
Sabtu dan minggu merupakan dua hari yang biasanya orang lain libur dari aktifitas, tapi tidak bagi yang rajin pasti akan mereka gunakan untuk belajar dan melakukan aktifitas bermanfaat lainnya.
Bagi Vivi sabtu dan minggu adalah hari libur yang harus digunakan untuk beristirahat dari kegiatan kampus, tapi sayangnya dua bulan ini vivi tidak akan merasakan liburnya.
Bagi mahasiswa yang senang berorganinasi, maupun Maba yang tidak senang berorganisasi, hari Sabtu dan minggu selama 2 bulan adalah hari-hari orientasi.
Akan tetapi ada juga fakultas bahkan jurusan lain yang melakukan orientasi UKM di hari week day selepas kegiatan perkuliahan.
Mahasiwa diwajibkan untuk memiliki Organisasi minimal 2 yaitu organisasi jurusan dan organisasi kampus atau unit kegiatan mahasiswa disingkat UKM.
Organisasi kampus merupakan organisasi yang isinya atau anggotanya termasuk pengurusnya merupakan campuran dari berbagai latar belakang jurusan dan fakultas yang berbeda. Sedangkan organisasi jurusan merupakan organisasi yang hanya beranggotakan dalam jurusan yang sama.
Sabtu dan minggu ini merupakan satu minggu terakhir sebelum orientasi akhir jurusan.
Mahasiswa baru masing-masing jurusan mengenakan seragam putih hitamnya untuk menjalankan serangkaian kegiatan.
Aku berlari dari kosan menuju tempat orientasi karena aku kesiangan lagi, hehe
Ku telah sampai tujuan, teman-temanku telah berbaris rapi.
Terlihat kating sedang mengintruksi.
Teteh Kating yang sedang berjaga, barangkali ada maba yang terlambat makan akan ia berikan hukuman.
Aku melihatnya "aduuuh ada kating, malu aku kesiangan" Dia melirik ke arahku dan menghampiriku.
"Kamu tau ini jam berapa?" Tanyanya.
"Jam berapa yaa, aku gak punya jam teh?".
dengan mukanya yang tegang dan suara debaran jantung yang seperti akan copot.
Kating geram "ini jam 07.10,, kamu tahu kalo harus datang jam berapa?" tanyanya dengan tegas
"Tau teh" jawabnya dengan pelan.
"Ini merupakan pekan terakhir, harusnya kamu lebih baik, kamu pakai alarem, begadang boleh tapi harus ada manfaatnya dan tetap harus bangun tepat lebih awal, sebagai muslim harus bangun untuk melaksanakan solat" Teh kating menjelaskan.
"Sekarang kamu bending dua seri" intruksinya.
"Siap" Jawab Vivi dengan menaik turunkan badannya untuk bending.
"Selesai" intruksinya.
"Ini merupakan masa orientasi merupaka masa kalian berlatih untuk menghadapi kehidupan kampus yang sesungguhnya, jika disini saja terlambat bagaimana dengan kelak kamu dalam masa perkuliahan, harus dirubah kebiasaan buruk dan perbaiki" petuahnya.
Vivi jawab dengan aggukan kepala,
"Silahkan masuk barisan" intruksinya.
Vivi menyimpan tas dan bergabung bersama yang lain.
"Kang, Vivi ijin masuk barisan?" Dengan mengangkat satu tangannya.
"Silahkan" Jawabnya.
Mahasiswa dibimbing kating menuju ruang kelas, Pekan ini merupakan pekan pemilihan ketua angkatan.
Para calon ketua angkatan memberikan visi dan misi saat dia menjabat menjadi ketua angkatan.
Ketua angkatan juga merupakan jembatan antara kating dan Maba.
Beberapa kandidat dipilih berdasarkan voting kemudian dimusyawarahkan dan terpilihlah kating.
Kating mengintruksikan untuk mengumpulkan tugas dan juga name tag.
Para Maba tidak khawatir karena telah melengkapi apa-apa yang telah diintruksikan oleh Kating.
__ADS_1
Di tempat yang berbeda kating memerikasa satu demi satu dengan teliti.
Setelah selesai buku dikembalikan
"Bagus, kalian telah melengkapi, tugas ini merupakan salah satu sarana agar kalian mengenal satu sama lain" ucap kating.
"Silahkan tulis perlengkapan yang harus dipersiapkan untuk pekan besok" Kating mengintruksi. Maba melaksanakan intruksi dengan baik
Akhir orientasi
Mahasiswa berdiskusi di kelas terkait perlengkapan yang harus dipersiapkan untuk akhir orientasi.
Ketang alias ketua angkatan memimpin memastikan setiap mahasiswa sudah memiliki perlengkapan bagi yang belum maka dikolektifkan.
Diskusi berakhir semua akan siap melakukan orientasi akhir.
Orientasi dilakukan di hari jumat selepas perkuliahan di jam siang mahasiswa baru berkumpul di halaman depan gedung PKM terlihat truk telah ada sejak tadi menantikan angkutannya.
Sebagian berekspetasi akan pergi menggunakan angkot/ truk mileter, kenyataan memang tak seperti realita.
"Gudbrak, wah seruu banget berangkatnya pake truk, kaya sapi aja, hehehe" gumam Vivi.
"Apah ko ini tidak sesuai dugaanku, ini tidak mungkin, pertama kali aku naik yang kaya ginian" celetuk salah seorang maba.
"Iya aku juga, inimah kaya sapi, terus kita gak bisa duduk dong" dibalas yang lain.
Mereka tidak bisa merubah keadaan, mau tidak mau harus mau, para Maba masuk satu persatu menaiki truk dibantu kating.
Perjalanan cukup menyenangkan bagiku karena ini bukan kali pertama aku naik truk, sebelumnya aku pernah karena waktu aku Pkl saat SMK.
Maba menyanyikan lagu, berbagai bangunan dan jalan telat dilewati, akhirnya sampai ke tempat tujuan.
"Silahkan turun, pakai tas kalian, pergerakan cepat tidak lelet" intruksi kating dengan nada tegas.
Meskipun perjalanan cukup melelahkan, tapi kami tak boleh lelah.
Maba berbaris.
"Kalian akan di bagi kelompok, berhitung satu sampai lima" intruksi Kating.
Para maba berhitung "satu, dua, tiga, empat, lima, dan seterusnya hingga 50 orang Maba.
"Silahkan kalian berkumpul berdasarkan nomor yang sama, kemudian berbaris sesuai ketinggian" intruksi Kating.
Vivi bergabung dengan kelompok, kelompok lima yang berjumlah lima orang dengan anggota Adah, Nisa, Rani.
Udara sekitar sangat sejuk, terdapat sungai yang mengalir, pepohonan yang rindang.
"Kalian disini bukan untuk refresing, kalian dilatih, tidak cengengesan, tidak main-main" Tegas kating dengan muka datarnya.
"Pilih ketua kelompok" ucapnya.
"Kalian tidak boleh berkata yang tidak-tidak, kita sedang di alam, harus menghargai tumbuhan dan makhluk lainnya, tidak boleh ada yang melamum, semua harus fokus, paham" intruksi kating.
"Siap Paham" jawab Maba serentak.
"Ketika ada suara peluit satu kali artinya ketua kelompok berkumpul di sumber suara, jika peluit dua kali artinya semua Maba berkumpul" Intruksi pelatih.
Belum berapa lama "prit......" suara peluit berbunyi artinya panggilan untuk para ketua.
Para ketua berlarian menghampiri Kating,
"Kalian intruksikan para anggota untuk membuat tenda dalam waktu 15 menit, bantu dengan laki-laki, tidak boleh berisik".
"Kita diintruksikan membuat tenda dalam waktu 15 menit, tidak boleh berisik, kalian keluarkan peralatan yang kalian bawa" intruksi masing-masing ketua kelompok.
"Aku belum pernah buat tenda,dan aku gak belajar, aku buat parit aja" ucap Vivi.
__ADS_1
"Ayo setiap orang pegang satu ujung kemudian tancapkan tiang ke tanah, buat patok" intruksi Adah.
"Alhamdulillah jadi, kemudian Vivi membuat parit dipinggir tenda dengan tujuan agar ketika hujan tidak membanjiri tenda.
"Prit...prit..." suara peluit berbunyi semua Maba berhamburan dan berbaris.
"Laki-laki akan memakai tenda yang kecil, kelompok satu memakai tenda yang di tengah, kelompok dua memakai tenda ujung, setiap kelompok memakai tenda yang dibuat oleh kelompok lain" Ucap kating.
"Semua kelompok berkumpul di tenda kelas, melaksanakan shalat dan makan malam", "Kalian diberi waktu 7 menit untuk makan malam" intruksi kating.
Kegiatan selesai, para maba tidur di tenda yang telah dibuat.
"Prit...prit...." bunyi peluit "aduh masih ngantuk, dingin pula, jam berapa yaa ini, sepertinya tengah malam" gumam Vivi.
"Kalian lewati jalan, harus mengenal siapa yang ada di depan kalian" intruksi pelatih.
"Kalian harus tau siapa nama-nama kami" ucap kating.
"Aduhh,.siapa yaa aku gak tau wajahnya juga asing" gumam Vivi.
"Salam kenal, kalian mau apa ke sini?" tanya kating.
"Mu kenalan Kang teh" jawab kami kelompok lima serempak.
"Nama kamu Vivi kan?" tanya kating dengan muka datarnya.
"Salam kenal kami siapa? kalian harus tau nama kami, jika kalian tidak tahu kalian tidak boleh ke pos selanjutnya" ucap salah satu dari mereka.
"Nama akang, teteh siapa, boleh kenalan gak?" tanya Vivi.
"Masa gak tau nama kami?" kating malah bertanya kembali.
"Vivi, Adah, Nisa dan Rani tidak ada yang menjawab" Karena yang harus menjawab hanya Vivi yang lain tidak boleh membantu
Mereka lama berdiri, hingga waktu habis
Kalian tidak boleh ke pos selanjutnya.
Air mata mengalir di kedua pipi Ku.
Aku merasa bersalah kepada kelompok ku, aku menahan tangis ku tapi aku tak bisa membendungnya, ku usap air mata ku yang tak henti menangis.
Kating iba, dan akhirnya membolehkan kami ke pos selanjutnya.
"Udah jangan nangis, ucap yang lain" menenangkan Vivi.
"Maaf yaa" ucap Vivi "aduh malu aku kan gak pernah nangis ko ini nangis sih dasar mata" gumam Vivi.
Langit mulai terang menunjukkan sinarnya,
Maba melaksanakan solat berjamaah.
Kegiatan selanjutnya berlangsung...
"Kalian harus membuat yel-yel diberi waktu lima menit" Ucap kating.
Setiap kelompok menampilkan yel-yel meraka
dari mereka terlihat beesemangat dan mengundang gelakgak tawa marena fasalnya teman sekelasku yamg pendiam, tiba- tiba harus bertingkah lucu.
Hingga tiba giranku dan kelompokku
"Seluruh kota merupakan tempat bermain yang indah oh senaangnya oh asyiknya aku senang sekali.....aku senang sekali kelompok lima....."suaraku dan teman-temanku kompak dengan gerakan tangan,, aku tertawa malu juga teman- temanku tertawa...
Lirik tersebut adalah ide dari Nisa dan lainnya.
❤terimakasih para pembaca sekalian ❤
__ADS_1