Cinta Kepentok Skripsi

Cinta Kepentok Skripsi
Judul Baru


__ADS_3

Bersama kesulitan ada kemudahan


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al Quran sebanyak dua kali dalam.Quran Surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6


فَاِ نَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۙ 


fa inna ma'al-'usri yusroo


"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,"


(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 5)


اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۗ 


inna ma'al-'usri yusroo


"sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."


(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 6)


Berawal dari satu titik kemudian menyerab ke berbagai titik bahkan hingga hampir semua bersampak.


"MasyaAllah, tak pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa kejadian ini benar-benar aku alami."


"Iya, semua adalah atas kehendaknya, Merah menimpali."


"Meskipun kita bagai dalam sangkar, tapi percayalah rezki Allah itu luas, Ungu berkomentar.


"Apa yang bisa kita kerjakan hari ini?" Pink bertanya


"Kita bisa melakukan kegiatan yang dapat membuat kita tetap produktif, sepertiiii? biru berpikir dengan dahi mengkerut aslit bersatu dan mimik muka yang menandakan sedang berpikir."


"Ahaa, aku tau kegiatan apa yang bisa membuat kita produktif, Vee memberi pencerahan"


Semua mata tertuju padanya, dengan posisi yang mendekat ke arah kuning.


"Bagaimana jika kita makan" dengan mimik muka menampakkan keadaan tanpa bersalah, dan tersenyum kearah meraka yang mrmandang kepadanya."


"Yaaaah" Semua nampak kecewa, dengan menghela nafas dan kembali ke tempat masing-masing.


"Apa sih Gak jelas banget taauu, di kira mau ngasih pencerahan apa gutuu, dasar" Biru kembali mengambil handphonnya dan berselancar mencari destinasi wisata yang menarik.


"Heyy, jangan gitu dong, aku kan beber itu aktifitas produktif, buktinya kita harus menggerakkan tangan, mengunyah makanan, betul kan akuu?" Vee memasang wajah berfikir


dan bermonolog "Makan itu produktif, kenapa mereka tidak setuju kepada kuu, aahh, dasar." Vee menggaruk kepala yang memang gatal karena dua hari belum keramas.


Pink menghampiri Vee," apa yang bisa kita makan?"


dengan raut muka sumringah.


"Kamu mau apa?" Tanya Vee


"Akuu ingin martabak" Pink berkomentar.


"Martabak apa yang nyebelin?" Vee bertanya kepada Pink.


"Ma ke tabrak" Pink menjawab pertanyaan Vee.


"Kamu jangan gitui, nanti kualat loo, masa ma ke tabrakb.

__ADS_1


"Hey kamu juga malah bercanda, serius dong, Pink menyilangkan kedua tangan di dada"


"Iyaa, ini aku juga serius" Vee mengangkat kedua alinya.


"Serius bercanda." Ahahah, Vee terbahak, eh Astagfirullah.


"Astagfirullah, Pink beristigfar.


"Martabak dikacangin" Merah tiba-tiba menjawab.


"Betull, ko merah tau sih?" Vee keheranan.


"Tau, itu kan tebak-tebakan receh, Vee vee" Merah menggelengkan kepala.


"Emang bener yaa jawabnnya itu? Tanya pink dengan mimik penasaran.


"Iyaa bener, Kan gak enak kalo di kacangin."


"Iya kalo kita dikacangin alias dicuekin sih gak enak, tapi kalo martabah sihh enak aja" Pink menjawab.


"Kalo kata aku sihh martabak gak enak di kacangin, karena aku menghindari martabak kacang, ahahaha" Biru menjawab.


"Jadi kita mau makan apa?" Pink bertanya.


"Makan yang ada." Vee menjawab dengan entengnya.


"Emang ada makananya? Pink bertanya dengan tubuh condong melihat ke arah dapur.


"Ada, beras, garam, kan?. Vee bertanya.


Gudubrak " Pink menjatuhkan tubuhnya di kursi.


Vee menemukan bahan makanan, Vee mengambil beras sebanyak sepertiga besar penanak nasi, kemudian mencuci beras, memasukkan dalam penanak nasi dan nenambahkan air sebanyak dua centimeter dari batas atas beras. kemudian memasaknya di penanak nasi. Mengupas tiga buah wortel berukuaran panjang 15 centimeter, dan memotongnya menjadi kotak-kotak kecil, memotong kol berukuran satu kepal tangan orang dewasa dengan ukuran potongan kotak sekitar dua kali dua centimeter. menyimpannya dalam wadah.


Tiba-tiba Pink datang. "Sedang Apa Vee?"


"Sedang beraktivitas". Jawab Vee yang sedang memegang wadah dan hendak mencuci wortel dan kol.


"Mau pake apa lagi?" Tanya Pink.


"Pake tahu, enak loh." Vee mencuci sayuran di westavel.


"Potong gimana?" Pink mengambil tahu dalam wadah sebanyak enam buah berdiameter empat centimeter, dan memegang pisau.


"Potong kotak kecil aja, Satu tahu jadi empat bagian." Vee mengarahkan.


"Sebelum itu, cuci terlebih dahulu." Vee nemambahkan.


"Baiklah" Pink memotong tahu dan memasukkan tahu yang telah terpotong kedalam wadah. Sementara Vee mengambil tiga siung bawang merah, dua siung bawang putih, satu tangkai daun bawang, tiga butir cabe rawit.


"Apa lagi? Tanya pink.


"Boleh tolong iris tipis bawang merah dan putih. potong satu sstengah centimeter untuk daun bawang."


"Vee menyiapkan wajan dan menuangkan minyak sebanyak tiga sendok makan


Pink fokus mengiris bawang dengan penuh kehati-hatian karena Dia tidak pernah memasak ketika berada di rumah bersama orang tuanya.


Vee melihat ke arah Pink, mengecek khawatir bawang tidak teriris dengan baik daripada khawatir tangan pink terpotong.

__ADS_1


Vee menganggukkan tangan dan mengucap "Alhamdulillah mision clear, astagfirullah "ampuni aku yaa Allah karena bersuudzon/ berburuk sangka terhadap Pink.


Minyak dalam wajan telah panas, dengan api sedang bawang-bawang dimasukan kedalam wajan, dan di aduk, setelah tercium aroma wangi matikan api.


Vee menyiapkan air sebanyak satu setengah liter kedalam panci, yang telah disimpan diatas kompor, menyalakan kompor. Setelah air mendidih memasukkan wortel, tahu, dan bawang, lima menit munuju matang memasukkan potongan kol, garam satu sendok teh dan penyedap rasa. Setelah matang di angkat.


"Makan teman-teman!" Veee mrmanggil yang lain.


"Iyaa", jawab semua secara bersamaan.


"Produktifkan saat makan?" Vee berbicara.


"Ini bukan produktif tapi kebutuhan", biru menimpal.


"Iya, hehe, hehe Alhamdulillah meskipun sangat sederhana tapi kita harus bersyukur, karena diluarana sana banyak orang-orang kelaparan, kehujanan" Kuning berbicara bijak.


"Tok..tok...tok" suara ketukan pintu, semua mata menoleh ke arah pintu.


"Syuut..." Biru menutup mulut dengan jari telunjuk.


Semua diam.


"Tok...tok...tok.." suara ketukan pintu kembali terdengar.


"Ehhh ...kalian malah pada diem, coba tengok, siapa tahu penting"


"Iyaa" Vee berdiri dan menghampiri ke arah suara pintu.


"Siapa yaa?" kuning dengan wajah penasaran.


"Entahlah, pink mengangkat bahu"


Seketika semua menghentikan aktivitas makannya. .


"Siapa?" Vee membuka pintu.


"Dor.." Vee terperanjak kaget. "Astagfirulllah"


"Assalamu'alaikum....."


"Wa'alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh..."


" Kiraiñ siapa, ternyata Kamu Crem".


"Ayoo masuk, ajak Vee"


"Iya" keduanya masuk.


"Creaaammmm" semua berteriak kecuali merah.


"Haii. assalamu'alaikum...?"


"Wa'alaikumusalam warahmatullahiwabrakatuh...


Setiap hari serasa khawatir dan seperti akan berakhir, tapi ketika berada di lingkungan yang baik semua akan terlewati.


Hari demi hari terasa terkurung dalam sangkar, tapi justru dari sanalah banyak belajar, bersyukur bahwa Allah masih melindungi hamba yang lemah ini.


Dalam do'aku memohon :

__ADS_1


Ya Allah, Terimakasih atas semua yang telah kau berikan, ampuni Hamba, karena jarang sekali bersyukur.


__ADS_2