Cinta Kepentok Skripsi

Cinta Kepentok Skripsi
Seblak


__ADS_3

Cahaya rembulan mulai menghilang


Cahaya sang surya mulai muncul


Kicauan burung


Suara kokokan ayam


Menghiasi pagi ini


Dering telphon dari bunyi Alarm membangunkan sang gadis dari tidurnya.


"Alhamdulillah, Astagfirullah dan membaca do'a bangun tidur.


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ


*Alhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur.


Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangitkan*.


"hmmm masih ngantuk jam berapa ini yaa?" Vivi bergumam.


"Oooh, jam 6" Vivi bergumam dengan mata yang masih mengantuk, dengan raut muka baru bangun tidur.


Vivi berjalan kekamar mandi mencuci muka, dan menggosok gigi.


"Aku harus siap-siap, untuk pergi ke kampus, semangaaaat".


"Coba liat hp dulu, hari ini hari apa, ohh ternyata hari minggu, aduh aku lupa" sambil memukul jidat.


"Main ah ke kosan Rose" Vivi keluar dari kosan kemudian mengetuk pintu kamara kosan Rose.


Tuk tuk tuk


"Roseeee"


"Masuk Vii" Terlihat Rose sedang membuat karya.


"Lagi apa Rose, aku gak ganggu kan?" Vivi berharap tidak mengganggu.


"Iya ..enggak ko, ini buat tulisan aja" jawab Rose.


"Wiih baaaaguuuuus, MasyaAllah" Vivi terkagum dengan kedua tangan menangkup kedua pipinya.


"Makasih" Balas Rose.


"Kenapa gak dinyalain tv nya, nyalain dong" pinta Vivi.


"Iya, tunggu yaa" Rose menyalakan Tv.


"Ok" Vivi duduk melihat hasil karya Rose yang setengah jadi.


"Gak kemana-mana, kemana giituu?" Vivi duduk dengan santainya.


"Iya enggak" Rose masih berkutat dengan Karyanya.


"Kita bikin makanan yuk, yang gurih dan pedas" Ajak Vivi.


"Tapi kamu yang beli bahan-bahannya kebawah !?" Rose melirik ke Vivi.


"Iya, ya udah aku siap-siap terus ke bawah beli bahan-bahan". Vivi memakai jaket, kaos kaki dan turun ke bawah.


Vivi membeli kerupuk, cabe, penyedap rasa, bawang merah, bawang putih, telur.


"Rooos nih aku udah dapet bahan-bahannya" Sambil menunjukkan belanjaan.


"Yuk, Rose keluar kosan menuju dapur kemudian menyiapkan cobek, mengupas empat siuang bawah merah dan dua siung putih, memetik 5 butir cabe kemudian dicuci dan diulek.


Sementara itu Vivi mengambil wajan, menyalakan kompor. Setelah wajan panas Vivi menuangkan dua sendok makan minyak goreng.


"Nih udah halus" Rose menyerahkan bumbu kepada Vivi. Dituangkannya kedalam wajan kemudian memasukkan air sebanyak 3 gelas, kemudian kerupuk 1/4 kg, dan dua butir telur.


Sambil menunggu matang mereka bercengkrama.


"Rose aku punya tebakan" Vivi berfikir.


"Bebek apa yang ada di miliki setiap orang?" Vivi menyunggingkan senyuman.


Rose berfikir kemudian menjawab "Bebek motor alias motor bebek.


"Salah, kan gak setiap orang punya motor bebek" Ucap Vivi.

__ADS_1


"Ko salah sih, bener dong" sanggah Rose.


"Kan aku yang ngasih tebakan jadi jawabnnya juga harus sesuai Aku" ucap Vivi.


"Mau tau jawabannya?" Tanya Vivi"


"Iya apa", ucap Rose.


"Hmhmhmhmhmhm" Vivi malah tertawa dengan bibir tersenyum tanpa membuka mulut.


"Ko malah ketawa sih, Jawab dulu baru ketawa", Rose melihat ke arah pasaknnya.


"Ok, hmhmhmhmhh, aku pengen ketawa dulu," Vivi berusaha menenangkan dirinya agar tidak tertawa.


Vivi mengatur nafasnya "Tarik buang".


"Bek cobek, itu jawabannya" Vivi tertawa terbahak bahak.


"Oh", Ko cuman Oh sih, Rose. "Hehehehehehehe" Rose tertawa, iya nih aku ketawa.


Mereka melihat masakanya, Airnya telah mendidih dimasukan telur, ditambah garam.


Air dalam wajan sedikit surut dan kerupuk mulai lunak.


"Hmm aku coba dulu, kurang apa yaa? , Kayaknya kurang apa gitu yaa, aku tanya Rose deh"


"Rose coba deh kurang apa?" Vivi menyerahkan sendok ke Rose.


"Kurang kencur kayaknya, iya gak sih?" Rose mencicipi.


"Oh iyaaa," Vivi ingat, "gimana dong?" .


"Iya gak apa-apa, enak ko" Rose menenangkan.


Vivi memindahkan masakannya (Seblak) ke dalam wadah.


"Yuk kita makan di kamar ku", ajak Rose.


"July Kita masak seblak banyak yuk sini" ajak Rose dan Vivi".


July menghampiri Vivi dan Rose.


"Oh kalian masak seblak, enak" Ucap Vivi. .


Vivi membuka suara


"Aku punya tebakan lagi"


July dan Rose melirik ke arah Vivi dengan tanda tanya di kening mereka dan terlihat antusias.


"Se.... se apa yang blak?" Vivi terbahak bahak


"Seblak looo", jawab Rose dan July kompak.


"Ihhh, ko gitu sih hahahahha" Vivi terbakah-bahak.


"Garing" Ucap Rose dan July bersamaan.


"Ada lagi, garing apa yang bisa bernyanyi?" tanya Vivi.


"Garing Niji" Jawab July.


"Iya bener ahahaha", Vivi terkekeh.


"Burung apa yang ambigu?" Tanya Vivi.


Rose dan July berfikir sambil memakan seblak.


"Burung beo" Jawab July.


"Burungkali Gagak, hehehehehe"Jawab Rose sambil tertawa.


July dan Vivi pun tertawa.


"Gak gak gak gak, buruk kakak tua, jawabannya, Ucap Vivi.


"Ko gagak, kenapa?" tanya Rose.


"Iya, Kenapa?" Tanya July.


"Soalnya kan gak jelas kataknya kaka, tapi tua,,, ahahahahahahhaa, aduh sakit perut tawa terus".

__ADS_1


"Kaka kan gak harus muda, kan kaka juga bisa tua, kan makahluk hidup tumbuh dan berkembang dan juga menua" Ucap Rose.


"Tapi ada juga yang Allah ciptakan tidak menua sudah meninggal" tambah July.


"Iyaa Saya setuju dengan Anda sekalian. Ah kalian mah kan bercanda. Ucap Vii.


"Dia yang ngasih tebak-tebakan Dia yang ketawa" ucap July.


Setelah mereka melihat kedalam wadah.


"Seblaknya masih banyak" ucap ketiganya kompak.


"Aku udah yaa, maaakaasiih" July angkat tangan.


Rose dan Vivi saling menatap


"Habisin Vii.. sayang tuh masih banyak" Ucao Rose.


"Akuu udah kenyang, apalagi tadi habis ketawa mulu" Ucap Vivi.


"Dasar seblak", Ucap July dan Rose.


Mereka tertawa bersama-sama


hahahahhahaha


"Aku balik ke kosna yaa?" July berdiri.


"Iyaa..." Rose melihat ke arah July.


"Aku nanti aja yaa, Kamu jangan rindu..Cukup Dia aja yang merindu. Hehe"


"Iya.." Jawab July datar.


"Dasar Vii...Vii.... Kamu ini" Rose meliaht ke arah Vii.


"Iya Aku kenapa?" Vii melihat ke arah Vii dan tersenyum..


"Entahlah.." Rose pasrah.


"Ada tebak-tebakan lagi. Singa apa yang bisa terbang?" Tanya Vii.


"Singa depok." Jawab Rose


"AHahahaha ...Salah." Jawab Vii.


"Singap di jendela" Jawab Rose. "Burung kaka tua hinggap di jendela" tambahnya.


"Bukan" timpal Vii.


Rose berfikir keras .."Singa ...singaa...singaa, singa apa yaa?"


"Singa iya pergi dari hidupku ku merasa sepi


iya tinggal kan ku sendiri di sini tanpa satu yang pergi. Aku merasa tiada berdaya selain dirimu..selain cintamu..." Vivi bersenandung.


"Hingga ko jadi singa" Rose sedikit kesal.


"Singa sana. Itu jawabnnya" Rose berucap.


"Iya...salah..jawabannya adalah ....eng ing eng .....lion air. Ahahahahah" Vivi terbahak-bahak.


"Oh itu jawabannya...ko gak kepikiran yaa. Ko seblak gini yaa" Rose menepok jidat.


❤❤❤


maaf yaa baru up,


banyak tipo


banyak kata "ucap"


makasih yaa udah baca


like, komen, and share


semoga bermanfaat


salam hangat sahabat


❤❤❤

__ADS_1


revisi bertaburan


__ADS_2