
setelah berusaha mendapat bujukan dari tari dan keluarga nya akhirnya nela mau menjalani pengobatan di Singapura dan hari ini juga nela berangkat di temani oleh tari untuk sementara waktu, seterus nya nela akan di temani oleh orang bayaran Alfaro untuk menjaga mertunya di Singapura
" faro mama titip oliv ya , jangan beritahu kalau mama menjalani pengobatan ke Singapura kepad oliv" pinta nela kepada anak menatunya
" tapi ma, faro tidak bisa terus terusan menyembunyikan keberadaan mama, aku takut oliv semakin membenci ku" tolak Alfaro
" mama cuma minta jangan beritahu oliv saat keadaan nya belum pulih, kamu boleh mengatakan nya saat keadaan oliv benar benar pulih" kata nela sambil tersenyum melihat wajah ketakutan Alfaro
Alfaro langsung tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal
"ya udah mama sama mertua kamu pergi sekarang ya, kamu jaga oliv dengan baik, jangan sampai ada orang yang akan mencelakai oliv lagi" kata tari memperingati Alfaro
" baik ma, aku akan menjaga istri ku dengan baik " jawab Alfaro dengan nyakin
" kata dokter ,Olivia akan segera sadar, tapi kami tidak bisa menunggunya sampai sadar, karena pesawat dan yang lain nya telah di siap kan semuanya sebentar lagi kami kan berangkat" ucap tari
" ya ma "
nela mengelus pipi cantik anak nya, ia sampai meneteskan air matanya, sebenarnya ia ingin pergi setelah Olivia sadar namun semua keperluan dan persipan nya telah selesai, jadi ia tak bisa menolak nya, ini juga demi kebaikan dirinya,sedih rasanya akan berpisah dengan anak nya dalam keadaan seperti ini
" oliv sayang mama pamit nya, maaf mama gak bisa menunggu oliv sadar dulu, do'ain mama ya sayang, semoga mam bisa sembuh dan bisa berkumpul lagi sama kamu " ucap nela sambil menangis
" nela jangan bersedih, nanti setelah Olivia sudah sehat faro pasti akan membawa nya menemui mu di Singapura nanti" kata tari sambil menepuk nepuk bahu sahabat nya itu
nela pun menganggikkan kepalanya pertanda mengerti setelah berpamitan nela dan tari pun seger peri ke Singapura dii temani oleh petugas medis dari rumah sakit AR yang di urus langsung oleh Alfaro
setelah kepergian nela dan tari kini di ruangan rawat Olivia tinggal Alfaro dan Olivia saja, Alfaro menggenggam tangan Olivia dan mengecupnya beberapa kali
__ADS_1
" sayang, bangun lah aku di sini menunggu mu" ucap alfaro sambil menciumi tangan Olivia, ia berharap Olivia akan seger sadar
tok.. tok....
seseorang mengetuk pintu ruangan rawat Olivia dari luar
"masuk" kata alfaro yang langsung menoleh ke arah pintu
saat pintu terbuka terlihat ada frans yang datang seorang diri, ia berjalan masuk
" bagai mana? " tanya alfaro kepada frans
" semu bukti dan saksi telah di serahkan kepada polisi, dan pelakunya sudah berhasil di tangkap" jawab frans yang langsung duduk di sofa yang ada di ruang rawat olivia
" sukur lah kalau begitu, siapa pelakunya apa kita mengenal nya? " tanya alfaro pemasaran
" ya kita sangat mengenal pelakunya dia telah mengakui kejahatan nya dan dia juga mengakui kalau dia dengan sengaja menyeremper ojek yang di tumpangi nona Olivia , setelah nona Olivia dan ojek itu terjatuh , nona olivia terjatuh ke tengah jalan , dan pelakunya itu dengan sengaja menabrak nona olivia hingga nona olivia terpental sejauh lima meter dari tempat nya terjatuh tadi " jelas frans yang menceritakan kejadian kecelakaan itu dari tukang ojek yang di naiki olivia
" siapa pelaku nya frans , aku tidak akan membiarkan nya hidup tenang bagitu saja " ucap nya dengan penuh amarah
" orang ny aialah , dokter hadi " ucap frans
" apa , jadi dia pelakunya" tanya alfaro terkejut , ia tak menyaka kalau dokter hadi sampai ingin membunuh olivia , karena oliva ingin membukakan kedok nya selama ini
" ya, dia lah pelaku utama nya dan di bantu oleh dokter danu" jawab frans lagi
" kurang ajar, aku tidak akan memaafkan perbuatan mereka , frans segera berikan bukti buktinya tentang pengelapan dana rumah sakit , dan lakukan pemecatan masal untuk para dokter atau perawt yang telah bekerja sama dengan dokter hadi dan dokter danu" kata alfro dengan mata yan berapi apai sangking ia marah nya
__ADS_1
" baik lah , kalau begiu, aku permisi dulu , aku mau menyerahkan buti buktinya ke kantor polisi , untuk memberatkan hukuman nya" ucap frans yang beranjak dari duduk nya
" cari pengecera yang handal , dan suru pengacara itu membuat dokter hadi dan dokter daniu mendapatkan hukuman mati atau penjara seumur hidup nya"
" siap bos" ucap frans yang langusng perg meninggalkan ruangan rawat olivia
' aku tidak aka membiarkan mereka bisa menghirup nafas nya dengan bebas , aku akan melakukan apa saja untuk membuat mereka menderita " gumam alfaro
saat alfaro tengah menahan emosinya , setelah mengetahui kebenaran tentang dalang kecelakaan olivia, tiba tiba jari oivia bergerak , dan tak lama olivia membuka matanya dengan perlahan
" ari" ucap nya lirih namun masih bisa di dengar oleh alfaro yang duduk di samping nya
alfaro langsung menoleh ke arah olivia saat ia samar samar mendengar oliva meminta air , dan benar saja , olivia sedang mengerjap ngerjakan matanya , untuk menetralisir cahaya di ruangan itu
"sayang , aku sudah sadar?" tanya alfaro sangat bagia , sekejap ia langsung meredamkan amarah yang sudah memuncak tadi
" air" ara mengulangi kalimat nya, saat ini tenggorokan nya bagitu sangat kering,
Alfaro dengan cepar mengambil segelas air minum dan tak lupa ia membrikan pipet sedotan untuk mempermudah olivia minum
" ini minum lah , tapi harus pelan pelan " kata alfaro dengan lembut
Olivia hanya mengagukkan kepalanya , dan alfaro langsung membantu olivia untuk minum , sedikit demi sedikit olivia menyedot air dengan bantuan pipet sedotan
setelah beberapa tegukan , olivia menyudahi nya, dan alfaro langsung meletakkan gelas iar minum ke nakas kembali
" sayang kamu tunggu sebenatar ya, aku panggil dokter dulu, untuk memeriksa keaadan mu kembali" ucap alfaro sambil mengelus kepala olivia dan lagsung pergi keluar ruangan olivia untuk memanggil dokter, padahal di ruangan olivia terdapat tombol untuk memanggil dokter tanpa harus keluar ruangan . Alfaro melupakan itu , sangking bahagianya dia melihat olivia sadar
__ADS_1
' aku di rumah sakit , oh ya aku mengalami kecelakaan , eh tapi kenapa dia ynag menunggui ku di ruangan ini, kenapa tidak mama yang menunggui ku," gumam nya dalam hati
janga lupa like komen dan vote nya ya terimakasih 🥰🥰🥰🥰