
Kicauan burung, semilir angin terasa menyejukan, hati dan fikiran.
"Vii, sedang menikmati secangkir teh, ditemani sepotong roti dengan limpahan keju memeleh."
Di balkon hotol, menikmati sejuknya pagi hari, menarik nafas secara perlahan, dan membuang secara perlahan. "ehmm.....huuuuuhh"
"MasyaAllah, alhamdulillah, subhanallah, ya Allah nikamat mana lagi yang ku dustakan."
"Alhamdulillah", senantiasa terpanjatkan, atas karunia yang telah Vii dapatkan.
"byur...byur...byur...." deburan ombak di laut lepas, yang Vii dengarkan.
"Suara air memang obat bagi diri yang penuh dengan setumpuk aktivitas, meredakan emosi, melupakan kepenatan." Bekerja memang harus tapi rehat sejenak juga perlu, untuk bisa lebih maksimal dalam pekerjaan.
"Setelah lelah beraktivitas, padatnya rutinitas, deburan ombak, masyaAllah, subhanallah."
Waktu telah menunjukkan pukul 07.00, tiga jam sebelum keberangkatan pulang.
"Sebaiknya Aku menikamati sejenak keindahan negeri ini, Yaa, Ok, lets go." "No..no...no, Aku harus membereskan dan memastikan barang-barang ku tidak tertinggal".
Vii mengecek koper, dan segala sesuatu yang Ia bawa dari negaranya, memastikan tidak ada yang tertinggal. Setelah semuanya rapih, Vii keluar dari kamar, dengan mengenakan gamis pink, topi pink, tas hitam, dan tidak lupa kacamata, karena kebetulan Negara yang sedang Ia kunjungi sedang musim semi.
"Bismillah, Vii mengunci pintu, berjalan menuju pintu keluar, menuju tempat paling populer".
Di sisi lain Seorang pria dengan temannya sedang berada di tempat paling populer.
"Bro seru yaa, Iyaa MasyaAllah yaa banyak sekali yang datang ke sini, alias sebaliknya."
" Wah, iya karena saat ini bukan waktu kunjuangan, sehingga pengunjung dan turis sedikit."
"Siapa yang mau datang ke sini, kau lihat tangganya saja banyak, dan cukup menguras tenaga."
"Yes, bro, jangan salah meskipun begitu, justru tempat ini adalah tempat favorit. Karena bisa kita lihat, kita bisa melihat kota dari atas sini."
"Ya." Dia menganggukkan kepala tanda setuju.
__ADS_1
Vii mengabadikan setiap moment yang Ia anggap menarik dengan kamera ponselnya, seperti kumpulan bunga, Sekawanan falminggo yang sedang berenang di atas kolam. Sekumpulan awan yang terlihat jelas di langit biru.
"Alhamdulillah, akhirnya sampai, ke atas yaa satu orang" Ucap Vii kepada petugas itu.
"Silahkan, petugas memberikan tiket."
"Terimakasih", ucap Vii sambil memberikan senyuman tulusnya, dan tak lupa dengan lesung pipinya yang terlihat menambah kesan manis, bagi yang menyukainya.
Vii mengambil potret dirinya di pintu masuk, dan mulai mengabadikan setiap momentnya.
Vii fokus melangkah, sudah hampir setengah jam belum ada tanda-tanda dataran terlihat. Setengah jam kemudian sampailah di tempat tujuan.
"Alhamdulillah akhirnya sampai", Vii mengabadikan diri dengan ponselnya dan beberapa orang terbidik kameranya.
Tenggorokan terasa kering, menandakan butuh sesuatu untuk membasahinya.
Vii mencari tempat duduk, Ia duduk membuka botol minumnya dan membasahi tenggorokannya yang telah meronta-ronta meminta dibasahi.
"Bismillah, gluk...gluk...gluk..., tak terasa hampir 500 mili air telah habis diteguknya.
"Vii berteduh dibawah pohon, menikmati udara pagi, semilir angin menerbangkan topi yang ia kenakan karena ia membukanya."
"Wush....."Angin menerbangkan topi Vii.
"Pluk" topi mengenai penunjung lain.
"Topiii, Ya Allah dimana yaa", Vii mengedarkan pandangannya mencari topinya yang terbang terabawa angin."
"Ohh ituu, Alhamdulillah", memberikannya kepada Vii tanpa saling melihat wajahnya.
"Maaf, terimakasih", Vii berlalu begitu saja tanpa berfikir panjang.
"Sama-sama", ucap sang pengunjung.
Setelah puas berkeliling dan mengabadikannya, Vii segera bergegas pergi, kembali ke hotel untuk penerbangan pulang.
__ADS_1
"Kenapa Bro? "gak apa-apa", yuks bentar lagi penerbangan Kita.
"Ok lets goo, mereka kembali ke hotel dan berlalu menuju bandara.
"Penumpang yang terhormat penerbangan ke negeri akan berangkat pada pukul 10.00. Bagi para penumpang silahkan masuk ke dalam pesawat, terimakasih".
Vii bergesa menuju pesawat. Ketika di pintu pesawat Vii mengucapkan selamat tinggal. Selamat tinggal, terimakasih telah memberikan moment yang membahagiakan.
"Bro?"
"Ehmm."
"Aku tidur yaa, lumayan istirahat, kalo udah take off kasih tau yaa !"
"hmmm, baiklah."
Vii duduk dekat jendela sehingga bisa melihat gumpalan awan, "terbang di atas awan, subhanallah."
Vii, menikmati setiap fasilitas yang tersedia, hingga waktu take off tiba.
"Penumpang yang terhormat Anda telah sampai di tujuan, terimakasih dan sampai jumpa pada perjalanan berikutnya."
"Alhamdulilah, tidak terasa yaa."
"Sama-sama, sampai jumpa". Ucap Vii dengan suara pelannya.
"Bro?"
"Ehmm"
"Baru mau di bangunin, udah sampai."
"Iya, ok, terimakasih."
"Sama-sama bro"
__ADS_1
Mereka keluar dari pesawat menuju kantornya.