
Siang ini tanpa rencana yang panjang, kami pergi bersama-sama untuk rihlah, mensyukuri nikmat Allah.
"Assalamu'alikum....temen-temen pagi ini ayo kita rihlah?"
"Ayoo, kemana?"
"Ke tempat yang"..
.diam, sengaja memacu banyak praduga.
"Mungkinkah ke tempat yang ituu yaa?" dengan menaik turukan alisnya.
"Pokoknya yang akan ikut kita tunggu di jalan biasa !!!"
"Baiklah"
......
Nuuuud nuuud nuuuud
"Sepertinya handphone bergetar" Melihat ke kiri & kanan serta kaca spion, menepi.untuk melihat siapa yang menghubungi.
"Assalamu'alikum..."
"Wa'alaikumussalam..."
"Kita udah sampai di jalan biasa, masih di mana?"
"Tunggu yaa sebentar lagi sampai !!! "
"Baiklah, fiiamanillah"
"Aamiin"
Memasukkan kembali handphone dan melajukan kembali sepeda motor
"Bismillah..."
"Gimana, pink udah di mana?" tanya ungu.
"Sebentar lagi sampai"
"Gimana jika beli air dan snack tanya "
__ADS_1
"Iyaa... ya sudah, aku beli dulu yaa" ungu berjalan ke tempat snack.
"Baik" Vii menunggu.
Perjalanan yang panjang dan berliku terbayar dengan pemandangan yang disuguhkan.
Hijaunya dedaunan, meskipun matahari memancarkan sinarnya, tapi tidak membuat hawa panas, karena terlindungi oleh pepohonan yang rindang.
Para petani sedang melakukan aktivitasnya, ada yg menyiram tanaman, maupun melakukan perawatan lainnya.
Menikmati udara yang sejuk, langit yang biru, awan putih yang cerah.
Dari kejauhan nampak sebuah gubuk yang dihuni oleh para pekerja di kebun, menikmati secangkir kopi dan gorengan hangat.
"Alhamduillah sampai, ayoo kita titipkan motor ke bawah !!!" Tunjuk merah.
"Ayoo kita titipkan motor kita, ajak orange.
Sementara Aku menunggu, ku abadikan perkebunan teh yang terhampar luas.
"Pak, maaf bolehkan Kami menyimpan motor di sini, & masuk ke area perkebunan" Merah meminta ijin, dengan menampilkan senyuman.
"Iyaa, silhkan!!!" Salah satu bapak mempersilahkan.
"Baik pak, boleh jika Kami menggunakan ranting untuk bahan bakar?" Orange bertanya
"Boleh, hati-hati, karena saat ini angin kencang, khawatir terjadi kebakaran."
"Baik, terimakasih paak" ucap merah dan orange
"Iya, sama-sama"
Kami berjalan menuju tengah perkebunan.
"MasyaAllah sejuk sekali, karena tidak hujan sehingga jalanan tidak becek" Ucap ungu.
"Iyaa, ucap pink."
Kami melewati seorang petani.yang berjenis kelamin perempuan, lebih tepatnya seorang ibu, yang sedang memelihara tanaman.
"Permisi" Ucap Kami.
"Silahkan, mau pada kemana?" ucap sang ibu.
__ADS_1
"Ke tengah kebun buu, marii. ucap vie"
"Silahkan, hati-hati"
"Terimakasih"
Melanjutkan perjalanan.
Masing-masing dari Kami memetik hikmah dalam setiap kejadian.
Bersyukur atas setiap kesempatan.
Membawa peralatan apa adanya, memanfaatkan tumbuhan yang telah kering sebagai bahan bakar.
"Alhamdulillah, ayoo keluarkan amunisi !!!"
"Ucap merah."
"Baik" Ungu mengeluarkan makanan dari kantong keresek.
Pink membuka kemasan biji bunga matahari dan mulai memakannya.
"Bismillah".
Orange mengabadikan moment dengan jepretan kamera lensa.
Merah mencari ranting untuk dijadikan bahan bakar.
Ungu juga mencari ranting di daerah sekitar.
"Mau biji bunga matahari nya ?" Vie menengadahkan tangan kanannya.
"Nih, ucap pink."
"Makasih" Balas vie.
Setelah ranting yang dikumpulkan dirasa cukup dan mulailah aksi.
Panasnya api, disambut dengan nesting, ditambah air, tak lama mendidih, Seduhan kopi yang dinikmati bersama, menambah suasana hangat persahabatan.
"Saatnya mie beraksi, ucap merah."
Memasukkan mie yang berjasa dalam setiap keadaan, kemudian pecahan telur yang dikemas apik untuk menghasilkan jepretan foto yang indah.
__ADS_1
Sementara yang lain sibuk menikmati kopi yang telah diseduh.