
Setelah brtelfonan olivia segera bersiap , setelah bersiap ia langsung pemit kepada mertuanya kalau ia akan pergi ke mall bersama lidia , tari pun mengizinkan nya, singkat cerita kini olivia sudah ada di maal tempat ia dan lidia janjian, ia langsung mencari keberadaan lidia yang katanya sudah sampai di mall
" oliv" teriak seseorang sambil melambaikan tangan nya
olivia langsung melihat ke arah sumber suara , ia tersenyum lalu berjalan menuju ke lidia
" lama banget sih" gerutu lidia saat olivia sudah sampai di dekat nya
" sorry tadi sempet kejebak macet " jawab olivia
" kita makan sulu yuk , aku laper nih belum makan" ajak lidia , olivia pun hanya mengguk menyetujui nya, sesampai nya mereka di sebuah restoran yang ada di dalam mall itu mereka langsung memesan makan yang mereka inginkan tak lama pesanan mereka pun datang
" lid, sebenar nya aku ngajak kamu ketemuan itu ada yang ingin aku curhatin sama kamu" ucap olivia dengan wajah sedih nya
" kamu kenapa liv, apa tuan alfaro menyakiti kamu , atau dia melakukan kdrt, wah kalau benar ini tidak bisa di biarkan , yuk kita langsung lapor polisi aja , meski dia pemilik rumah sakit tempat kita bekerja , aku tidak akan rela kalau kamu sampai di sakiti sama dia " ucap lidia panjang leber
__ADS_1
Jangan lupa like , komen dan vote nya ya terimakasih 🥰🥰🥰