
Ketika praktik dilakukan untuk membuktikan teori.
Data-data disusun sedemikian rupa
Sehingga menghasilkan teori.
Yang mana teori yang terkumpul dari fakta dan data.
Teori yang akan berkembang seiring dengan praktik dan penelitian.
Jas putih bertengger di badan setiap mahasiswa.
Ada kebanggaan tersendiri.
Hari ini merupakan praktikum pertama di
kampus bagi Vivi.
Laboran menjelaskan peraturan selama praktikum.
Sang laboran seorang laki-laki.
"Baik,, selamat datang di lab,, kalian akan praktik bersama dengan saya,, kalian panggil saya akang,, karena saya juga belum bapak-bapak dan juga saya merupakan alumni jurusan yang artinya kakak tingkat kalian,,
"iyaa kaaangngngngng" jawab kami serempak
"Peraturan di laboratorium ini yaitu:
"Pertama kalian harus datang tepat waktu".
"Kedua sudah menulis jurnal".
"Ketiga memakai APD lengkap yaitu jas, sepatu, rambut diikat bagi yang tidak berkerudung,, memakai masker".
"Kempat membawa kain lap,, sikat".
"Kelima menuliskan peralatan dan menggunakan segala jenis alat dan bahan di buku yang telah disediakan".
"Keenam tidak mencarger hp.
"Ketujuh tidak makan dan minum di dalam lab"
"Kedelapan harus merapikan alat dan bahan sisa di tempat semula"
"Kesembilan lab harus dalam keadaan bersih ketika meninggalkan ruangan".
"Kesepuluh tidak pulang sebelum kegiatan lab selesai,, semua orang pulang bersama-sama. mengerti?"
"Siap mengerti, jawab kompak"
"Ada yang ditanyakan?"
Salah satu mahasiswa unjuk tangan
__ADS_1
"Saya mau tanya kang, Kenapa akang mau jadi laboran di sini?"
"Karena akang cinta dengan jurusan ini" Jawabnya dengan muka ramahnya
"Iya ada tambahan lagi, kalian harus mengumpulkan laporan kelompok seminggu setelah kegiatan praktikum,, jika kalian memecahkan/merusak barang artinya membeli,, karena kalian harus mengganti barang sesuai barang yang pecah/rusak."
Ucap Akang laboran.
"Jika kalian terlambat maka kalian harus praktikum susulan dan membuat laporan secara individu" tambah akang laboran.
"Semoga aku tidak memecahkan barang, karena aku orangnya cukup ceroboh" gumam Vivi dalam hati.
"Jangan sampai juga aku kesiangan" Vivi bergumam kembali dalam hati.
"Baik kita mulai kegiatan hari ini dengan berdo'a,, ucap akang laboran.
Semua mahasiswa termasuk akang laboran berdo'a dengan khidmat.
"Selesai, kalian sudah ada kelompok?" tanya Labora
"Sudah" jawab serempak.
Karena memang di hari sebelum kegiatan praktikum di mulai sudah di bagi menjadi lima kelompok.
"Kalian berkumpul sesuai kelompok, berdiri di belakang meja" ucap Laboran.
Semua berkumpul bersama kelompok masing-masing.
"Kita akan melakukan praktikum lima sub judul, satu kelompok melakukan satu sub judul, di akhir praktik akan dipaparkan di depan hasil praktikum masing-masing kelompok, dalam laporan kalian harus mencantumkan praktik seluruh kelompok" ucap Akang laboran.
"Silahkan siapkan alat dan bahan, alat dan bahan dapat dilihat dari tulisan yang tertera di luar lemari"
"Semua praktikan mempersiapkan alat dan bahan".
"Setiap pos akan berisikan lima kelompok jadi setiap kelompok akan mengetahui keseluruhan praktik hari ini" Ucap Laboran.
"Aku di pos satu yaa",, Vivi mengajukan diri dengan mengangkat tangannya.
"Karena aku ingin jadi yang pertama dan utama, hehe" gumam Vivi.
Praktikum kali ini yaitu mengenai pendinginan dan pembekuan dengan bahan sayuran.
Sayuran yang digunakan dalam praktik yaitu wortel, tomat, buncis.
Perlakuan yang digunakan yaitu di berbagai suhu. Pertama sayuran dikupas kemudian dicuci lalu dipotong-potong kemudian di blanshing yaitu sayuran dimasukan kedalam air mendidih selama 15 detik kemudian ditiriskan. Selanjutnya yaitu dimasukan kedalam plastik wrap, dimana ada dua perlakuan yaitu di beri udara dengan memberi lubang pada bagian plastik, dimasukkan langsung pada plastik tanpa diberi pembolong,, kemudian diamati selama satu pekan,, pengecekkan dilakukan setiap hari
diwaktu jam istirahat.
"Gais jangan lupa yaa pengecekan sayuran di lab" ucap salah seorang mahasiswa.
"Ah iya, hampir lupa" Aku diingatkan.
"Iya aku lupa malah" Ucap mahasiswa lain.
__ADS_1
"Perwakilan cek yaa" Ucap mahasiswi.
"Kamu yang cek yaa!" perintah salah seorang dari kelompok lain.
"Aku yang cek yaa" Vivi mengajukan diri.
Setiap perwakilan kelompok mengecek hasil praktikum setiap hari dan di hari terakhir pada praktikum selanjutnya, setiap kelompok memberikan hasilnya,,
Di akhir kegiatan parktikum, para praktikan/ mahasiswa mencuci peralatan yang telah di dipergunakan dan mengembalikan kembali ke tempat semula.
"Sekarang kelompok satu yaa yang piket untuk membersihkan lantai lab, nanti bergiliran" perintah akang laboran dengan muka ramahnya sambil memperlihatkan gigi putihnya.
Akang laboran merupakan tipe orang yang murah tersenyum, ramah dan baik hati
sehingga para mahasiswa cukup akrab dengan beliau.
Setelah selesai akang laboran mengecek para praktikan dengan di absen satu persatu untuk memastikan bahwa tidak ada mahasiswa yang pulang terlebih dulu.
Para mahasiswa masih lengkap,, mana mungkin di antara kami berani pulang duluan toh ini masih awal dan juga tidak ingin jika harus mengerjakan laporan sendirian.
Ditutup dengan do'a
"Kalian hati-hati yaa,, terimakasih" Ucap akang laboran.
"Iyaa duluan ya kang, hati-hati juga,," Para mahasiswa berhamburan untuk pulang.
Penjelasan mengenai pendinginan dan pembekuan.
Pendinginan atau refrigerasi ialah penyimpanan dengan suhu rata-rata yang digunakan masih di atas titik beku bahan. Kisaran suhu yang digunakan biasanya antara – 1oC sampai + 4oC. Pada suhu tersebut, pertumbuhan bakteri dan proses biokimia akan terhambat.
Pendinginan biasanya akan mengawetkan bahan pangan selama beberapa hari atau beberapa minggu, tergantung kepada jenis bahan pangannya. Pendinginan yang biasa dilakukan di rumah-rumah tangga adalah dalam lemari es yang mempunyai suhu –2 derajat Celsius sampai + 16 derajat Celsius.
Pembekuan atau freezing ialah penyimpanan di bawah titik beku bahan, jadi bahan disimpan dalam keadaan beku. Pembekuan yang baik dapat dilakukan pada suhu kira-kira –17 derajat Celsius atau lebih rendah lagi. Pada suhu ini pertumbuhan bakteri sama sekali berhenti.
Pembekuan yang baik biasanya dilakukan pada suhu antara – 12 derajat C sampai – 24 derajat C. Dengan pembekuan, bahan akan tahan sampai bebarapa bulan, bahkan kadang-kadang beberapa tahun.
Perbedaan antara pendinginan dan pembekuan juga ada hubungannya dengan aktivitas mikroba.
Sebagian besar organisme perusak tumbuh cepat pada suhu di atas 10 derajat C. Beberapa jenis organisme pembentuk racun masih dapat hidup pada suhu kira-kira 3,3 derajat C.
Organisme psikrofilik tumbuh lambat pada suhu 4,4 derajat C sampai – 9,4 derajat C
Organisme ini tidak menyebabkan keracunan atau menimbulkan penyakit pada suhu tersebut, tetapi pada suhu lebih rendah dari – 4,0 derajat C akan menyebabkan kerusakan pada makanan.
Jumlah mikroba yang terdapat pada produk yang didinginkan atau yang dibekukan sangat tergantung kepada penanganan atau perlakuan-perlakuan yang diberikan sebelum produk itu didinginkan atau dibekukan, karena pada kenyataannya mikroba banyak berasal dari bahan mentah/ bahan baku.
Setiap bahan pangan yang akan didinginkan atau dibekukan perlu mendapat perlakuan-perlakuan pendahuluan seperti pembersihan, blansing, atau sterilisasi, sehingga mikroba yang terdapat dalam bahan dapat sedikit berkurang atau terganggu keseimbangan metabolismenya.
sumber : http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/77362/Penyimpanan\-Bahan\-Pangan\-Suhu\-Rendah\-Pendinginan\-Pembekuan/
❤Terimakasih para pembaca
maaf yaa kurang percakapannya
__ADS_1
semoga setelah membaca wawasan kita bertambah
semangat membaca❤